Memahami Soal Denda BPJS Kesehatan hingga Rp30 Juta

Denda BPJS Kesehatan dapat diurus di kantor BPJS Kesehatan
Suasana kantor BPJS Kesehatan (credit: Shutterstock/Hariani Rahayu)

Masyarakat sempat dibuat heboh ketika ada ancaman denda BPJS Kesehatan senilai Rp30 juta bagi Anda yang telat bayar BPJS. Hal ini dinilai memberatkan di tengah kenaikan iuran BPJS yang mencapai 100 persen.

Padahal, ada beberapa hal yang harus Anda pahami terlebih dahulu terkait kabar yang satu ini. Pertama, aturan mengenai denda BPJS Kesehatan ini sebetulnya sudah tertuang dalam dasar hukum BPJS yang lama, yakni Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Sedangkan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 hanya mengatur besar iuran baru yang berlaku mulai 1 Januari 2020 lalu. Satu-satunya hal yang berbeda hanyalah nominal denda yang memang akan lebih besar dari sebelumnya.

Meski demikian, jangan panik dulu karena tidak semua peserta yang telat bayar BPJS Kesehatan harus membayar denda. Nah, kapan telat bayar BPJS mengharuskan Anda bayar denda dan kapan yang tidak?

Kapan telat bayar BPJS tidak berujung pada denda?

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, Anda tidak perlu membaya denda BPJS Kesehatan bila hanya telat bayar BPJS Kesehatan. Hanya saja, status kepesertaan Anda akan nonaktif sehingga Anda tidak bisa lagi menikmati fasilitas BPJS Kesehatan.

Pembayaran terakhir iuran BPJS sendiri harus dilakukan paling lambat setiap tanggal 10 setiap bulannya. Jika tidak, status peserta akan otomatis nonaktif dan tidak bisa digunakan lagi.

Nah, untuk mengaktifkan kembali kepesertaan ini, Anda hanya tinggal membayar besaran iuran selama bulan tertunggak. Jadi, misalnya Anda telat bayar BPJS mulai Januari hingga Februari 2020 (2 bulan), maka tunggakan yang harus Anda bayarkan ialah 2 x Rp160.000 = Rp320.000.

Berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, tunggakan maksimal yang harus Anda bayarkan adalah 24 bulan. Artinya, jika Anda menunggak lebih dari dua tahun, maka tunggakan yang harus Anda bayar hanya berjumlah 24 bulan dikali premi kelas Anda.

Pembayaran tunggakan ini dapat dilakukan oleh Anda sendiri maupun diwakilkan oleh orang lain. Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran tunggakan agar tidak terkena denda BPJS Kesehatan, Anda dapat menghubungi Care Center BPJS Kesehatan di nomor telepon 1500400 yang beroperasi selama 24 jam.

Kapan Anda harus membayar denda BPJS Kesehatan?

Sekalipun status kepesertaan Anda akan langsung aktif setelah membayar tunggakan, Anda tidak serta-merta dapat menggunakannya ketika Anda harus menjalani rawat inap. Anda terlebih dahulu harus menunggu sekurang-kurangnya 45 hari sebelum dapat kembali menikmati fasilitas BPJS yang satu itu agar tidak terkena denda BPJS Kesehatan.

Bila Anda langsung menjalani rawat inap dalam kurun 45 hari itu, BPJS Kesehatan akan memberlakukan denda dengan skema sebagai berikut:

  • Denda sebesar 2,5% dikali total biaya selama Anda rawat inap dikali jumlah bulan menunggak
  • Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 (dua belas) bulan
  • Besar denda paling tinggi adalah Rp 30.000.000.

Misalnya, Anda merupakan peserta BPJS Kelas 2 dengan nominal premi Rp110.000 per bulan dan telah menunggak selama dua bulan. Anda kemudian membayar tunggakan itu dan menggunakannya untuk rawat inap selama lima hari sebelum tenggat 45 hari berakhir dengan biaya rawat inap Rp5.000,000.

Maka, denda BPJS yang harus Anda tanggung adalah: 2,5% x 2 x Rp5.000.000 = Rp250.000.

Cara terbaik untuk menghindari denda BPJS Kesehatan adalah dengan selalu membayar iuran BPJS tepat waktu. Bila Anda merasa telat bayar BPJS, segera lunasi tunggakan Anda dan jangan menunggu hingga jatuh sakit terlebih dahulu.

BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/13
Diakses pada 12 Februari 2020

Perpres Nomor 82 Tahun 2018. http://www.jdih.kemenkeu.go.id/fullText/2018/82TAHUN2018PERPRES.pdf
Diakses pada 12 Februari 2020

Finance Detikcom. https://finance.detik.com/moneter/d-4765323/iuran-bpjs-kesehatan-naik-kalau-nunggak-didenda-hingga-rp-30-juta
Diakses pada 12 Februari 2020

Artikel Terkait