Skizofrenia paranoid membuat penderitanya kesulitan untuk memilah antara yang nyata dan tidak nyata
Penderita skizofrenia paranoid mengalami kecemasan dan rasa takut akibat delusi

Skizofrenia paranoid sebenarnya adalah istilah yang sama dengan skizofrenia tetapi secara spesifik menonjolkan salah satu gejala, yaitu sikap paranoid.

Sikap paranoid yang ditunjukkan akibat delusi (keyakinan yang tidak tergoyahkan dari sesuatu yang tidak benar atau tidak berdasarkan realita) yang dialami oleh penderita skizofrenia. Penderita skizofrenia paranoid memiliki kecurigaan yang tidak beralasan mengenai orang-orang sekitarnya.

Memahami penderita skizofrenia paranoid

Penderita skizofrenia paranoid mengalami kecemasan dan rasa takut akibat delusi yang dialami dan memiliki kesulitan untuk memilah antara yang nyata dan tidak nyata. Hal ini dapat merusak hubungan penderita skizofrenia paranoid dengan teman dan keluarganya.

Saat penderita skizofrenia paranoid mulai percaya bahwa orang-orang di sekitarnya akan melukainya, penderita akan mulai mengisolasi dirinya dan bahkan tidak ingin keluar dari rumah. Terkadang penderita juga dapat mengalami halusinasi seperti mendengar suara-suara.

Ada suatu stereotip di masyarakat yang mengaitkan kekerasan dengan penderita skizofrenia, tetapi sebenarnya penderita tidak akan melakukan kekerasan kecuali ketika merasa terancam dan marah.

Biasanya kekerasan dan kemarahan yang dialami oleh penderita skizofrenia paranoid hanya ditunjukkan di rumah dan kepada keluarga saja.

Apa yang menyebabkan gangguan skizofrenia paranoid?

Penyebab dari gangguan skizofrenia paranoid belum diketahui secara pasti, tetapi skizofrenia paranoid dapat dipengaruhi oleh faktor genetik karena bisa diturunkan dalam keluarga. Namun, tidak semua anggota keluarga yang memiliki kerabat yang mengalami skizofrenia paranoid juga akan menderita gangguan tersebut.

Selain faktor genetik, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang dapat mengalami gangguan skizofrenia paranoid, yaitu:

  • Memiliki kadar oksigen yang rendah saat masa kelahiran
  • Terinfeksi virus selum lahir atau saat bayi
  • Mengalami kekerasan saat masa kanak-kanak
  • Adanya keanehan pada otak
  • Berpisah atau kehilangan orangtua saat masih anak-anak

Penanganan penderita skizofrenia paranoid

Penderita skizofrenia paranoid harus mendapatkan penanganan khusus dari dokter dan ahli kesehatan mental. Penderita dapat diberikan obat-obatan untuk mengatasi delusi dan halusinasi yang dialami. Penanganan dengan medikasi baru akan terasa sekitar tiga sampai enam minggu, beberapa medikasi baru akan menunjukkan efeknya saat 12 minggu sudah berlalu.

Selain medikasi, penderita skizofrenia dapat mengikuti psikoterapi. Salah satunya adalah terapi perilaku kognitif yang dapat membantu penderita untuk memisahkan delusi maupun halusinasi yang dialami dengan kenyataan.

Bila skizofrenia paranoid sudah parah, biasanya penderita akan dirujuk untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Bagaimana cara membantu penderita skizofrenia paranoid?

Jika teman atau kerabat Anda menderita skizofrenia paranoid, Anda tidak perlu takut dan menjauhinya. Anda tetap dapat berteman dan membantu penderita untuk mengatasi gangguan skizfrenia paranoid yang dialami.  Terdapat beberapa cara yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Selalu mengingatkan penderita skizofrenia paranoid akan tujuannya untuk menjadi lebih baik.
  • Temani dan bantu penderita skizofrenia paranoid untuk berdiskusi dengan dokter dan ahli kesehatan mental.
  • Mencari tahu dan memahami kondisi gangguan skizofrenia paranoid yang dialami oleh penderita.
  • Mendukung penderita skizofrenia paranoid untuk mengikuti komunitas dengan orang-orang yang mengalami hal yang serupa. Penderita dapat saling mendukung dan berdiskusi dengan satu sama lainnya.
  • Melakukan aktivitas untuk menangani stres dan relaksasi bersama-sama, seperti yoga, meditasi, dan sebagainya.
  • Saat penderita skizofrenia paranoid berhalusinasi dan/atau berdelusi, jangan berargumen dengan penderita dan meninggalkannya sendirian, tetapi sampaikan pandangan Anda mengenai apa yang Anda persepsikan. Anda dapat merujuk penderita untuk menemui dokter dan ahli kesehatan mentalnya.
  • Penderita skizofrenia paranoid memiliki kemungkinan untuk melakukan bunuh diri, karenanya selalu peka akan tanda-tanda bahwa penderita mungkin akan melakukan bunuh diri. Jika penderita mencoba melakukan percobaan bunuh diri, jangan tinggalkan penderita. Segera telepon dokter dan ahli kesehatan mental.
  • Selalu bersosialisasi dan menemani penderita skizofrenia paranoid. Anda bisa menanyakan kabarnya sesekali atau makan bersama penderita.
  • Selalu menjaga kesehatan mental dan fisik Anda agar Anda dapat membantu penderita skizofrenia paranoid secara optimal.

Pengertian, kesabaran, dan dukungan dari Anda sangat dibutuhkan oleh penderita skizofrenia paranoid untuk dapat menangani gangguan yang dialami. Anda juga dapat mencari tahu lebih banyak lagi mengenai gangguan skizofrenia paranoid untuk dapat membantu penderita.

Healthline. https://www.healthline.com/health/schizophrenia/paranoid-schizophrenia#causes-and-risk-factors
Diakses pada 05 September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/schizophrenia/guide/schizophrenia-paranoia#1
https://www.webmd.com/schizophrenia/schizophrenia-and-family#1
Diakses pada 15 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed