Memahami Tumor Hati, Bisa Jinak Tapi Juga Bisa Bersifat Kanker

Tumor hati dapat bersifat jinak dan bersifat kanker
Ilustrasi tumor hati dalam tubuh Anda

Hati atau liver menjadi organ terbesar yang ada di tubuh. Organ ini memiliki banyak fungsi, mulai dari metabolisme zat gizi hingga mengeluarkan racun. Namun, seperti beberapa organ lain, hati juga bisa mengalami gangguan dalam menjalankan fungsinya.

Salah satu masalah pada hati yang bisa muncul adalah tumor hati. Tumor hati bisa bersifat jinak maupun ganas (kanker). Kenali tumor hati lebih jauh, serta penanganan yang dilakukan dokter apabila pasien menderita tumor hati yang ganas (kanker).

Memahami tumor hati dan jenis-jenisnya

Sesuai namanya, tumor hati terjadi ketika tumbuhnya tumor di organ hati atau liver. Pertumbuhan tumor hati tersebut dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor yang ganas bisa sangat berbahaya karena bersifat kanker.

1. Tumor hati jinak

Tumor jinak pada hati biasanya tidak menimbulkan gejala yang berarti, walau kadang dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri perut bagian atas. Tumor hati yang bersifat jinak terdiri atas beberapa macam. Beberapa contoh tumor hati yang jinak, yaitu:

  • Hemangioma
  • Adenoma hepatoselular (hepatic adenoma)
  • Hiperplasia fokal nodular.

Baik hemangioma, adenoma hepatoselular, maupun hiperplasia fokal nodular cenderung tidak menimbulkan gejala. Biasanya, dokter mengidentifikasi tumor hati ketika melakukan tes pencitraan untuk masalah lain.

2. Tumor ganas hati yang bersifat kanker

Menurut  dr. Tjhang Supardjo, M. Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS, yang merupakan dokter spesialis bedah di OMNI Hospitals Alam Sutera, sebagian besar kasus kanker hati terjadi karena metastasis. Artinya, kanker jenis ini muncul dari dari sel kanker atau tumor lain di dalam tubuh yang menyebar. Misalnya, sel kanker tersebut dapat berasal dari kanker usus besar, kanker payudara, kanker ovarium, kanker paru, hingga kanker prostat.

Walau begitu, kanker hati juga dapat bersifat primer atau memang berasal dari sel hati itu sendiri. Kanker hati primer yang paling sering ditemukan adalah karsinoma hepatoselular, atau yang sering disebut hepatoma.

Kanker hati dapat dideteksi sejak dini dengan bantuan dokter. Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mendeteksi kanker hati sejak dini, yaitu:

  • Memeriksakan diri ke dokter
  • Pemeriksaan USG hati
  • Pemeriksaan laboratorium hepatitis marker yaitu HBsAg, Anti HCV, dan anti HBS
  • Pemeriksaan laboratorium penanda tumor AFP (Alfa Feto Protein)
  • Pengambilan contoh jaringan hati untuk diperiksa, apabila ditemukan kelainan yang mencurigakan pada saat USG hati.

Gejala kanker hati

Gejala-gejala kanker hati biasanya baru terasa apabila kanker ini mencapai stadium lanjut. Beberapa gejala dari kanker hati, yaitu:

  • Penyakit kuning, di mana kulit dan bagian putih mata menjadi kuning
  • Sakit perut
  • Penurunan berat badan yang tidak biasa
  • Hati atau limpa yang membesar, atau mungkin keduanya
  • Pembengkakan di perut atau penumpukan cairan
  • Kelelahan
  • Mual dan muntah
  • Sakit punggung
  • Timbulnya rasa gatal
  • Demam
  • Perasaan penuh setelah makan, walau dengan porsi kecil.

Penyebab dan faktor risiko tumor hati yang jinak

Untuk adenoma hepatik, faktor risiko paling umum adalah penggunaan pil kontrasepsi estrogen jangka panjang. Kehamilan juga meningkatkan risiko tumor jinak ini, karena adanya rangsangan tubuh untuk mengeluarkan hormon tertentu.

Tumor fokal nodular diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan jumlah sel hepatosit pada hati. Tumor jinak hati lain, yakni hemangioma, belum bisa dipastikan dengan jelas penyebabnya.

Penyebab dan faktor risiko kanker hati

Virus hepatitis C
Ilustrasi virus Hepatitis C dalam hati

Masih belum jelas penyebab utama kanker hati. Hanya saja dalam beberapa kasus, kanker hati dapat disebabkan oleh:

  • Hepatitis B kronis
  • Hepatitis C kronis
  • Konsumsi alkohol
  • Nonalcoholic steatohepatitis (NASH).

Selain kemungkinan penyebab kanker hati di atas, beberapa faktor juga bisa meningkatkan risiko kanker hati. Misalnya:

  • Menderita hepatitis B atau C yang kronis
  • Sirosis hati
  • Penyakit hati turunan, seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson
  • Diabetes
  • Obesitas atau berat badan berlebih
  • Penyakit perlemakan hati non alkoholik
  • Terpapar racun jamur. Racun ini bisa terdapat pada makanan yang disimpan lama dalam udara yang panas dan lembap
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Penggunaan steroid anabolik dalam waktu lama
  • Penggunaan jarum suntik bergantian, termasuk pada pengguna narkoba suntik.

Diagnosis kanker hati oleh dokter

Dokter dapat mendiagnosis kanker hati dengan beberapa cara, seperti pemeriksaan darah, radiologi, hingga biopsi.

  • Pemeriksaan darah untuk mengidentifikasi fungsi hati yang tidak normal.
  • Pemeriksaan radiologi, dapat dilakukan dengan ultrasound (USG), CT-Scan, dan MRI.
  • Biopsi atau pengambilan contoh jaringan hati untuk diperiksa. Dokter akan memasukkan jarum tipis menembus kulit dan masuk ke hati untuk mendapatkan sampel jaringan. Kemudian jaringan hati diberikan ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel kanker.

Setelah dokter mendiagnosis kanker hati, dokter juga akan menentukan stadium kanker yang diderita pasien. Penentuan stadium kanker dapat dilakukan dengan dengan melihat ukuran, lokasi, dan penyebaran sel kanker.

Penanganan tumor hati yang jinak dan yang ganas

Proses kemoterapi untuk tumor ganas
Ilustrasi seorang wanita yang menjalani kemoterapi

Tumor hati yang jinak umumnya tidak memerlukan tindakan medis. Namun, pada kasus tumor yang membesar, tindakan bedah mungkin akan diperlukan untuk mengangkat hemangioma, hiperplasia fokal nodular, maupun adenoma hepatoselular.

Sementara itu, untuk tumor hati yang ganas atau kanker, penanganannya akan disesuaikan dengan stadium kanker, usia penderita, kondisi kesehatan umum, dan preferensi pasien. Beberapa pilihan penanganan kanker hati, berupa:

1. Operasi pengangkatan tumor

Dokter mungkin akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat kanker hati dan sebagian kecil dari jaringan hati yang sehat, apabila tumor tersebut cenderung kecil dan hati masih berfungsi dengan baik.

2. Operasi transplantasi hati

Transplantasi hati dilakukan dengan mengangkat bagian yang terkena kanker dan diganti dengan hati sehat dari pendonor. Transplantasi hati biasanya menjadi penanganan pilihan sebagian kecil penderita dengan kanker hati stadium awal.

3. Terapi ablasi

Terapi ablasi merupakan terapi yang dapat membunuh sel kanker di hati dan bukan merupakan tindakan pembedahan. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan panas, laser, terapi radiasi, atau dengan menyuntikkan alkohol langsung ke sel kanker.

4. Embolisasi

Embolisasi adalah tindakan memblokir suplai darah yang mengalir menuju sel kanker. Prosedur embolisasi dapat dilakukan dengan kombinasi dengan kemoterapi (kemoembolisasi) atau radiasi (radioembolisasi).

5. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan penanganan kanker dengan konsumsi obat-obatan. Kemoterapi bisa digunakan satu jenis atau dikombinasikan dengan jenis lain, sesuai dengan kebutuhan pasien.

6. Imunoterapi

Dikenal juga dengan terapi biologis, imunoterapi merupakan terapi yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan sistem imun tubuh untuk melawan sel kanker.

Diskusikan dengan dokter mengenai cara terbaik dalam menangani tumor hati Anda, baik yang jinak maupun yang ganas atau kanker.

Narasumber:
dr. Tjhang Supardjo, M. Surg, FCCS, Sp.B, FCSI, FInaCS, FICS
Dokter Spesialis Bedah
OMNI Hospitals Alam Sutera

OMNI Hospitals Alam Sutera

American Liver Foundation. https://liverfoundation.org/for-patients/about-the-liver/diseases-of-the-liver/benign-liver-tumors
Diakses pada 30 Maret 2020

American Society of Clinical Oncology. https://www.cancer.net/navigating-cancer-care/how-cancer-treated/immunotherapy-and-vaccines/understanding-immunotherapy
Diakses pada 30 Maret 2020

Healthline.https://www.healthline.com/health/hepatic-adenoma
Diakses pada 30 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/liver-hemangioma
Diakses pada 30 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy
Diakses pada 30 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172408
Diakses pada 30 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532244/
Diakses pada 30 Maret 2020

Artikel Terkait