Penyebab Demensia Vaskuler dan Bedanya dengan Alzheimer

Demensia vaskuler menyebabkan pikun pada lansia akibat dari rusaknya pembuluh darah pada otak
Salah satu penyebab pikun pada lansia adalah penyakit demensia vaskuler

Penyakit yang sering diasosiasikan dengan kaum lansia adalah demensia atau penurunan fungsi otak. Penyakit Alzheimer kadang dianggap sebagai penyebab dari demensia, padahal masih terdapat penyebab lain dari demensia.

Salah satu jenis demensia, yaitu demensia vaskuler tidak dipicu oleh penyakit Alzheimer dan merupakan penyebab kedua dari demensia yang paling umum terjadi setelah penyakit Alzheimer.

[[artikel-terkait]]

Penyebab demensia vaskuler

Demensia vaskuler merupakan kondisi rusaknya pembuluh darah pada otak yang mengakibatkan berkurangnya fungsi otak untuk menyuplai oksigen dan nutrisi secara efektif. Rusaknya pembuluh darah dapat berupa terhalangnya atau pecahnya pembuluh darah.

Salah satu hal yang dapat memicu kondisi ini adalah stroke. Stroke yang menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah arteri dapat memicu demensia vaskuler. Kadang-kadang gejala stroke juga tidak dirasakan dan malah meningkatkan risiko terjadinya demensia vaskuler.

Beberapa kondisi seperti penuaan dini pada pembuluh darah (aterosklerosis), diabetesperdarahan pada otak, penuaan, dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah atau mengakibatkan kerusakan jangka panjang pada pembuluh darah di otak.

Tanda-tanda demensia vaskuler

Gejala demensia vaskuler sangat bergantung pada daerah otak mana yang mengalami kerusakan pada pembuluh darahnya. Gejala demensia vaskuler akan sangat terlihat jelas jika demensia vaskuler disebabkan oleh stroke.

Beberapa tanda-tanda dari demensia vaskuler adalah rasa gelisah, masalah pada memori, depresi atau apatis, kesulitan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan, cara berjalan yang tidak imbang, dan berkurangnya kemampuan untuk mengatur pemikiran dan perilaku.

Penurunan lain yang dialami adalah penurunan dalam kemampuan menganalisis situasi, mengembangkan suatu rencana yang efektif, dan mengkomunikasikan rencana tersebut kepada orang lain.

Selain itu, penderita dapat mengalami keinginan yang sering dan mendadak untuk buang air kecil atau tidak mampu untuk menahan buang air kecil, kesulitan dalam berkonsentrasi dan fokus, serta merasa kebingungan.

Demensia vaskuler versus penyakit Alzheimer

Kedua kondisi ini hampir serupa dan bahkan terkadang muncul secara bersamaan. Namun, penyebab dari keduanya berbeda.

Demensia vaskuler disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah, sementara penyakit Alzheimer mungkin disebabkan oleh kerusakan dan kematian sel-sel otak karena adanya plak beta-amyloid yang muncul di antara sel atau karena adanya kekusutan protein Tau dalam sel.

Berdasarkan perkembangan gangguan, demensia vaskuler dapat berkembang secara bertahap seperti penyakit Alzheimer. Akan tetapi, umumnya penurunan fungsi kognitif pada demensia vaskuler dapat langsung terlihat dan bisa saja terjadi setelah stroke.

Penyakit Alzheimer lebih bertahap dan tidak langsung berbarengan dengan adanya kesulitan secara fisik. Pada penderita demensia vaskuler, kesulitan fisik biasanya dirasakan diiringi dengan penurunan fungsi kognitif.

Apa saja yang dapat meningkatkan risiko demensia vaskuler?

Anda lebih mungkin untuk mengalami demensia vaskuler seiring dengan bertambahnya usia. Demensia vaskuler pada usia di bawah 65 tahun merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Beberapa kondisi medis dapat meningkatkan risiko Anda mengalami demensia vaskuler.

Kondisi medis seperti kolesterol yang tinggi, tekanan darah yang tinggi, diabetes, penuaan pembuluh darah yang abnormal (aterosklerosis), denyut jantung abnormal (fibrilasi atrial), dan obesitas dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami demensia vaskuler.

Jika Anda pernah mengalami stroke, serangan jantung, ataupun stroke ringan, risiko Anda mengalami demensia vaskuler meningkat. Begitu juga jika Anda merokok, karena merokok dapat merusak pembuluh darah.

Apakah ada cara mengobati demensia vaskuler?

Sementara ini tidak pengobatan untuk demensia vaskuler, tetapi terdapat penanganan untuk mencegah demensia vaskuler semakin bertambah parah. Beberapa medikasi atau obat hanya diberikan untuk meringan gejala atau dampak fisik dan emosional yang diakibatkan oleh demensia vaskuler.

Selain itu, perubahan gaya hidup dan modifikasi lingkungan di rumah mampu membantu meringankan gejala yang dialami oleh penderita demensia vaskuler dan membantu penderita untuk beraktivitas. Beberapa terapi juga bisa membantu penderita untuk melanjutkan kehidupannya, seperti:

  • Fisioterapi untuk kesulitan dalam bergerak
  • Terapi psikologis untuk menstimulasi fungsi kognitif penderita
  • Terapi okupasi untuk membantu penderita melakukan hal-hal praktis, berupa berganti baju, dan sebagainya
  • Relaksasi seperti terapi pijat dan sebagainya
  • Terapi bahasa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi penderita

Pencegahan demensia vaskuler

Pencegahan demensia vaskuler dapat dilakukan dengan berhenti merokok, melakukan olahraga, mencegah dan mengontrol diabetes, menjaga tekanan darah tetap normal, dan memeriksa kadar kolesterol.

Pada dasarnya pencegahan demensia vaskuler juga dapat mencegah timbulnya penyakit pada jantung Anda.

Artikel Terkait

Banner Telemed