Memahami Sistem Perkemihan dan Penyakit yang Mengancamnya


Sistem perkemihan berfungsi untuk menyaring cairan pembuangan dan darah dalam tubuh, serta menghasilkan urine. Berikut adalah penjelasan lengkap seputar sistem perkemihan dan penyakit yang mengancamnya.

(0)
27 May 2020|Salis Annisa
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sistem perkemihan meliputi ginjal, ureter, uretra, renal pelvis, dan kandung kemihIlustrasi sistem perkemihan manusia
Sistem perkemihan terdiri dari beberapa organ, seperti ginjal, renal pelvis, ureter, kandung kemih, dan uretra. Sistem perkemihan berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia karena sistem ini berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine.Untuk memahami sistem perkemihan secara lebih rinci, simak penjelasan berikut ini.

Apa fungsi sistem perkemihan?

Sistem perkemihan berfungsi untuk menghasilkan urine dengan menyaring sisa pembuangan tubuh dan air berlebih dari darah. Urine kemudian akan disalurkan ke kandung kemih dengan melalui dua tabung tipis yang disebut ureter. Ketika kandung kemih penuh, Anda akan membuang urine melalui uretra.Selain itu, sistem perkemihan dan ginjal juga berfungsi untuk menghilangkan cairan pembuangan yang disebut dengan urea, serta menjaga keseimbangan air, natrium, dan kalium. Urea sendiri diproduksi saat makanan yang mengandung protein dipecah dalam tubuh.Sistem ini akan bekerja sama dengan kulit, usus, dan paru-paru untuk menjaga keseimbangan tersebut. Orang dewasa akan mengeluarkan sekitar dua liter cairan per hari. Jumlah ini bergantung dengan jumlah cairan yang diminum dan yang keluar melalui keringat serta pernapasan.

Gangguan kesehatan pada sistem perkemihan

Gangguan kesehatan pada sistem kemih meliputi kelainan atau kondisi yang memengaruhi ginjal, ureter, dan kandung kemih. Beberapa contoh gangguan sistem perkemihan, di antaranya kanker saluran kemih, ketidakmampuan mengontrol aliran urine, batu ginjal, gagal ginjal, hingga infeksi saluran kemih.Gejala dan pengobatannya tergantung pada gangguan kesehatan tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem kemih.

1. Penyakit ginjal kronis

Ginjal merupakan organ utama dari sistem perkemihan. Gangguan terhadap organ yang satu ini akan memengaruhi kesehatan Anda. Pada penyakit ginjal kronis, ginjal mengalami kerusakan dan tidak mampu menyaring darah dengan baik.Kerusakan ini dapat mengarah kepada pembentukan zat pembuangan dan masalah lainnya, termasuk gagal ginjal. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Ginjal yang terkena kondisi ini akan memiliki permukaan yang kasar dan terlihat lebih kecil.Kerusakan ginjal umumnya permanen. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat.Contohnya dengan menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah tetap sehat, melakukan olahraga secara teratur, menjaga berat badan sehat, berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras, serta rutin memeriksakan diri ke dokter.

2. Kehilangan kontrol kandung kemih

Masalah kesulitan mengendalikan kandung kemih umumnya muncul karena otot sfingter uretra terlalu lemah atau terlalu aktif. Akibatnya, cairan urine akan lebih mudah keluar ketika Anda bersin atau batuk. Kondisi ini disebut dengan inkontinensia urine (IU).Otot sfingter yang terlalu aktif bahkan dapat memicu keinginan untuk buang air kecil yang sangat kuat, tapi urine yang dikeluarkan sangat sedikit. Wanita umumnya dua kali lebih berisiko mengalami inkontinensia urine dibandingkan dengan pria. Kondisi ini semakin mungkin terjadi seiring bertambahnya usia. Cara mengatasi kondisi ini tergantung dengan tipe inkontinensia, penyebabnya, dan tingkat keparahannya. Inkontinensia urine umumnya diatasi dengan menggabungkan pengobatan dengan olah raga.Contohnya dengan melakukan latihan mengendalikan buang air kecil, olahraga otot panggul, pola makan yang membantu Anda mengembalikan kendali atas kandung kemih Anda, dan obat seperti antikolinergik.

3. Batu ginjal

Gangguan sistem perkemihan yang satu ini mungkin lebih populer di kalangan orang awam. Batu ginjal memproduksi urine untuk mengeluarkan cairan pembuangan. Batu ini dapat terbentuk saat mineral dan garam asam di dalam urine mengkristal, lalu saling menempel.Jika batu ginjal tersebut berukuran kecil, batu tersebut dapat keluar dengan mudah melalui sistem perkemihan. Sedangkan, batu yang lebih besar akan menyumpat saluran kemih. Kondisi ini akan menghambat keluarnya urine dan menimbulkan rasa nyeri.Cara mengatasi masalah batu ginjal disesuaikan dengan kondisinya. Batu ginjal berukuran kecil dapat diredakan dengan rutin minum air mineral sekitar tiga liter per hari, melakukan terapi medis, dan mengonsumsi obat penghilang nyeri.Sedangkan batu ginjal berukuran lebih besar biasanya dilakukan dengan operasi pengangkatan batu dan menggunakan gelombang suara untuk memecah batu.Itulah beberapa hal mengenai sistem perkemihan dan gangguan kesehatan yang mungkin mengancamnya. Menjaga kesehatan sistem perkemihan dengan baik penting untuk dilakukan, supaya fungsinya terjaga dan Anda terhindar dari beberapa penyakit tersebut.
kandung kemihinkontinensia urine
Hopkinsmedicine
https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/anatomy-of-the-urinary-system
Diakses 14 Mei
Livescience
https://www.livescience.com/27012-urinary-system.html
Diakses 14 Mei
Visiblebody
https://www.visiblebody.com/learn/urinary/urinary-system-pathologies-common-diseases-and-disorders
Diakses 15 Mei
Kidney fund
https://www.kidneyfund.org/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/#how_is_ckd_treated
Diakses 15 Mei
Mayoclinic
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-incontinence/diagnosis-treatment/drc-20352814
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/diagnosis-treatment/drc-20355759
Diakses 15 Mei
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait