Memahami Tahapan Perkembangan Motorik Kasar pada Anak

Merangkak termasuk keterampilan motorik kasar yang dipelajari anak pada tahun pertamanya
Merangkak termasuk keterampilan motorik kasar yang akan dipelajari anak

Melihat anak dapat bergerak dengan aktif dalam fase-fase awal perkembangannya bisa membuat orangtua merasa bahagia. Hal ini didorong oleh keterampilan motorik yang dimilikinya.

Keterampilan motorik adalah tindakan yang melibatkan koordinasi otot dan saraf. Salah satu keterampilan motorik yang akan dipelajari anak pada fase awal perkembangannya adalah motorik kasar. Lantas, apakah itu?

Apa itu motorik kasar?

Keterampilan motorik kasar adalah gerakan besar yang dilakukan oleh anak dengan menggunakan otot besar, seperti lengan, kaki atau badan. Umumnya, gerakan lebih luas dan energik. Merangkak, berjalan, berlari, dan melompat termasuk ke dalam motorik kasar.

Keterampilan motorik kasar biasanya berkembang lebih dulu sebelum keterampilan motorik halus. Setelah berkembangnya keterampilan otot-otot besar tersebut, barulah otot-otot kecil mulai berkembang. Keterampilan motorik kasar dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Keterampilan lokomotor: Keterampilan yang digunakan untuk memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain.
  • Keterampilan manipulatif: Keterampilan yang dilakukan untuk menggerakan suatu objek.
  • Keterampilan stabilitas: Keterampilan yang terkait dengan keseimbangan.

Satu hal yang perlu dicatat, setiap anak mungkin bisa berbeda-beda dalam mengembangkan keterampilan motoriknya. Sebagian anak bahkan dapat mengalami gangguan motorik sehingga menyebabkan kesulitan bergerak dengan terkendali atau terkoordinasi.

Perkembangan keterampilan motorik kasar anak

Keterampilan motorik kasar anak dapat berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Berikut contoh keterampilan motorik kasar yang terjadi pada fase perkembangan anak:

  • 3-6 bulan

Pada usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang umumnya dapat dilakukan adalah menahan kepalanya sendiri ketika dalam posisi duduk, mengangkat lengan dan kaki saat tummy time, serta berguling.

  • 6-12 bulan

Di usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang dikembangkan adalah dapat duduk tanpa disangga, merangkak, dan mencoba berdiri dari posisi duduk.

  • 1 tahun

Pada usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang bisa dilakukan adalah dapat berjalan dengan satu tangannya dituntun, naik ke kursi atau meja yang pendek, menaiki tangga dengan bantuan, dan menarik atau mendorong mainan beroda.

  • 2 tahun

Di usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang bisa ditunjukkan anak adalah dapat melompat menggunakan kedua kaki secara bersamaan dan berjalan sendiri meski masih kaku.

  • 3 tahun

Pada usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang umumnya dipelajari adalah dapat melempar bola pada orang dewasa yang berada tidak jauh darinya, berjalan tanpa terjatuh, dan naik sepeda roda tiga.

  • 4 tahun

Di usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang bisa mereka kuasai adalah berjalan menaiki tangga dengan kaki bergantian, berjalan lancar dengan adanya perubahan kecepatan, dan menangkap bola menggunakan lengan dan tubuhnya.

  • 5 tahun

Pada usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang bisa mereka tunjukkan adalah dapat melompat dengan satu kaki, melakukan jumping jacks (melompat dengan posisi lengan menepuk ke atas dan kaki membentang), naik dan turun tangga sambil membawa suatu benda, serta menangkap bola menggunakan dua tangan.

  • 6 tahun

Di usia ini, keterampilan motorik kasar anak yang umumnya dikuasai adalah dapat melompati benda setinggi 25 cm, mengendarai sepeda, melempar dengan akurat, dan menendang bola yang bergulir.

Mengembangkan keterampilan motorik kasar anak

Selain kemampuan alami anak, orangtua dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik kasar anak dengan mengajaknya bermain. Bermain menjadi cara yang efektif dalam merangsang motorik kasar karena anak akan menyukainya. Berikut aktivitas bermain yang bisa dilakukan:

  • Menari

Menari dapat menggerakan tangan, kaki, dan tubuh anak secara bersamaan. Meski tidak menunjukkan tarian yang indah, namun ini dapat membantu anak melakukan banyak gerakan tubuh. Bahkan lama kelamaan bisa membuatnya lebih luwes dan tak kaku. Anda dapat mengajak teman anak Anda untuk menari bersama atau mendaftarkan anak ke sanggar tari.

  • Bermain peran

Bermain peran dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar anak ketika mereka menggunakan tubuhnya untuk menirukan peran yang didapat. Misalnya, Anda dapat meminta anak berperan menjadi kangguru yang melompat-lompat, kuda yang berlari (bergerak cepat sambil merangkak), atau elang yang terbang (berlari sambil mengepakan kedua tangannya).

  • Melompat dengan trampolin

Melompat-lompat pada trampolin dapat mendorong keterampilan motorik kasar anak berkembang. Namun, pastikan trampolin aman digunakan oleh anak dan keamanan anak bermain trampolin pun terjaga.

  • Berjalan di sekitar lingkungan rumah

Mengajak anak berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah yang divariasikan dengan adanya jogging atau gerakan melompat, dapat membuat keterampilan motorik kasar anak terangsang. Hal ini juga dapat meningkatkan kedekatan Anda bersama anak.

  • Bermain di taman bermain

Berayun di ayunan, meluncur dari perosotan, dan memanjat di taman bermain dapat melatih keterampilan motorik kasar anak untuk berkembang. Bukan hanya itu, anak juga akan merasa bahagia dengan berbagai permainan yang ada.

Jika Anda merasa anak memiliki gangguan keterampilan motorik, sebaiknya segera periksakan mereka ke dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan terapi fisik atau berbagai perawatan lain untuk anak Anda.

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x6562/whats-the-difference-between-fine-motor-and-gross-motor-skills
Diakses pada 24 Desember 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-are-motor-skills-3107058
Diakses pada 24 Desember 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/gross-motor-skills-development-timeline-1257159
Diakses pada 24 Desember 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/gross-motor-skills-for-preschoolers-1257160
Diakses pada 24 Desember 2019

Artikel Terkait