Memahami Speech Delay pada Anak dan Cara Menanganinya

Salah satu cara mencegah speech delay adalah sering berbicara dengan anak
Seorang anak sedang bermain dengan orangtuanya

Speech delay adalah salah satu jenis gangguan komunikasi. Hal tersebut terjadi jika anak Anda tidak dapat memenuhi tonggak perkembangan bahasa untuk usia mereka, dengan kata lain anak Anda mungkin lebih lambat perkembangannya dalam berbicara, bila dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak lain.

Dalam hal ini, anak Anda mungkin juga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri sendiri atau memahami orang lain. Speech delay yang mereka alami juga dapat berpengaruh pada kemampuan berbicara, pendengaran, dan kognitif.

Apa saja gejala speech delay?

Jika anak Anda tidak bersuara atau mengeluarkan suara lain pada usia 2 bulan, itu bisa menjadi tanda awal dari speech delay. Pada usia 18 bulan, sebagian besar bayi dapat menggunakan kata-kata sederhana, seperti "mama" atau "papa." Berikut adalah tanda speech delay pada anak-anak:

  • Usia 2 tahun: ketidakmampuan menggunakan setidaknya 25 kata.
  • Usia 2,5 tahun: ketidakmampuan menggunakan frasa dua kata unik atau kombinasi kata benda.
  • Usia 3 tahun: ketidakmampuan menggunakan setidaknya 200 kata, tidak meminta sesuatu dengan nama, ucapan sulit dimengerti, bahkan jika Anda tinggal bersama sekalipun.
  • Usia di atas 3 tahun: tidak dapat mengucapkan kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya.

Adapun gejala umum yang menjadi pertanda speech delay pada anak, di antaranya:

  • Kesulitan mengikuti petunjuk
  • Pengucapan atau artikulasi yang buruk
  • Kesulitan menyatukan kata-kata dalam sebuah kalimat atau terbata-bata.

Penyebab speech delay pada anak

Speech delay pada anak memiliki banyak kemungkinan penyebab. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu faktor berkontribusi terhadap keterlambatan berbahasa ini.

Mungkin ada gangguan fisik yang menghambat anak Anda untuk membentuk kata-kata dengan benar atau mungkin ada masalah pemrosesan, yang berarti sistem komunikasi internal anak Anda tidak dapat membawa pesan antara otak bagian tubuh yang digunakan untuk berbicara secara efektif.

Jika Anda khawatir tentang kemungkinan adanya speech delay dalam keterampilan verbal anak Anda, kenali faktor-faktor berikut yang dapat berperan dalam keterlambatan bicara dan bahasa atau speech delay.

1. Adanya gangguan mulut

Bibir sumbing adalah salah satu contoh dari gangguan mulut yang dapat memengaruhi kemampuan bicara anak. Masalah lain yang bisa memengaruhi bicara adalah memiliki frenulum (lipatan di bawah lidah) yang pendek sehingga membatasi pergerakan lidah.

Kelainan-kelainan fisik seperti ini biasanya dapat diketahui dan diantisipasi secara cepat oleh dokter anak. Namun, dalam beberapa kasus, masalah ini ada yang terlambat disadari hingga Si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda speech delay.

2. Masalah pendengaran

Masalah pendengaran umumnya terkait dengan speech delay. Itulah sebabnya pendengaran anak harus diuji oleh dokter setiap kali ada kekhawatiran bicara. Seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran, mungkin juga mengalami kesulitan memahami pembicaraan di sekitarnya dan berbicara dengan suaranya sendiri.

Hal tersebut membuat mereka sulit untuk memahami dan menguasai kata-kata spesifik, yang kemudian membatasinya dalam meniru kata-kata dan menggunakan bahasa dengan lancar atau benar.

Tanda-tanda seorang anak yang mengalami gangguan pendengaran memang tidak tampak secara jelas. Namun, salah satu pertanda yang bisa terlihat adalah terjadinya speech delay.

3. Terjadi infeksi pada telinga

Umumnya, infeksi telinga yang telah sembuh tidak akan menimbulkan masalah bicara pada anak. Akan tetapi, infeksi telinga kronis dapat memengaruhi kemampuan berbicara Si Kecil.

Jenis infeksi ini ditandai oleh peradangan dan infeksi di telinga bagian tengah. Infeksi telinga mungkin sifatnya hilang timbul. Jika anak Anda termasuk dalam kategori tersebut, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

4. Masalah oral-motorik

Banyak anak yang mengalami speech delay memiliki masalah oral-motorik, seperti apraksia yang dapat merusak kemampuan motorik. Gangguan ini terjadi ketika ada masalah di area otak yang bertanggung jawab untuk menghasilkan ucapan.

Speech delay yang disebabkan oleh adanya masalah oral-motorik ini membuat seorang anak sulit dalam mengoordinasikan bibir, lidah, dan rahang yang digunakan untuk bicara. Selain itu, ada juga kemungkinan Si Kecil mengalami kesulitan makan.

5. Kurang stimulus

Terkadang lingkungan menjadi faktor seorang anak mengalami speech delay. Hal tersebut terjadi karena lingkungan di sekitar tidak memberikan stimulasi yang baik pada anak.

Mereka tidak pernah terlibat dalam pembicaraan atau percakapan apa pun. Oleh karena itu, lingkungan, khususnya orangtua, memainkan peran yang penting dalam perkembangan bicara atau bahasa anak.

Adakah cara menangani speech delay pada anak?

Dokter mungkin akan mempertimbangkan kemungkinan penyebab dari speech delay, mulai dari masalah pendengaran hingga gangguan perkembangan. Jika perlu, ia mungkin merujuk anak Anda ke ahli patologi bahasa, audiolog, atau dokter perkembangan anak.

Selain itu, orangtua juga berperan penting membantu seorang anak yang memiliki masalah speech delay. Berikut ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mendorong perkembangan bicara dan bahasa pada anak:

  • Bicaralah dengan anak Anda, bernyanyi, dan dorong peniruan suara dan gerak tubuh.
  • Bacakan buku untuk anak Anda. Mulailah membaca ketika anak Anda masih bayi. Cari buku-buku yang ceritanya ringan atau buku bergambar yang sesuai dengan usia.
  • Gunakan situasi sehari-hari. Untuk membangun kemampuan bicara dan bahasa anak Anda, bicaralah sepanjang hari. Beri nama makanan di toko kelontong, jelaskan apa yang Anda lakukan saat memasak atau membersihkan kamar, dan tunjukkan benda-benda di sekitar rumah.

Langkah-langkah di atas akan membantu membentuk kemampuan berbicara Si Kecil sejak dini. Jika bukan Anda yang mulai, siapa lagi?

Healthline. https://www.healthline.com/health/language-delay#outlook
Diakses pada 16 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#diagnosis
Diakses pada 16 Mei 2020.

Kidshealth. https://kidshealth.org/Nemours/en/parents/not-talk.html
Diakses pada 17 Mei 2020.

Verywellfamily. https://www.verywellfamily.com/causes-of-toddler-speech-delays-289665
Diakses pada 16 Mei 2020.

Artikel Terkait