Biasanya, siklus menstruasi yang normal berlangsung selama 28 hari
Memahami siklus menstruasi dapat mempermudah Anda dalam mengetahui masa subur atau merencanakan kehamilan

Masih banyak wanita yang belum begitu memahami hal-hal seputar siklus menstruasi. Padahal, pengetahuan tentang hal ini penting bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau sekedar ingin mengetahui masa subur Anda.

Dengan mengetahui lebih jauh mengenai siklus menstruasi, Anda juga bisa mengantisipasi gangguan pada kesehatan Anda, termasuk yang terjadi dalam periode sindrom pramenstruasi (PMS). Siklus menstruasi yang tidak teratur umumnya tidak berbahaya.

[[artikel-terkait]]

Siklus menstruasi terjadi saat ovarium lepaskan sel telur

Siklus menstruasi adalah perubahan yang terjadi di tubuh wanita setiap bulannya sebagai usaha tubuh untuk mempersiapkan kehamilan. Setiap bulannya, ovarium (indung telur) melepaskan sel telur. Proses ini lah yang dinamakan dengan ovulasi.

Di waktu yang sama, terjadi perubahan hormon di tubuh wanita untuk mempersiapkan uterus (rahim) untuk kehamilan. Jika ovulasi telah terjadi dan sel telur tidak dibuahi sperma, maka sebagian dinding rahim akan luruh, dan keluar melalui vagina. Proses ini lah yang biasa kita sebut dengan menstruasi.

Seperti apa siklus menstruasi yang normal?

Sebenarnya, kriteria siklus menstruasi yang normal bisa berbeda pada tiap wanita. Namun, secara umum, Anda dapat menggunakan acuan di bawah ini untuk memahami siklus menstruasi yang semestinya.

1. Dari segi waktu

Hari pertama siklus menstruasi dihitung dari hari pertama Anda terakhir kali mengalami menstruasi. Lalu, hari terakhir siklus, dihitung dari hari pertama menstruasi Anda berikutnya.

Rata-rata, siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Namun, siklus menstruasi yang berlangsung selama 21-35 hari, juga masih masuk dalam jangka waktu normal. Melihat perbedaannya yang begitu jauh, tidak heran jika kriteria siklus menstruasi yang normal antarwanita pun bisa jauh berbeda.

Berbagai hal dapat memengaruhi panjangnya siklus wanita seorang wanita. Salah satunya adalah usia.

Selama tahun pertama hingga tahun kedua setelah seorang wanita mulai mengalami menstruasi, waktu siklus menstruasinya cenderung lebih panjang. Lalu, seiring bertambahnya usia, lama-kelamaan siklus menstruasi menjadi lebih pendek dan teratur.

Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi, seperti pil KB dan spiral, bisa memengaruhi siklus menstruasi. Lamanya seorang wanita mengalami menstruasi juga dapat berbeda-beda.

Kebanyakan wanita mengalami menstruasi selama tiga hingga lima hari. Namun, menstruasi yang terjadi dalam dua hari hingga satu minggu, masih dianggap normal.

2. Volume darah menstruasi

Rata-rata, seorang wanita akan mengeluarkan darah sebanyak 15 hingga 90 ml saat menstruasi. Konsistensi darah yang keluar pun bisa sedikit cair atau sedikit kental disertai adanya gumpalan-gumpalan darah.

Tidak hanya berwarna merah gelap, darah menstruasi yang keluar pun ada yang berwarna sedikit kecoklatan atau merah muda.  

3. Gejala yang dialami

Beberapa gejala yang umumnya akan muncul saat siklus menstruasi antara lain:

  • Payudara terasa lebih lunak dan nyeri
  • Perut terasa tidak enak
  • Suasana hati menjadi lebih buruk
  • Muncul jerawat
  • Kram pada area perut bagian bawah dan punggung
  • Lebih sering lapar
  • Gangguan tidur

Bagaimana siklus menstruasi yang tidak normal?

Pada beberapa kasus, gangguan siklus menstruasi juga dapat menandakan adanya penyakit tertentu. Siklus menstruasi yang tidak normal, umumnya ditandai dengan tidak teraturnya menstruasi.

Namun, bukan berarti hal tersebut pasti menandakan Anda memiliki penyakit tertentu. Kondisi seperti kehamilan dan menyusui bisa membuat wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Telat menstruasi biasanya merupakan tanda awal kehamilan dan menyusui, dan umumnya akan menunda Anda kembali mengalami menstruasi, setelah persalinan.

Selain itu, kondisi menstruasi yang tidak teratur juga dapat disebabkan oleh:

  • Perubahan hormon di tubuh, akibat penyakit seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), atau sebab lainnya
  • Penyakit tertentu
  • Konsumsi obat tertentu
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Stres
  • Kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Presentase lemak tubuh terlalu sedikit, yang biasanya terjadi pada atlet maupun wanita yang mengalami gangguan makan
  • Tanda menopause

Namun perlu diingat, tidak semua gangguan siklus menstruasi, menyebabkan kelainan pada kondisi kesehatan wanita. Bisa saja, hal ini memang merupakan dampak dari cara kerja tubuhnya.

Meski begitu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila:

  • Anda berhenti menstruasi selama 90 hari, padahal tidak sedang hamil
  • Siklus menstruasi Anda tiba-tiba menjadi tidak teratur, padahal selama ini selalu teratur
  • Menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Darah yang keluar jauh lebih banyak dari biasanya, sehingga Anda perlu mengganti pembalut setiap jam
  • Anda mengalami perdarahan di tengah-tengah siklus menstruasi
  • Anda pusing disertai denyut nadi yang cepat
  • Anda merasakan nyeri yang hebat saat menstruasi
  • Anda tiba-tiba merasakan demam dan sakit setelah menggunakan tampon

Jangan menunda rencana pemeriksaan kondisi Anda ke dokter. Jika didiamkan, ada risiko penyakit yang menjadi penyebab terjadinya kondisi ini, terus berkembang semakin parah.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/menstrual-cycle/art-20047186
Diakses pada 9 Mei 2019

Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/menstruation/how-do-i-know-if-my-menstrual-cycle-normal
Diakses pada 9 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/normal-period
Diakses pada 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed