Siklus Menstruasi yang Normal dan Membedakannya dengan yang Tidak Normal

(0)
16 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
siklus menstruasi yang normal berlangsung selama 28 hariMemahami siklus menstruasi mempermudah Anda mengetahui masa subur dan merencanakan kehamilan
Masih banyak wanita yang belum begitu memahami tentang apa itu siklus menstruasi. Padahal, pengetahuan tentang hal ini penting bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau sekedar ingin mengetahui masa subur.Mengetahui lebih jauh mengenai siklus menstruasi juga membuat Anda bisa mengantisipasi gangguan pada kesehatan reproduksi Anda, seperti nyeri haid (PMS) yang tidak normal atau sindrom PCOS.

Apa itu siklus menstruasi?

Siklus menstruasi atau siklus haid adalah rentang waktu yang dibutuhkan oleh tubuh, untuk menjalani perubahan sebagai usaha untuk mempersiapkan kehamilan. Persiapan ini dilakukan setiap bulan, secara teratur, sehingga membentuk suatu siklus.Setiap bulannya, ovarium (indung telur) melepaskan sel telur. Proses ini dinamakan dengan ovulasi.Di waktu yang sama, terjadi perubahan hormon di tubuh wanita untuk menebalkan dinding uterus (rahim) demi mempersiapkan kehamilan.Jika ovulasi telah terjadi namun tidak terjadi pembuahan karena sel telur tidak dibuahi sperma, maka sebagian lapisan dinding rahim akan luruh dan keluar melalui vagina. Proses inilah yang biasa kita sebut dengan menstruasi atau haid.

Seperti apa siklus menstruasi yang normal?

Sebenarnya, kriteria siklus menstruasi yang normal bisa berbeda pada tiap wanita. Namun, secara umum, Anda dapat menggunakan acuan di bawah ini untuk memahami siklus menstruasi yang semestinya.

1. Dari segi waktu

Hari pertama siklus menstruasi dihitung dari hari pertama Anda terakhir kali mengalami menstruasi. Lalu, hari terakhir siklus, dihitung dari hari pertama menstruasi berikutnya. Misalnya, hari pertama menstruasi bulan lalu adalah tanggal 3, lalu hari pertama menstruasi bulan ini adalah tanggal 1, maka untuk mengetahui lama siklus menstruasi, Anda cukup menghitung jumlah hari dari tanggal 3 bulan lalu hingga tanggal 1 bulan ini.Rata-rata, siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Namun, siklus menstruasi yang berlangsung selama 21-35 hari juga masih masuk dalam jangka waktu normal. Melihat perbedaannya yang begitu jauh, tidak heran jika kriteria siklus menstruasi yang normal antarwanita pun bisa jauh berbeda.Berbagai hal dapat memengaruhi panjangnya siklus menstruasi seorang wanita. Salah satunya adalah usia.Selama tahun pertama hingga tahun kedua setelah seorang wanita mulai mengalami menstruasi, periode siklus menstruasinya cenderung lebih panjang. Lalu, seiring bertambahnya usia, lama-kelamaan wanita akan mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek dan teratur.Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi, seperti pil KB dan spiral, bisa memengaruhi siklus menstruasi. Lamanya seorang wanita mengalami menstruasi juga dapat berbeda-beda. Kebanyakan wanita mengalami menstruasi selama tiga hingga lima hari. Namun, menstruasi yang terjadi dalam 2 hingga 7 hari, masih dianggap normal.

2. Volume darah menstruasi

Normal atau tidaknya siklus menstruasi juga bisa dilihat dari volume darah yang keluar saat haid. Rata-rata, seorang wanita akan mengeluarkan darah sebanyak 15 hingga 90 ml selama masa ini berlangsung. Konsistensi darah yang keluar pun bisa sedikit cair atau sedikit kental disertai adanya gumpalan-gumpalan darah. Tidak hanya berwarna merah gelap, darah menstruasi yang keluar pun ada yang berwarna sedikit kecoklatan atau merah muda.  

3. Gejala yang dialami

Saat siklus menstruasi sudah akan berakhir, beberapa gejala pre menstrual syndrome (PMS) akan mulai muncul. Gejala yang dimaksud antara lain:
  • Payudara terasa lebih lunak dan nyeri
  • Perut terasa tidak enak
  • Suasana hati menjadi lebih buruk
  • Muncul jerawat
  • Muncul rasa sakit atau kram pada area perut bagian bawah dan punggung
  • Lebih sering lapar
  • Gangguan tidur

Bagaimana siklus menstruasi yang tidak normal?

Siklus menstruasi yang tidak normal, umumnya ditandai dengan haid yang tidak teratur. Gangguan ini bisa menandakan adanya penyakit tertentu bisa juga tidak. Sebab, kondisi normal seperti kehamilan dan menyusui bisa membuat wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur. Sementara itu, pada kondisi tidak normal, menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan oleh:
  • Perubahan hormon di tubuh, akibat penyakit seperti polycystic ovary syndrome (PCOS), atau adanya gangguan pada hormon estrogen
  • Penyakit tertentu
  • Konsumsi obat tertentu
  • Terlalu banyak berolahraga
  • Pola makan yang tidak sehat
  • Stres
  • Kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Presentase lemak tubuh terlalu sedikit, yang biasanya terjadi pada atlet maupun wanita yang mengalami gangguan makan
  • Tanda menopause
Meski tidak semua gangguan siklus menstruasi menandakan kelainan, Anda tetap disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter apabila:
  • Sudah berhenti menstruasi selama 90 hari, padahal tidak sedang hamil
  • Siklus menstruasi tiba-tiba menjadi tidak teratur, padahal selama ini selalu teratur
  • Menstruasi berlangsung lebih dari tujuh hari
  • Mengalami pendarahan yang jauh lebih banyak dari biasanya hingga perlu mengganti pembalut setiap jam
  • Mengalami perdarahan di tengah-tengah siklus menstruasi
  • Pusing disertai denyut nadi yang cepat
  • Merasakan nyeri yang hebat saat menstruasi
  • Tiba-tiba merasakan demam dan sakit setelah menggunakan tampon
Jangan menunda periksakan kondisi Anda ke dokter apabila siklus menstruasi Anda dirasa tidak normal. Jika didiamkan, risiko penyakit yang mungkin menjadi penyebab terjadinya kondisi ini dapat terus berkembang semakin parah.
siklus haidmenstruasipenyakit wanitakesehatan wanitagangguan menstruasipcos
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/menstrual-cycle/art-20047186
Diakses pada 9 Mei 2019
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/health-and-wellness/menstruation/how-do-i-know-if-my-menstrual-cycle-normal
Diakses pada 9 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/women/normal-period
Diakses pada 9 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait