Memahami Sibling Rivalry, Persaingan Saudara Kandung yang Bisa Berdampak Buruk

(0)
12 Mar 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Orangtua disarankan untuk bisa mencegah sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung.Sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung dapat terjadi di dalam keluarga.
Sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kandung dapat ditandai dengan perkelahian (verbal atau fisik), ejekan, berkompetisi untuk mendapatkan perhatian, hingga perasaan cemburu. Untuk menjaga keharmonisan kakak dan adik ini, orangtua perlu memahami berbagai penyebab dan cara mengatasi sibling rivalry.

Penyebab sibling rivalry yang sering tak disadari

Sebagai orangtua, Anda disarankan untuk peka terhadap berbagai faktor yang menyebabkan munculnya persaingan antarsaudara kandung sehingga solusinya bisa dicari.Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab sibling rivalry yang perlu Anda ketahui.

1. Perubahan besar dalam hidup

Sedang sibuk pindahan rumah, menunggu kelahiran adik baru, hingga perceraian orangtua adalah perubahan besar dalam hidup yang bisa membuat anak-anak merasa stres.Anak-anak cenderung akan meluapkan rasa stresnya kepada orang terdekat, baik itu adik atau kakaknya. Hal ini dapat menyebabkan konflik di antara mereka.

2. Rasa cemburu

Saat orangtua memberikan perhatian dan pujian lebih terhadap kakak, sang adik bisa merasakan kecemburuan. Rasa cemburu ini dapat memicu sibling rivalry di antara mereka.

3. Sering melihat orangtuanya bertengkar

Saat orangtua bertengkar untuk menyelesaikan masalah, anak-anak dapat mencontohnya. Misalnya, ketika sang kakak sedang memiliki masalah dengan adiknya, maka keduanya akan bertengkar untuk menyelesaikan masalah tersebut.Anda juga perlu memahami bahwa anak-anak belum mengertahui cara menyelesaikan konflik dengan baik.

4. Dinamika keluarga

Jika sang adik mengidap kondisi medis tertentu atau terlahir dengan kebutuhan khusus, tentu orangtua akan memberikan perhatian lebih kepadanya. Hal ini dipercaya bisa mengundang sibling rivalry di antara kakak dan adik.

5. Individualitas

Anak-anak memiliki kecenderungan alami untuk memisahkan diri dari orang lain, termasuk kakak dan adiknya. Individualitas ini dapat ditandai dengan berbagai macam "kompetisi”, misalnya siapa yang bisa membangun gedung balok paling tinggi, atau mengonsumsi paling banyak sayur. Individualitas ini diyakini dapat memicu sibling rivalry di antara mereka.

Cara mengatasi sibling rivalry agar keharmonisan kakak dan adik terjaga

Apa pun penyebabnya, orangtua harus tahu cara untuk mengatasi sibling rivalry yang terjadi di antara anak-anaknya sehingga keharmonisan kakak dan adik tetap terjaga.

1. Ajari mereka cara mengatasi konflik yang baik

Langkah pertama yang bisa dilakukan orangtua adalah mengajari anak-anaknya tentang cara mengatasi konflik yang baik. Misalnya, Anda bisa meminta sang kakak untuk mau mendengar opini adiknya dengan sabar.Menurut sebuah riset, hal ini akan membuat anak belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang positif.

2. Tebarkan keharmonisan di antara kakak dan adik

Jelaskan pada anak-anak bahwa keluarga adalah sebuah tim, di mana ayah, ibu, kakak, dan adik harus bekerja sama untuk mendapatkan keharmonisan di dalam rumah.Ingatkan juga pada mereka bahwa perkelahian di antara kakak dan adik tak hanya menyakiti perasaan mereka, tapi juga anggota keluarga lainnya.

3. Habiskan waktu bersama

Quality time bersama keluarga
Quality time bersama keluarga dapat cegah sibling rivalry
Menghabiskan waktu bersama keluarga, seperti saat makan malam atau bermain di luar rumah, dapat menjadi cara untuk memperkuat tali persaudaraan antara kakak dan adik.Momen-momen penuh rasa sayang ini akan membuat kakak dan adik memilih jalan yang lebih positif saat mereka sedang ada masalah.

4. Turun tangan jika konflik sibling rivalry semakin parah

Saat sibling rivalry sudah menunjukkan kekerasan fisik atau verbal, Anda disarankan untuk segera menjadi penengah untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.Ajaklah mereka untuk duduk bersama dan menceritakan apa masalahnya. Selain itu, tegaskan pada mereka bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar yang baik.

5. Menjadi pendengar yang baik

Jadilah pendengar yang baik saat kakak dan adik sedang berkonflik. Jangan hanya mendengarkan apa yang diceritakan oleh sang kakak saja. Anda juga harus mau mendengarkan apa yang diceritakan oleh si adik.Saat sedang mendengarkan cerita dari kedua sisi, jangan menginterupsi apalagi menghakimi. Biarkan mereka menyelesaikan ceritanya terlebih dahulu.Anak-anak akan merasa lebih baik dan tenang saat orangtuanya mau mendengar ceritanya dengan adil.

6. Tetap tenang saat mengatasi persaingan antar saudara

Saat kakak dan adik sedang menyelesaikan masalahnya, Anda disarankan untuk memerhatikan kondisinya dan tetap tenang. Ketika situasi memanas, Anda harus segera turun tangan.Ketenangan orangtua dalam menyelesaikan masalah ini dapat dicontoh oleh anak-anak sehingga mereka akan belajar untuk bisa menyelesaikan konflik dengan cara yang baik.

7. Buat peraturan yang harus dipatuhi tanpa kompromi

Untuk mencegah adanya kekerasan dalam sibling rivalry, orangtua perlu membuat peraturan yang harus dipatuhi tanpa kompromi.Misalnya, buatlah peraturan untuk tidak mengejek atau bertindak kasar saat kakak dan adik sedang berkonflik. Selain itu, Anda juga bisa membuat peraturan yang mengharuskan kakak atau adik saling mendengar opininya masing-masing.Jika mereka melanggar peraturan ini, Anda perlu membuat hukuman yang dapat membuat mereka berperilaku baik.

8. Menjadi panutan yang baik

Anak-anak akan memperhatikan dan belajar dari perlakuan orangtuanya. Maka dari itu, cobalah jadi panutan yang baik agar sibling rivalry di antara kakak dan adik tidak dipenuhi dengan kekerasan.Tunjukan pada anak-anak bahwa setiap masalah dapat diselesaikan dengan cara yang lebih positif. Nantinya, anak-anak akan mulai belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lembut dan penuh rasa sayang.

Catatan dari SehatQ

Orangtua perlu menyikapi sibling rivalry secara serius supaya persaingan tidak sehat ini tak terbawa hingga anak-anak beranjak dewasa.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingkesehatan anakparenting stress
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/sibling-rivalry#definition
Diakses pada 26 Februari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/solutions-for-sibling-fighting-and-rivalry-620104
Diakses pada 26 Februari 2021
Health Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/sibling-rivalry-tips-5-for-prevention-5-for-intervention/
Diakses pada 26 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait