Memahami Prosedur Cabut Gigi Geraham dan Risikonya


Cabut gigi geraham maupun geraham bungsu dilakukan jika kerusakan yang terjadi tidak lagi bisa diperbaiki dengan penambalan ataupun perawatan lainnya. Manfaat cabut gigi adalah untuk mengembalikan fungsi rongga mulut seperti semula.

(0)
09 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cabut gigi geraham dilakukan jika gigi sudah tidak bisa dirawat lagiCabut gigi geraham diperlukan jika kondisi gigi sudah rusak parah
Cabut gigi geraham dilakukan saat opsi perawatan lain seperti tambal dan perawatan saluran akar tidak lagi bisa dilakukan. Tindakan ini juga akan dilakukaan sebelum pemasangan kawat gigi, jika ada gigi bungsu yang miring, dan alasan medis lainnya. Dengan melakukan pencabutan gigi, maka sumber masalah di rongga mulut bisa hilang dan perawatan lanjutan yaitu pemasangan gigi palsu ataupun kawat gigi bisa dilakukan.Cabut gigi geraham digolongkan ke dalam dua tipe, yakni pencabutan sederhana dan operasi gigi. Pencabutan sederhana dilakukan ketika gigi geraham sudah sepenuhnya keluar dari gusi sehingga bisa dikeluarkan secara utuh.Sementara itu, cabut gigi geraham bisa dilakukan dengan jalan operasi bila kondisi gigi lebih rumit, contohnya tertutup gusi pada gigi geraham ketiga (gigi bungsu). Apa pun prosedur cabur gigi yang Anda lakukan, pastikan untuk membicarakan risikonya dan penanganan yang tepat setelah gigi dicabut. 

Manfaat cabut gigi geraham

Manfaat cabut gigi geraham bisa meradakan infeksi dan melancarkan perawatan gigi lainnya
Manfaat cabut gigi geraham ada beragam
Menjalani pencabutan gigi geraham akan memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan rongga mulut Anda, seperti:

1. Melancarkan perawatan kawat gigi

Bagi Anda yang ingin merapikan gigi, misalnya dengan menggunakan kawat gigi, cabut gigi geraham kecil (premolar) biasanya menjadi salah satu prosedur awal yang harus Anda jalani. Kawat gigi biasanya dilakukan untuk merapikan gigi yang berjejal. Gigi bisa berjejal karena ruangan di lengkung rahang, kurang besar untuk menampung seluruh gigi. Sehingga, agar gigi bisa bergerak ke arah yang benar saat didorong oleh kawat, salah satunya harus dicabut.

2. Meredakan infeksi gigi

Infeksi gigi pada dasarnya adalah gigi yang berlubang akibat bakteri (bukan  patah atau keropos karena benturan atau zat makanan maupun kimia). Kondisi ini biasanya ditandai dengan gigi busuk dan kerusakan yang merata hingga ke akar, sehingga tidak lagi bisa dirawat dengan penambalan ataupun perawatan saluran akar.Saat kedua perawatan tersebut sudah tidak lagi bisa dilakukan, cabut gigi menjadi solusi terakhir agar infeksi tidak terus menerus berlangsung dan ikut merusak gigi-gigi di sekitarnya. Pencabutan gigi akibat infeksi idealnya diikuti dengan perawatan lanjutan, yaitu pemasangan gigi palsu

3. Mencegah masalah akibat gigi geraham bungsu yang tumbuh miring

Gigi geraham bungsu adalah gigi yang terakhir tumbuh, biasanya pada usia 17-21 tahun. Pada banyak kasus, rahang tidak memiliki ruang yang cukup untuk menampungnya, sehingga saat harus keluar, gigi ini akan tumbuh miring (impaksi gigi bungsu).Saat hal ini terjadi, gigi tersebut bisa membuat gigi di depannya terdorong hingga menimbulkan nyeri, pipi bagian dalam tergores, membuat makanan jadi lebih mudah tersangkut, dan memicu infeksi dan pembengkakan.Dokter gigi biasanya akan menyarankan gigi geraham bungsu yang tumbuh miring untuk dicabut, bahkan sebelum gigi tersebut menimbulkan gangguan. Pencabutan akan membantu meredakan sakit gigi yang sering timbul akibat impaksi gigi bungsu.

4. Mengurangi risiko infeksi saat menjalani perawatan medis tertentu

Saat seseorang akan menjalani perawatan medis tertentu seperti transplantasi organ, perawatan gigi adalah salah satu hal yang tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan diskusi lebih lanjut dengan tim dokter yang merawat soal kondisi pasien sebelum perawatan gigi dilakukan. Pasalnya, perawatan tersebut berpotensi melemahkan sistem imun.Sehingga, dokter biasanya menyarankan orang yang akan menjalani operasi transplantasi organ untuk merawat semua gangguan giginya, termasuk dengan cabut gigi geraham, sebelum operasi dilakukan.Jika pencabutan gigi dilakukan setelah operasi transplantasi dilakukan, risiko terjadinya komplikasi dan infeksi pascapencabutan akan lebih tinggi.

5. Melancarkan perawatan periodontitis

Meski gigi geraham Anda baik-baik saja, kadang jaringan maupun tulang yang ada di sekitarnya mengalami peradangan hingga infeksi atau dikenal dengan periodontitis. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan penyangga gigi, termasuk tulang dan gusi mengalami kerusakan parah, membuat gigi menjadi sangat goyang.Apabila gigi yang goyang tersebut sudah tidak lagi dapat diselamatkan dengan prosedur lain seperti splinting, maka dokter dapat menyarankan pasiennya untuk menjalani prosedur cabut gigi geraham. Hal ini akan membantu melancarkan perawatan yang diperlukan untuk periodontitis.

Prosedur cabut gigi geraham

Prosedur cabut gigi geraham
Cabut gigi geraham bisa dilakukan dengan dua cara
Prosedur cabut gigi geraham akan sangat tergantung pada jenis pencabutan yang harus Anda jalani, yakni cabut gigi sederhana atau operasi gigi.

1. Cabut gigi geraham sederhana

Pada prosedur ini, Anda akan disuntik cairan anestesi lokal yang hanya akan membuat kebas area di sekitar gigi geraham yang akan dicabut. Tidak jarang, sebelum menusukkan jarum suntik ke gusi, dokter akan mengoleskan salep khusus yang akan membuat kebas gusi tersebut.Selama menjalani cabut gigi sederhana ini, Anda masih dalam kondisi sadar, tapi tidak akan merasakan sakit. Alat cabut gigi geraham yang digunakan dokter juga sangat sederhana, yakni elevator untuk meregangkan gigi dan forsep untuk melepaskan gigi dari akarnya.

2. Operasi gigi

Ketika dokter memutuskan Anda untuk operasi gigi, anestesi yang akan digunakan merupakan kombinasi dari bius lokal dan intravena (untuk membuat Anda rileks). Dalam kondisi tertentu, dokter bisa memberi bius total yang akan membuat Anda tidak sadarkan selama menjalani cabut gigi geraham.Lewat prosedur ini, gusi Anda akan dibedah agar dokter memiliki akses yang lebih baik pada gigi. Dokter juga bisa mengangkat tulang atau memotong gigi terlebih dahulu sebelum mencabut gigi geraham Anda.

Mungkinkah terjadi komplikasi setelah cabut gigi geraham?

Setelah cabut gigi geraham pipi bisa bengkak beberapa hari
Setelah cabut gigi geraham, pipi berisiko bengkak
Merupakan hal yang normal jika Anda mengalami sedikit pendarahan selama 1-2 hari di area bekas cabut gigi geraham. Begitu juga jika gigi terasa bengkak, nyeri, serta Anda tidak bisa membuka mulut lebar-lebar. Biasanya keluhan ini akan hilang dalam 1-2 minggu.Anda pun mungkin akan mengalami perubahan tertentu pada mulut, tergantung dari gigi geraham bawah atau atas yang dicabut. Perubahan tersebut meliputi:
  • Setelah cabut gigi geraham atas, tulang penyangga gigi mungkin akan ikut retak dan terasa nyeri yang tak kunjung membaik sehingga Anda harus kembali mengunjungi dokter bedah mulut untuk memperbaikinya. Kendati demikian, komplikasi ini sangat jarang terjadi.
  • Setelah cabut gigi geraham bawah, Anda mungkin akan merasa kebas, nyeri, atau seperti kesemutan di sekitar lidah, bibir, dan dagu. Keluhan ini bisa hanya sementara, namun bisa juga permanen karena geraham bagian bawah terletak di dekat banyak urat saraf.
Untuk menghindari ini, dokter gigi biasanya menyarankan Anda melakukan pemindaian sinar X sebelum melakukan cabut gigi geraham, terutama geraham bawah. Ketika dokter menilai Anda berisiko tinggi mengalami komplikasi di atas, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis bedah mulut untuk operasi gigi.
kesehatan gigisakit gigigigi bungsuimpaksi gigi bungsu
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327170
Diakses pada 22 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/pulling-a-tooth-tooth-extraction
Diakses pada 22 Juni 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/wisdom-tooth-extraction/about/pac-20395268
Diakses pada 22 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/tooth-extraction
Diakses pada 22 Juni 2020
NHS. https://www.england.nhs.uk/mids-east/wp-content/uploads/sites/7/2017/07/pt-info-leaflet-extractions.pdf
Diakses pada 22 Juni 2020
National Institute of Dental and Craniiofacial Research. https://www.in.gov/isdh/files/OrganTransplantProf.pdf
Diakses pada 7 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait