Memahami Mastisis dan Tindakan Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Mastitis adalah infeksi payudara yang sering terjadi pada masa menyusui
Mastitis atau infeksi payudara dapat terjadi pada ibu menyusui

Secara harfiah, mastitis adalah infeksi payudara. Mastitis dapat menyebabkan payudara Anda terasa nyeri, kemerahan, bengkak, terasa terbakar, hingga demam.

Pada umumnya, mastitis terjadi pada masa menyusui. Kondisi ini juga bisa muncul pada wanita yang tidak menyusui ataupun laki-laki. Untuk mencegah terjadinya mastitis, ada beberapa cara efektif yang bisa Anda lakukan.

Mastitis adalah infeksi payudara

Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang sering disebabkan oleh masuknya bakteri dari mulut bayi ke saluran payudara melalui celah puting susu. Namun, mastitis bisa juga hanya peradangan payudara tanpa infeksi.

Kondisi ini merupakan masalah umum yang terjadi saat menyusui, bahkan dialami hingga 20% ibu menyusui. Mastitis bisa muncul kapan saja selama menyusui, namun lebih sering timbul pada enam minggu pertama setelah kelahiran bayi.

Selain disebabkan karena masuknya bakteri ke dalam payudara, mastitis juga diakibatkan karena ibu menyusui tidak mengeluarkan ASI dari payudara secara teratur. Hal ini menyebabkan terjadinya pembengkakan pada payudara dan saluran payudara tersumbat sehingga terjadi mastitis. Bukan hanya itu, mastitis juga dapat dipengaruhi oleh:

  • Stres
  • Kelelahan
  • Nutrisi yang buruk
  • Bra yang ketat atau bra menyusui yang tidak pas
  • Olahraga berat

Pada wanita sehat, mastitis lebih jarang terjadi. Namun, wanita yang memiliki penyakit kronis, diabetes, gangguan sistem kekebalan tubuh, ataupun AIDS, lebih rentan mengalami masalah ini. Komplikasi mastitis berpotensi menyebabkan terbentuknya kumpulan abses atau nanah di payudara Anda sehingga memerlukan tindakan operasi. Oleh sebab itu, segera berkonsultasi pada dokter jika Anda merasa terkena mastitis.

Cara mencegah mastitis

Mencegah terjadinya mastitis penting dilakukan agar Anda terhindar dari berbagai gejala infeksi payudara yang terasa menyakitkan, terutama saat menyusui. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya mastitis, seperti:

  • Sering menyusui terutama ketika payudara terasa penuh
  • Biarkan bayi Anda mengosongkan ASI pada satu payudara sebelum beralih ke payudara yang lain
  • Lakukan perubahan posisi dari satu menyusui ke menyusui berikutnya
  • Pastikan mulut bayi Anda menempel dengan benar pada payudara ketika menyusu
  • Menyusui dari kedua payudara
  • Biarkan puting yang sakit atau pecah-pecah mengering
  • Tidak menggunakan bra yang ketat
  • Hindari dehidrasi dengan minum banyak cairan
  • Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, membersihkan puting, dan menjaga bayi tetap bersih
  • Hindari stres ataupun kelelahan karena dapat mengakibatkan sistem kekebalan tubuh melemah sehingga tidak dapat melawan infeksi mastitis

Dengan melakukan pencegahan, Anda dapat menghindari terjadinya mastitis. Selain beberapa hal di atas, ada anggapan bahwa beberapa makanan tertentu dapat dikonsumsi untuk mencegah terjadinya mastitis. Benarkah demikian?

Makanan untuk mencegah mastitis

Makanan yang mengandung lecithin disarankan untuk dikonsumsi untuk membantu mencegah saluran payudara tersumbat yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi payudara. Lecithin adalah zat alami yang ditemukan dalam kuning telur, kedelai, biji-bijian, kacang-kacangan, daging, makanan laut, sayuran hijau, dan susu.

Namun, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan karena makanan-makanan yang mengandung lecithin juga tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Selain melalui makanan, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen lecithin. Akan tetapi, selalu konsultasikan pada dokter sebelum Anda mencoba suplemen tersebut.

Selain lecithin, terdapat makanan lain yang baik untuk Anda konsumsi selama menyusui. Ketika menyusui, Anda memerlukan banyak energi dan nutrisi. Untuk itu, konsumsi berbagai nutrisi berikut akan sangat membantu:

  • Kalsium

Anda memerlukan kalsium sebagai bahan utama dalam ASI. Sumber kalsium yang baik dapat Anda temukan dalam susu, keju, yogurt, dan susu kedelai. Selain itu, kalsium juga dapat melindungi kekuatan tulang Anda.

  • Protein

Protein menjadi sumber makanan yang baik dikonsumsi selama menyusui karena memiliki manfaat bagi perkembangan bayi. Protein dapat ditemukan dalam daging, ikan, ayam, telur, dan kacang-kacangan.

  • Zat besi

Selama menyusui, Anda perlu membangun kembali cadangan zat besi yang banyak dihabiskan pada masa kehamilan. Mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, ayam, ikan, roti gandum, sereal, dan sayuran berdaun hijau dapat meningkatkan zat besi dalam tubuh Anda.

  • Vitamin

Pada masa menyusui, kebutuhan Anda akan vitamin juga menjadi meningkat. Vitamin baik untuk kesehatan Anda dan bayi. Anda dapat mengonsumsi vitamin C, seperti buah jeruk, tomat, dan kentang. Selain itu, konsumsi vitamin A, seperti brokoli, wortel, dan labu, juga diperlukan.

  • Air

Selama menyusui, banyak wanita yang merasa sangat haus. Minumlah sebanyak 8-10 gelas sehari agar Anda tetap terhidrasi. Hindari minuman yang mengandung kafein karena dapat berpengaruh pada ASI yang menyebabkan bayi diare.

Selama masa menyusui, Anda harus menjaga kesehatan dengan cukup mengonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi. Jika kesehatan terjaga, maka Anda akan terhindar dari berbagai penyakit seperti infeksi payudara atau mastitis. Oleh sebab itu, selalu terapkan pola hidup sehat agar kesehatan Anda dan bayi selalu terjaga.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mastitis/symptoms-causes/syc-20374829
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/breast-infection#1
Diakses pada Juli 2019

Vey Well Family. https://www.verywellfamily.com/mastitis-treating-and-preventing-a-breast-infection-431583
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/lecithin-breast-feeding#4
Diakses pada Juli 2019

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/breastfeeding-and-your-diet
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed