Memahami Lebih Dalam Penyakit Paru-paru Bronkopneumonia

Bronkopneumonia merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri
Diagnosis bronkopneumonia harus diwaspadai oleh pasiennya

Jika bicara masalah penyakit paru-paru, kata bronkopneumonia mungkin tidak akan terlintas di pikiran Anda. Ya, penyakit ini memang belum begitu familiar di masyarakat. Namun, tahukah Anda? gejala bronkopneumonia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gangguan pernapasan lainnya.

Bronkopneumonia adalah salah satu jenis pneumonia. Berbeda dengan pneumonia yang menyerang alveoli (kantung udara) di paru-paru, penyakit ini terjadi pada area yang lebih luas lagi, yaitu alveoli dan bronki.

Lebih jauh tentang bronkopneumonia

Untuk lebih mudah mengenal bronkopneumonia, akan lebih mudah jika Anda memahami terlebih dahulu bentuk dan fungsi paru-paru. Pada paru-paru, terdapat bronkus yang merupakan cabang dari trakea sebagai saluran udara.

Bronkus kiri masuk ke paru-paru kiri, dan bronkus kanan masuk ke paru-paru kanan. Bronkus lalu bercabang menjadi bronkiolus. Di ujung bronkiolus, terdapat alveoli yang merupakan kantung udara.

Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada alveoli. Infeksi ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, hingga jamur. Pneumonia menyebabkan alveoli menjadi terisi oleh cairan atau nanah sehingga penderitanya menjadi sesak napas, demam, dan batuk berdahak.

Bronkopneumonia serupa dengan pneumonia. Hanya saja, infeksi tidak hanya terjadi di alveoli namun juga di bronkus. Infeksi ini umumnya hanya tersebar di satu sisi paru, namun dapat juga menginfeksi kedua sisi paru.

Penyakit ini dapat bersifat ringan atau berat. Pada beberapa kasus, bronkopneumonia bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana bronkopneumonia bisa terjadi?

Saat daya tahan tubuh Anda sedang menurun, maka tubuh pun menjadi rentan terkena serangan bakteri, virus, maupun organisme penyebab penyakit lainnya. Hal inilah yang terjadi pada bronkopneumonia.

Daya tahan tubuh yang lemah membuat bakteri penyebab bronkopneumonia, seperti Klebsiella pneumonia, Streptococus pneumonia, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa menjadi mudah menyerang.

Padahal, dalam kondisi normal ketika imunitas tubuh sedang baik, bakteri tersebut tetap ada di tubuh, namun tidak menyebabkan penyakit atau gangguan tertentu.

Selain karena bakteri, bronkopneumonia juga bisa disebabkan oleh jamur dan virus. Bronkopneumonia yang disebabkan oleh bakteri dan jamur, tidaklah menular karena pada kondisi normal, organisme tersebut memang sudah ada di tubuh.

Namun, jika disebabkan oleh virus, barulah penyakit ini bisa menular. Virus penyebab bronkopneumonia adalah virus di saluran napas atas yaitu virus Influenza, rhinovirus dan coronavirus.

Meski begitu, orang yang tertular tidak serta merta akan terkena penyakit yang sama. Orang yang tertular tersebut biasanya hanya akan menunjukkan gejala pilek atau infeksi saluran napas atas (ISPA).

Barulah pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah, virus penyebab bronkopneumonia ini bisa juga menyebabkan penyakit yang sama atau pneumonia.

Ini tanda dan gejala bronkopneumonia

Gejala utama bronkopneumonia, yaitu batuk yang tidak kunjung sembuh dan dahak yang kian hari kian banyak. Warna dahak yang keluar pun menjadi kuning atau kehijauan disertai demam yang semakin tinggi.

Selain itu, kondisi-kondisi di bawah ini juga bisa muncul sebagai gejala bronkopneumonia:

  • Pilek
  • Sesak napas
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri dada
  • Batuk berdarah
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala.

Gejala tersebut akan terasa semakin parah dalam waktu 1 hari sampai 2 minggu, namun juga dapat membaik dengan sendirinya bila daya tahan tubuh masih kuat.

Pada kasus bronkopneumonia yang semakin parah, akan terjadi gangguan pertukaran udara di paru sehingga darah yang dialirkan menjadi kekurangan oksigen. Hal ini bisa membuat kadar oksigen di tubuh menurun drastis, hingga menyebabkan gagal napas.

Jika hal tersebut sampai terjadi, tidak menutup kemunginan akan menyebabkan penurunan kesadaran karena otak kekurangan oksigen.

Kekurangan oksigen berat juga dapat menyebabkan gangguan di organ-organ tubuh, seperti ginjal, hati dan saluran pencernaan. Pada kondisi terparah, bronkopneumonia dapat menyebabkan kematian.

Waspadai faktor risiko bronkopneumonia

Rokok merupakan faktor risiko bronkopneumonia
Merokok merupakan faktor risiko bronkopneumonia

Faktor yang meningkatkan risiko terjadinya bronkopneumonia adalah kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan daya tahan tubuh berkurang, seperti:

  • Kurang tidur
  • Kurang asupan makan bergizi
  • Kurang terkena sinar matahari
  • Memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Selain itu, penyakit ini juga lebih rentan terjadi pada balita serta lansia yang berusia di atas 65 tahun. Beberapa penyakit juga membuat penderitanya lebih rentan terkena bronkopneumonia, seperti:

Beberapa pengobatan dapat juga menyebabkan daya tahan tubuh turun seperti obat kemoterapi dan terapi autoimun.

Cara mengatasi bronkopneumonia

Bronkopneumonia yang disebabkan oleh virus dapat membaik dan sembuh secara spontan dalam waktu satu hingga dua minggu. Sehingga, pengobatan yang diberikan lebih bertujuan meringankan gejala gejala yang dirasakan.

Apabila bronkopneumonia tidak juga membaik atau justru bertambah parah dalam dua sampai empat hari, maka bakteri dapat dicurigai sebagai penyebabnya. Untuk mengobati bronkopneumonia yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik.

Bronkopneumonia ringan dapat diobati secara rawat jalan. Rawat inap diperlukan jika terdapat gejala yang berat, seperti sesak napas, demam tinggi, penurunan nafsu makan, penurunan tekanan darah, penurunan kesadaran, sampai pemasangan alat bantu napas/ventilator. 

Selain dengan pengobatan dari dokter, Anda juga dapat mendampinginya dengan cara-cara berikut agar tubuh lebih sehat: 

  • Tidur malam yang cukup 6-8 jam, lebih banyak lebih baik
  • Berjemur minimal 30 menit sehari
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi cukup dan seimbang
  • Mencoba berhenti merokok.

Dengan mengenali lebih jauh seputar bronkopenumonia, Anda diharapkan dapat lebih waspada apabila gejala penyakit ini sudah mulai muncul. Semakin cepat disadari, maka perawatan pun akan semakin cepat dimulai dan hasil yang didapatkan akan semakin baik.

Narasumber:
dr. Vinci Edy Wibowo, Sp.P
Dokter Spesialis Paru
RS Mitra Keluarga Cikarang

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323167.php
Diakses pada 3 September 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204
Diakses pada 3 September 2019

RS Mitra Keluarga Cikarang

Artikel Terkait