Mengenal Demensia Vaskuler yang Umum Menyerang Lansia


Demensia atau pikun pada lansia sering dikaitkan dengan Alzheimer. Namun demensia vaskuler atau penurunan fungsi otak ternyata memiliki penyebab yang berbeda. Demensia umumnya disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah pada otak.

0,0
12 Jun 2019|Anita Djie
Demensia vaskuler menyebabkan pikun pada lansia akibat dari rusaknya pembuluh darah pada otakSalah satu penyebab pikun pada lansia adalah penyakit demensia vaskuler
Penyakit yang sering diasosiasikan dengan kaum lansia adalah demensia atau penurunan fungsi otak. Salah satu jenis demensia adalah demensia vaskuler (vascular dementia). Kondisi ini, dilhat dari penyebabnya, berbeda dengan demensia lain seperti yang dipicu oleh penyakit Alzheimer. Demensia vaskuler sendiri merupakan penyebab kedua demensia pada lansia setelah Alzheimer.Simak penjelasan lebih lanjut mengenai vascular dementia mulai dari penyebab, gejala, dan penanganannya berikut ini.[[artikel-terkait]]

Apa itu demensia vaskuler?

Demensia vaskuler adalah gangguan fungsi otak yang terjadi karena rusaknya pembuluh darah pada otak. Kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah otak yang dimaksud dapat berupa terhalangnya atau pecahnya pembuluh darah.Hal inilah yang menjadi pembeda antara vascular dementia dengan demensia pada umumnya. Demensia biasanya disebabkan oleh faktor lain seperti cedera, tumor, penumpukan cairan di otak (hidrosefalus), gangguan hormon, dan sejumlah penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, serta penyakit Creutzfeldt-Jakob.

Penyebab demensia vaskuler

Salah satu hal yang dapat memicu kondisi ini adalah stroke. Stroke yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah arteri dapat memicu demensia vaskuler. Kadang-kadang gejala stroke juga tidak dirasakan dan malah meningkatkan risiko terjadinya demensia vaskuler. Beberapa kondisi seperti penuaan dini pada pembuluh darah (aterosklerosis), diabetesperdarahan pada otak, penuaan, dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah di otak.
demensia vaskuler
Stroke adalah salah satu penyebab demensia vaskuler

Gejala demensia vaskuler

Gejala demensia vaskuler sangat bergantung pada daerah otak mana yang mengalami kerusakan pada pembuluh darahnya. Gejala demensia vaskuler akan sangat terlihat jelas jika demensia vaskuler disebabkan oleh stroke.Beberapa tanda-tanda dari demensia vaskuler adalah rasa gelisah, masalah pada memori, depresi atau apatis, kesulitan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, cara berjalan yang tidak imbang, dan berkurangnya kemampuan untuk mengatur pemikiran dan perilaku.Penurunan lain yang dialami adalah penurunan dalam kemampuan menganalisis situasi, mengembangkan suatu rencana yang efektif, dan mengkomunikasikan rencana tersebut kepada orang lain. Selain itu, penderita dapat mengalami keinginan yang sering dan mendadak untuk buang air kecil atau tidak mampu untuk menahan buang air kecil, kesulitan dalam berkonsentrasi dan fokus, serta merasa kebingungan.

Demensia vaskuler versus penyakit Alzheimer

demensia vaskuler
Demensia vaskuler disebabkan oleh gangguan pembuluh darah, sementara Alzheimer disebabkan oleh kerusakan sel-sel otak
Kedua kondisi ini hampir serupa dan bahkan terkadang muncul secara bersamaan. Namun, penyebab dari keduanya berbeda. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, demensia vaskuler disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah. Sementara itu, penyakit Alzheimer mungkin disebabkan oleh kerusakan dan kematian sel-sel otak karena adanya plak beta-amyloid yang muncul di antara sel atau karena adanya kekusutan protein Tau dalam sel. Berdasarkan perkembangan gangguan, demensia vaskuler dapat berkembang secara bertahap seperti penyakit Alzheimer. Akan tetapi, umumnya penurunan fungsi kognitif pada demensia vaskuler dapat langsung terlihat dan bisa saja terjadi setelah stroke. Penyakit Alzheimer lebih bertahap dan tidak langsung berbarengan dengan adanya kesulitan secara fisik. Pada penderita vascular dementia, kesulitan fisik biasanya dirasakan diiringi dengan penurunan fungsi kognitif.

Apa saja yang dapat meningkatkan risiko demensia vaskuler?

Anda lebih mungkin untuk mengalami demensia vaskuler seiring dengan bertambahnya usia. Vascular dementia pada usia di bawah 65 tahun merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko Anda mengalami jenis demensia yang satu ini, antara lain:
  • Kolesterol yang tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Penuaan pembuluh darah yang abnormal (aterosklerosis)
  • Denyut jantung abnormal (fibrilasi atrial)
  • Obesitas 
Jika Anda pernah mengalami stroke, serangan jantung, ataupun stroke ringan, risiko Anda mengalami demensia vaskuler meningkat. Begitu juga jika Anda merokok, karena merokok dapat merusak pembuluh darah.

Apakah ada cara mengobati demensia vaskuler?

pengobatan demensia vaskuler
Pengobatan demensia vaskuler lebih untuk meringankan gejala
Sementara ini, tidak pengobatan untuk demensia vaskuler, tetapi terdapat penanganan untuk mencegah kondisi ini semakin bertambah parah. Beberapa medikasi atau obat hanya diberikan untuk meringan gejala atau dampak fisik dan emosional yang diakibatkan oleh demensia ini.Selain itu, perubahan gaya hidup dan modifikasi lingkungan di rumah mampu membantu meringankan gejala yang dialami oleh penderita demensia vaskuler dan membantu penderita untuk beraktivitas. Beberapa terapi juga bisa membantu penderita untuk melanjutkan kehidupannya, seperti:
  • Fisioterapi untuk kesulitan dalam bergerak
  • Terapi psikologis untuk menstimulasi fungsi kognitif penderita
  • Terapi okupasi untuk membantu penderita melakukan hal-hal praktis, berupa berganti baju, dan sebagainya
  • Relaksasi seperti terapi pijat dan sebagainya
  • Terapi bahasa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi penderita

Pencegahan demensia vaskuler

Pencegahan demensia vaskuler dapat dilakukan dengan berhenti merokok, melakukan olahraga, mencegah dan mengontrol diabetes, menjaga tekanan darah normal pada lansia, dan memeriksa kadar kolesterol. Pada dasarnya, pencegahan demensia vaskuler juga dapat mencegah timbulnya penyakit lainnya yang terkait yakni stroke dan penyakit jantung. Gunakan layanan live chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mendapat saran medis terbaik seputar keluhan yang Anda alami. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.
demensiapikunalzheimergangguan lansialansiakesehatan lansia
Alzheimer’s Association.
https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-alzheimers
Diakses pada 29 April 2019
Alzheimer’s Society.
https://www.alzheimers.org.uk/about-dementia/types-dementia/vascular-dementia
Diakses pada 29 April 2019
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vascular-dementia/symptoms-causes/syc-20378793
Diakses pada 29 April 2019
NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/dementia/about/
Diakses pada 29 April 2019
Verywell Health.
https://www.verywellhealth.com/the-differences-between-alzheimers-vascular-dementia-98750
Diakses pada 29 April 2019
WebMD.
https://www.webmd.com/alzheimers/types-dementia#1
Diakses pada 29 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait