Memasuki Musim Pancaroba, Ini Beragam Penyakit Sering Muncul

(0)
06 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Musim pancaroba terjadi ketika musim kemarau beralih musim hujan, dan sebaliknyaMusim pancaroba merupakan peralihan di antara musim
Musim pancaroba adalah musim peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan, atau sebaliknya. Musim ini biasa ditandai dengan cuaca atau perubahan suhu udara yang tidak menentu, seperti banyak angin dan hujan.

Kenapa musim pancaroba mengundang banyak penyakit?

Suhu udara dan cuaca yang tak menentu di musim pancaroba, dinilai dapat meningkatkan potensi munculnya berbagai penyakit. Ini alasannya:
  • Pada musim pancaroba (terutama dari kemarau ke musim hujan), orang cenderung lebih sering berada atau berkumpul di tempat tertutup. Keadaan ini juga menyumbang pada peningkatan risiko penularan infeksi.
  • Virus dan bakteri dinilai mampu hidup lebih lama dan berkembang pada suhu serta kelembapan yang lebih rendah, seperti pada musim pancaroba.
  • Musim pancaroba dianggap berpotensi membuat aliran darah menyempit, mengurangi kadar vitamin D, serta menurunkan sistem imun tubuh.

Waspadai penyakit yang sering muncul di musim pancaroba

Berikut adalah beberapa penyakit yang perlu Anda waspadai terjadi pada musim pancaroba:
  • Influenza

Infeksi saluran pernapasan, seperti influenza, lebih mudah terjadi dan ditularkan pada musim pancaroba. Apa alasannya?Anda biasanya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang tertutup sehingga kontak antarorang menjadi lebih dekat. Rendahnya kelembapan pada musim perlahian ini juga membuat virus flu bertahan lebih lama.Influenza umum ditandai dengan batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan. Gejala lain kemudian menyusul, seperti demam hingga pegal-pegal.Anak-anak, kalangan lanjut usia (lansia), dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah dinilai lebih mudah untuk mengalami flu.
  • Demam berdarah dengue

Perubahan suhu yang tidak menentu pada musim pancaroba dapat menyebabkan populasi nyamuk meningkat dengan cepat. Oleh karena itu, penyakit yang dibawa oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD) lebih mungkin terjadi.DBD sering ditandai dengan sakit kepala, nyeri otot atau nyeri sendi, mual, muntah, pembengkakan kelenjar getah bening, serta bintik-bintik merah di kulit.Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi lebih umum dialami oleh orang yang sudah pernah terpapar virus dengue atau memiliki sistem imun yang lemah.
  • Chikungunya

Mirip dengan DBD, chikungunya merupakan infeksi virus yang disebarkan lewat gigitan nyamuk. Kondisi ini bisa menyebabkan demam selama beberapa hari serta nyeri sendi yang bisa bertahan selama beberapa minggu.
  • Asma

Asma adalah kondisi menyempit dan membengkaknya saluran napas yang juga memproduksi lebih banyak lendir. Keadaan ini membuat proses bernapas sangat sulit, memicu batuk-batuk, dan menimbulkan suara mengi atau bengek.Temperatur udara yang lebih rendah serta angin yang lebih kencang berpotensi membawa lebih banyak alergen (pemicu alergi). Inilah yang berhubungan dengan meningkatnya kasus asma selama musim pancaroba.Tidak hanya itu, adanya gangguan saluran pernapasan (seperti flu) juga menambah risiko serangan asma.
  • Diare

Peningkatan jumlah virus dan bakteri selama musim pancaroba diduga merupakan penyebab banyaknya kasus diare pada musim ini. Infeksi virus atau bakteri di balik diare biasanya terjadi akibat konsumsi makanan yang telah terkontaminasi.Gejala diare umumnya berupa tinja yang encer dan sakit perut yang melilit. Sejumlah gangguan pencernaan lain juga bisa menyertai, seperti kembung dan mual.Diare biasanya akan sembuh dalam beberapa hari dengan pengobatan mandiri di rumah. Misalnya, banyak minum dan beristirahat.Namun jika diare terus berlangsung atau tidak kunjung sembuh meski sudah 24 jam, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter.

Tips menjaga kesehatan di musim pancaroba

Untuk menghindari serta mengatasi berbagai penyakit yang mungkin muncul di musim pancaroba, Anda sebaiknya meningkatkan imunitas tubuh dengan cara:
  • Mencukupi kebutuhan tubuh untuk beristirahat

Durasi tidur yang cukup dapat membantu Anda dalam menguatkan sistem kekebalan alami tubuh, sehingga lebih mampu untuk melawan penyakit. Orang dewasa disarankan untuk tidur malam sekitar 7-9 jam per hari.Bila Anda sulit tidur, coba hindari bermain gadget sekitar satu jam sebelum tidur. Anda juga bisa mematikan atau meredupkan lampu serta mengatur suhu alat pendingin di kamar tidur agar lebih nyaman.
  • Menerapkan pola makan sehat dan seimbang

Pola makan berkaitan erat dengan sistem imunitas tubuh. Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya buah juga sayur-sayuran.Tidak hanya itu, Anda juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula maupun lemak jenuh.Sementara bagi Anda yang mengalami gangguan pencernaan, makanan probiotik bisa membantu dalam meringankan kondisi ini. Contohnya, tempe, tahu, dan yoghurt.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh tidak hanya menjauhkan Anda dari bakteri dan virus, tapi juga menyehatkan tubuh secara keseluruhan. Anda disarankan untuk minum air putih sekitar 2 liter per hari.
  • Rutin berolahraga

Anda cukup lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, jogging, atau bersepeda. Namun lakukan latihan fisik ini secara rutin, yakni selama 30 menit setiap hari.Tak hanya di musim pancaroba, olahraga teratur menawarkan manfaat luar biasa dalam menjaga sistem imun secara umum.Guna mengurangi risiko penularan penyakit, Anda juga disarankan untuk rajin mencuci tangan. Langkah ini perlu dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.Hindari atau batasi juga kontak dengan orang sakit, khususnya selama musim pancaroba. Dengan ini, Anda dapat mencegah penyebaran penyakit dengan lebih optimal.Menghindari gigitan nyamuk pun perlu dilakukan dengan saksama agar terhindari dari penyakit tertentu, seperti DBD dan chikungunya. Anda bisa memasang kelambu ketika tidur atau mengoleskan losion antinyamuk.Dengan menerapkan berbagai langkah pencegahan tersebut, niscaya Anda dapat meminimalkan risiko penyakit musim pancaroba yang mungkin mengintai Anda. Namun bila Anda telah merasakan keluhan yang mencurigakan, jangan menunggu lagi dan konsultasikan ke dokter.
asmadiaredemam berdarah dengueinfluenzachikungunya
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/sick-in-rainy-weather-reasons
Diakses pada 9 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-boost-immune-health
Diakses pada 9 Juli 2020
Kementerian Kesehatan. https://www.kemkes.go.id/article/view/19102800001/suhu-udara-meningkat-kemenkes-imbau-waspadai-munculnya-berbagai-penyakit.html
Diakses pada 9 Juli 2020
Pusat Krisis Kementerian Kesehatan. http://www.pusatkrisis.kemkes.go.id/waspada-musim-pancaroba
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dengue-fever/symptoms-causes/syc-20353078
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/symptoms-causes/syc-20352241
Diakses pada 9 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/flu/symptoms-causes/syc-20351719
Diakses pada 9 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306828
Diakses pada 9 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323431
Diakses pada 9 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait