Memahami Perkembangan Sosial Anak Berusia 1-5 Tahun

(0)
09 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perkembangan sosial anak usia dini dapat dirangsang dengan bantuan orangtuanya.Perkembangan sosial anak usia dini akan semakin terasah seiring bertambahnya usia Si Kecil.
Perkembangan sosial anak usia dini tidak kalah penting dari perkembangan fisik, motorik, ataupun kognitifnya. Seiring bertambahnya usia anak, kemampuan sosialnya akan semakin terasah, sehingga ia mampu mengerti tentang perasaannya sendiri, bersimpati terhadap perasaan orang lain, dan belajar untuk berinteraksi dengan cara yang baik.

Tahap perkembangan sosial anak usia 1-5 tahun

Perkembangan sosial adalah proses ketika anak-anak belajar untuk berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya.Keterampilan sosial yang baik memungkinkan anak-anak untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan teman sebayanya.Tidak hanya itu, riset sudah membuktikan, anak-anak yang dibekali dengan kemampuan sosial yang baik dapat terhindar dari perasaan stres saat berada di daycare. Itulah sebabnya orangtua disarankan untuk tidak menomorduakan perkembangan sosial anak di bawah ini.
  • 1 tahun

Saat mencapai usia 1 tahun, kemampuan sosial Si Kecil akan mulai terlihat saat ia berinteraksi dengan orang-orang di sekitar. Perkembangan sosial sudah mulai terlihat saat ia ingin memulai komunikasi dengan orang yang ada di dekatnya, seperti menunjuk benda yang diinginkan dan menyuarakan ekspresinya.Selanjutnya, Si Kecil sudah bisa menyapa dengan senyuman atau tangisan (sesuai dengan mood-nya), terutama pada wajah-wajah yang familiar, seperti ayah, ibu, kakek, nenek, atau asisten rumah tangga (ART) yang setiap hari merawatnya.Kemudian, anak berusia 1 tahun sudah bisa menunjukkan keinginannya untuk berinteraksi dengan orang lain. Biasanya, ia akan memulai "obrolan" dengan memberikan mainan kesukaannya pada Anda. Situasi ini dapat menjadi kesempatan bagi Ayah dan Bunda dalam mengajari Si Kecil untuk berbagi.
  • 2 tahun

Saat menginjak usia 2 tahun, anak-anak akan melihat dunianya secara eksklusif hanya dari kebutuhan dan keinginannya. Sebab, ia belum bisa mengerti perasaan orang lain dan akan berasumsi bahwa setiap orang memiliki perasaan dan keinginan yang sama dengannya.Namun jangan berpikiran bahwa Si Kecil memiliki sifat "egois". Nyatanya, anak-anak seusianya pun juga sedang berada di fase yang sama seperti anak Anda.Selanjutnya, anak berusia 2 tahun sudah bisa meniru perilaku orangtuanya. Misalnya, ia akan membawa boneka kesayangannya ke tempat tidur dan berpura-pura memberinya makan. Tidak hanya itu, ia pun juga bisa meniru suara dan intonasi orangtuanya.Orangtua jangan kaget ketika anak sudah mulai mempertahankan "wilayahnya". Ini adalah usia ketika anak-anak akan memperebutkan mainan dan tidak mau berbagi dengan teman sebayanya. Jika hal ini terjadi, orangtua disarankan untuk menjadi panutan yang baik sehingga si anak akan mulai meniru contoh baik dari ayah dan ibunya.Berbagai aktivitas ini akan membuat Si Kecil belajar untuk mengerti perasaan dan keinginan orang lain.
  • 3 tahun

Saat berulang tahun yang ketiga, perkembangan keterampilan sosial anak usia dini akan semakin terlihat. Sifat egoisnya akan mulai menghilang dan ia juga akan terlihat lebih mandiri karena merasa identitasnya sudah lebih kuat.Terlebih lagi, si anak sudah bisa lebih mengerti perasaan anak-anak yang lainnya. Pada fase ini, ia mulai mampu menunjukkan sifat solidaritas, kerja sama saat sedang bermain dengan temannya, dan mau berbagi mainan. Si Kecil pun sudah mampu meminta dengan baik jika ia ingin meminjam mainan dari temannya.Pada masa ini juga, anak-anak sudah bisa memilih teman-teman yang ia sukai. Saat hubungan pertemanan ini terjalin, Si Kecil akan menyadari bahwa dirinya memiliki keunikan sendiri yang membuatnya dapat disukai oleh teman lainnya. Dengan begitu, rasa percaya dirinya akan meningkat.
  • 4 tahun

Perkembangan sosial anak akan meningkat seiring bertambahnya usia Si Kecil
Perkembangan sosial anak dapat dibangun lewat kegiatan seru di luar rumah
Di usia 4 tahun, perkembangan sosial anak akan semakin matang, mengingat ia akan bersiap-siap untuk masuk taman kanak-kanak (TK).Kini, ketertarikannya dalam bermain dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya akan meningkat. Seorang ahli menyatakan, usia 4 tahun adalah waktu yang cocok untuk memperkenalkan anak terhadap ekstrakulikuler yang mendukung interaksi sosial.Saat mencapai usia 4 tahun, anak juga sudah mengerti konsep berbagi dan menunggu giliran untuk bermain. Dalam proses ini, Si Kecil akan belajar untuk bernegosiasi, hingga mencari solusi secara verbal.Kemudian, ia juga sudah mampu menunjukkan rasa sayang kepada orang di dekatnya, seperti memeluk atau mencium ayah dan ibunya.
  • 5 tahun

Saat Si Kecil sudah berusia 5 tahun, ketertarikannya untuk mencari teman baru akan semakin tinggi, bukan hanya orang-orang di lingkarannya. Anak pun akan keluar dari zona nyamannya dan mencari teman baru lain. Perkembangan sosial pada usia 5 tahun sangatlah penting, karena kemampuan sosial akan berpengaruh terhadap kehidupannya di TK.Persahabatan menjadi salah satu hal terpenting untuk anak berusia 5 tahun. Ia juga akan memilih teman baik yang dapat dipercaya.Ditambah lagi, ia akan belajar untuk membuat teman-temannya senang, mampu menyetujui peraturan, dan ingin menjadi seperti teman-teman sebayanya.

Cara merangsang perkembangan sosial anak

Perkembangan sosial anak dapat dirangsang dengan bantuan orangtua
Bantulah anak untuk merangsang perkembangan sosialnya
Ayah dan Bunda dapat melakukan berbagai tips di bawah ini untuk merangsang perkembangan sosial anak.
  • Berbicara dan menatap matanya

Berbicara dengan anak dan menatap matanya dapat merangsang perkembangan sosial anak. Cobalah untuk bertanya pada Si Kecil, meskipun ia belum mampu menjawabnya.
  • Jadilah orangtua yang empati

Jika ingin anak-anak memiliki sifat empati, tentunya Anda harus menjadi panutan yang baik juga. Jadilah orangtua yang empati dan lakukanlah hal-hal positif di depan anak.
  • Ajak anak bersosialisasi

Mengajak anak ke luar rumah adalah salah satu cara untuk merangsang perkembangan sosialnya. Dengan begitu, ia dapat bertemu dengan teman sebayanya.
  • Jangan paksakan Si Kecil

Jika memang tidak menyukai situasi sosial tertentu, janganlah paksakan Si Kecil  untuk bertahan di sana. Biarkan anak Anda keluar dari "tempat persembunyiannya" secara natural saja.

Catatan dari SehatQ

Jadikan perkembangan sosial anak sebagai prioritas, jangan hanya mementingkan perkembangan motorik atau kognitifnya. Jika Anda ingin bertanya mengenai kemampuan sosial anak dan pengertian sosial emosional lebih lanjut, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
tips parentingkesehatan anakanak sekolahgaya parenting
Parents. https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/development/social/social-development-milestones-ages-1-to-4/
Diakses pada 26 Januari 2021
Scanva. https://www.scanva.org/support-for-parents/parent-resource-center-2/social-development-in-children/
Diakses pada 26 Januari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/seven-social-skills-for-kids-4589865
Diakses pada 26 Januari 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Social-Development-2-Year-Olds.aspx
Diakses pada 26 Januari 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/Pages/Social-Development-in-Preschoolers.aspx#:~:text=At%20age%20three%2C%20your%20child,just%20playing%20side%20by%20side.
Diakses pada 26 Januari 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/5-year-old-developmental-milestones-620713
Diakses pada 26 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait