Pentingnya Memantau Tumbuh Kembang Anak lewat Kartu Menuju Sehat

Segala perkembangan anak dapat dipantau melalui kartu menuju sehat (KMS)
Tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui kartu menuju sehat (KMS)

Pada 1000 hari pertama kehidupannya, yang dimulai dari pembuahan di dalam rahim hingga berumur 2 tahun, bayi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tumbuh kembang ini harus diawasi dengan alat ukur yang akurat dan mudah dipahami oleh orangtua, salah satunya menggunakan kartu menuju sehat (KMS).

Kartu menuju sehat (KMS) adalah kartu yang memuat informasi tentang kurva pertumbuhan anak berdasarkan berat badan menurut usianya dan dibedakan berdasarkan jenis kelaminnya. Selain digunakan untuk memantau perkembangan anak, KMS juga dapat dijadikan pedoman untuk tenaga kesehatan dalam memberi penyuluhan gizi dan kesehatan bayi.

KMS memang biasanya dipantau oleh tenaga kesehatan setiap bulannya ketika bayi diperiksakan ke pusat kesehatan. Namun, orangtua juga bisa memantau tumbuh kembang anak dengan melakukan download kartu menuju sehat secara gratis yang tersedia pada toko aplikasi di telepon pintar.

Apa fungsi kartu menuju sehat?

Kartu menuju sehat telah digunakan untuk memantau tumbuh kembang anak-anak di Indonesia sejak 1970-an. Meski demikian, isi KMS telah beberapa kali mengalami penyesuaian dengan KMS yang digunakan saat ini sudah berdasarkan standar baku dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dikeluarkan pada 2006 lalu.

Isi KMS biasanya dibagi menjadi dua bagian, dengan bagian pertama berisi pesan-pesan penting dan catatan bagi ibu dan bagian kedua untuk anak. Pada bagian ibu berisi catatan-catatan mengenai cara menjaga kesehatan sejak hamil, saat melahirkan, hingga menjalani masa nifas dengan tetap mengedepankan kesehatan ibu.

Sementara pada bagian kedua terdapat riwayat kesehatan anak, termasuk pengukuran fisik (berat badan, panjang badan, lingkar kepala, dan lain-lain). Terdapat pula pesan-pesan penting untuk menjaga kesehatan sejak lahir sampai usia 5 tahun, pentingnya memberi ASI eksklusif, imunisasi, cara pemberian makanan pendamping ASI, riwayat penyakit, serta mencegah kecelakaan pada anak.

Fungsi utama kartu menuju sehat sendiri ada tiga, yaitu,

  • Alat untuk memantau pertumbuhan anak lewat grafik pertumbuhan sesuai standar WHO yang dicantumkan dalam KMS. Grafik ini digunakan untuk menentukan seorang anak tumbuh normal atau mengalami gangguang pertumbuhan bila dilihat dari pertumbuhan fisiknya.

    Jika grafik berat badan anak mengikuti grafik pertumbuhan pada kartu menuju sehat, artinya anak tersebut tumbuh baik dan relatif tidak mengalami gangguan berarti. Sebaliknya bila grafik berat badan anak tidak sesuai dengan kurva, mungkin terjadi gangguan pertumbuhan tertentu pada anak.

  • Catatan pelayanan kesehatan anak karena di dalam kartu menuju sehat juga terdapat riwayat pelayanan kesehatan yang diterima oleh anak, termasuk jadwal imunisasi dan pemberian kapsul vitamin A.

  • Alat edukasi karena di dalam KMS juga disertakan cara merawat anak, misalnya pemberian makan yang baik dan penanganan saat anak diare.

KMS bisa Anda dapatkan di pusat kesehatan yang disediakan oleh pemerintah atau rumah sakit swasta. Saat ini Anda juga bisa mengunduh gratis aplikasi mirip KMS bernama ‘PrimaKu’ yang didukung oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui play store maupun app store.

Cara mengisi dan membaca tumbuh kembang anak dalam kartu menuju sehat

Sebelum mengisi kartu menuju sehat, pastikan Anda memilih halaman sesuai jenis kelamin anak karena kurva pertumbuhan bayi laki-laki berbeda dengan bayi perempuan. Setelah itu, isi data diri ibu dan anak, termasuk bulan lahir anak, maka KMS siap digunakan.

KMS akan mulai digunakan langsung setelah bayi baru dilahirkan dan ditimbang. Tulis berat badan bayi di bawah kolom bulan saat penimbangan dan letakkan titik berat badan pada titik temu garis tegak (umur) dan garis datar (berat badan).

Kartu Menuju Sehat
Contoh Kartu Menuju Sehat terbaru untuk anak perempuan

Lakukan penimbangan berat badan anak setiap bulan, kemudian lakukan langkah yang sama serta gabungkan titik-titik temu tersebut dengan garis lurus. Catat juga setiap kejadian yang menyertai bayi saat penimbangan, misalnya anak sedang tidak nafsu makan atau diare maupun demam.

Status pertumbuhan anak biasanya ditandai dengan dua indikator, yakni ‘naik (N)’ atau ‘tidak naik (T)’. Pertumbuhan anak dikatakan naik bila grafik berat badannya (BB) mengikuti garis pertumbuhan. Anak juga dikatakan mengalami kenaikan bila BB-nya mengalami peningkatan dengan jumlah sama dengan kenaikan berat badan minimal atau lebih.

Sementara itu, pertumbuhan anak dikatakan tidak naik bila grafik BB anak mendatar atau menurun hingga memotong garis pertumbuhan di bawahnya atau kenaikan BB kurang dari KBM. Rujuk ke petugas kesehatan bila pertumbuhan anak dikatakan tidak naik dua kali berturut-turut atau kurva anak sudah menyentuh bawah garis merah (BGM).

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pentingnya-pemantauan-tumbuh-kembang-1000-hari-pertama-kehidupan-anak
Diakses pada 28 Desember 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/pemantauan-pertumbuhan-anak
Diakses pada 28 Desember 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/Pedoman-Penggunaan-KMS_SK-Menkes.pdf
Diakses pada 28 Desember 2019

Kementerian Kesehatan. https://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/Kartu%20Menuju%20Sehat%20KMS.pdf
Diakses pada 28 Desember 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed