Penyebab Keguguran, Ibu Hamil Wajib Tahu


Penyebab keguguran adalah adanya masalah dari ibu maupun janin, di antaranya adalah kelainan kromosom, penyakit kronis pada ibu, hingga kondisi twin-to-twin transfusion syndrome. Cara menjaga kehamilan untuk mencegah keguguran adalah dengan jaga asupan nutrisi dan mulai pola hidup sehat.

0,0
Penyebab keguguran di antaranya adalah masalah genetik hingga infeksi pada ibu hamilPenyebab keguguran tidak bisa sepenuhnya dicegah
Penyebab keguguran berasal dari faktor yang dibawa ibu atau pun janin yang dikandung.Keguguran bukanlah hal yang mudah dihadapi bagi seorang ibu, berapapun usia kehamilannya saat terjadi. Keguguran bukanlah hal yang jarang terjadi dalam kehamilan. Sebuah studi menunjukkan bahwa setidaknya 10-25% kehamilan yang sudah terdeteksi secara klinis akan berakhir dengan keguguran. Angka tersebut belum termasuk kehamilan yang belum terdeteksi.Keguguran didefinisikan sebagai berakhirnya kehamilan dengan sendirinya dalam 20 minggu pertama. Keguguran paling sering disebabkan oleh kejadian-kejadian di luar kendali calon ibu. Salah satunya adalah akibat kelainan kromosom janin yang tidak memungkinkan janin untuk tumbuh dan berkembang.Dari gabungan satu sel telur dan satu sel sperma, embrio terbentuk. Embrio kemudian harus membelah dari satu sel menjadi jutaan sel.Kelainan sangat mungkin terjadi dalam setiap tahap perkembangan embrio yang seringkali tidak memungkinkan embrio untuk bertahan hidup.

Penyebab keguguran

Berat badan yang tidak ideal mampu menjadi penyebab keguguran
Berat badan yang tidak ideal mampu menjadi penyebab keguguran
Umumnya, hal yang menyebabkan keguguran, termasuk penyebab keguguran hamil muda adalah:
  • Kelainan genetik, yakni adanya jumlah kromosom yang abnormal. Biasanya, ini menjadi penyebab keguguran hamil 1 bulan
  • Gangguan autoimun, seperti lupus, antitiroid, dan sindrom antifosfolipid
  • Masalah endokrin, seperti sindrom polikistik (PCOS), diabetes, hipertensi, penyakit yang berkaitan dengan tiroid
  • Infeksi pada ibu, misalnya infeksi herpes, campak, toksoplasmosis, rubella
  • Kelainan pada rahim atau leher rahim, kelainan pada rahim atau lemahnya jaringan leher rahim dapat meningkatkan risiko keguguran karena struktur yang tidak memungkinkan seorang bayi untuk berkembang.
  • Konsumsi obat-obatan yang berbahaya bagi janin
  • Berat badan yang kurang atau berlebihan.
  • Keracunan makanan
  • Pembukaan (dilatasi) rahim yang terlalu dini.
Biasanya, penyebab keguguran yang berasal dari ibu, seperti infeksi dan penyakit kronis terjadi saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko keguguran dari ibu

Minum alkohol meningkatkan risiko keguguran
Minum alkohol meningkatkan risiko keguguran
Selain faktor bayi, beberapa faktor dari ibu dihubungkan dengan peningkatan risiko keguguran, seperti:
  • Hamil pada usia 35 tahun ke atas merupakan salah satu yang bisa menyebabkan keguguran saat hamil muda. Hamil di usia tua memiliki risiko mengalami keguguran 20%. Risiko keguguran terus meningkat sampai 80% jika kehamilan terjadi pada usia 45 tahun.
  • Riwayat keguguran. Ibu yang pernah mengalami keguguran dua kali atau lebih secara berturut-turut lebih berisiko untuk mengalami keguguran selanjutnya.
  • Merokok, alkohol, dan narkoba. Ibu merokok hamil, aktif maupun pasif pada masa kehamilan, merupakan faktor penyebab keguguran hamil muda, begitu juga dengan konsumsi alkohol saat hamil dan narkoba.

Penyebab keguguran pada kehamilan kembar

Faktor risiko keguguran pada kehamilan kembar dan kehamilan tunggal sebenarnya sama.Namun, risiko keguguran pada kehamilan kembar disebut lebih tinggi daripada kehamilan tunggal karena jumlah janin yang berkembang lebih banyak.Ada beberapa kondisi terkait keguguran yang hanya terjadi pada kehamilan kembar, di antaranya:

1. Twin-to-Twin Transfusion Syndrome

Pada kehamilan kembar, dapat terjadi twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS), yaitu keadaan di mana salah satu bayi yang memberikan darah kepada kembarannya. Kondisi ini hanya terjadi pada kehamilan kembar identik dengan satu plasenta. TTTS dapat membahayakan nyawa kedua bayi dan meningkatkan risiko keguguran.

2. The Vanishing Syndrome

Di trimester pertama pada kehamilan kembar, di mana salah satu dari janin mengalami keguguran sedangkan kembarannya tidak.Dalam pemeriksaan lanjut, tidak ditemukan tanda-tanda janin yang sudah gugur karena sudah diserap sehingga seolah-olah salah satu janin “hilang”.

Cara menjalani kehamilan yang sehat untuk mencegah keguguran

Lakukan olahraga secara rutin untuk kurangi risiko keguguran
Lakukan olahraga secara rutin untuk kurangi risiko keguguran
Mencegah keguguran bukanlah suatu hal yang pasti. Namun, secara umum, Anda tetap dapat berusaha untuk mengoptimalkan kondisi agar kehamilan dapat berjalan dengan sehat dan lancar. Berikut beberapa tips untuk menjaga kehamilan Anda:
  • Konsumsi asam folat untuk ibu hamil 400 mg setiap hari, dimulai sejak 1-2 bulan sebelum hamil
  • Konsumsi diet yang seimbang
  • Berolahraga secara teratur
  • Belajar mengontrol stres
  • Periksakan kehamilan secara rutin
  • Hindari rokok, alkohol, dan narkoba
  • Minum multivitamin untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro
  • Hindari konsumsi kafein berlebih
  • Menjaga gula darah dan tekanan darah tetap normal
  • Konsumsi makanan bergizi
  • Hindari makanan yang menyebabkan keguguran, seperti makanan yang mentah atau setengah matang.

Pemeriksaan untuk mengurangi risiko keguguran

USG transvaginal mampu mendeteksi penyebab keguguran
USG transvaginal mampu mendeteksi penyebab keguguran
Memang, penyebab komplikasi kehamilan ini tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, misalnya pada kelainan genetik ataupun kondisi abnormal pada rahim.Namun, dengan pemeriksaan keguguran, hal yang menjadi penyebabnya pun bisa terdeteksi.Berikut ini adalah beberapa jenis prosedur yang bisa dijalani ibu hamil:
  • USG transvaginal atau pengecekan melalui alat kelamin
  • Pemeriksaan genetik
  • Mengecek adanya autoimun
  • Tes darah.

Catatan dari SehatQ

Penyebab keguguran, termasuk penyebab keguguran hamil muda bisa berasal dari ibu maupun janin. Meski tidak sepenuhnya bisa dihindari, setidaknya dengan menjalani gaya hidup sehat, Anda bisa mengurangi risiko komplikasi kehamilan ini.Cara-cara menjaga kehamilan tersebut akan lebih baik jika dilakukan sejak masa persiapan kehamilan sehingga tubuh Anda berada dalam kondisi optimal saat hamil.Selain itu, kesehatan ibu pun akan senantiasa terjaga hingga seusai persalinan.Perlu diketahui, Anda harus segera ke dokter bila Anda mengalami ciri-ciri keguguran, seperti:
  • Pendarahan pada vagina
  • Nyeri tak tertahankan saat buang air kecil
  • Muntah berat
  • Keputihan
  • Demam.
Bila Anda ingin melakukan tes untuk mengetahui penyebab keguguran hamil muda ataupun cara mencegah keguguran, Anda bisa rutin mengunjungi dokter kandungan terdekat Anda.Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait penyebab keguguran, Anda bisa konsultasikan dengan dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilan bayi kembartransfusion syndromemenjaga kehamilanhamilkehamilankeguguranmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilanibu hamilabortus
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/miscarriage/
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/baby/4-common-causes-miscarriage#1
Diakses pada Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pregnancy-loss-miscarriage/symptoms-causes/syc-20354298.
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait