Penyebab Kanker Paru-Paru, Diagnosis, dan Pengobatannya

Pengobatan kanker paru-paru yang paling dianjurkan adalah dengan pembedahan
Kanker paru-paru termasuk jenis kanker yang paling mematikan.

Kanker paru-paru adalah jenis kanker yang terdiagnosis di organ paru-paru dan merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia. Kanker paru paru bisa menyerang pria maupun wanita, terutama pada perokok. Simak informasi berikut ini untuk mempelajari dan memahami lebih lanjut mengenai diagnosis kanker paru-paru dan pengobatannya.

Diagnosis Kanker Paru-paru

Beberapa hasil uji fisik dengan ciri-ciri berikut ini bisa dicurigai sebagai munculnya kanker paru-paru.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di bagian atas tulang leher
  • Gumpalan di perut
  • Suara tidak normal di bagian paru-paru
  • Perasaan tidak enak saat dada diketuk
  • Bola mata yang tidak normal
  • Salah satu lengan  terasa lemah atau bengkak
  • Perubahan pada kuku

Pada beberapa kasus kanker paru-paru, ditemukan peningkatan hormon atau enzim tertentu, yang menyebabkan naiknya kadar kalsium di peredaran darah.

Jika mendeteksi tumor pada paru-paru yang dibarengi dengan gejala-gejala tertentu, biasanya dokter akan menyarankan X-Ray ataupun CT Scan untuk diagnosis lebih lanjut.

Deteksi lanjut untuk kanker paru-paru juga bisa dilakukan antara lain melalui:

  • Pengambilan sampel cairan paru-paru.
  • Biopsi
  • Bronkoskopi

Jika kanker paru-paru telah dikonfirmasi, maka beberapa analisis lanjutan juga akan dilakukan untuk mengetahui jenis kanker dan penyebarannya. Seringkali, biopsi pada kelenjar getah bening akan dilakukan untuk memastikan keparahan kanker paru-paru yang diderita.

Untuk kanker paru-paru tahap awal, biasanya tes dahak atau X-Ray kurang efektif untuk hasil diagnosis. Maka, jadwal pemeriksaan X-Ray tahunan biasanya tidak begitu dianjurkan. Pihak American Cancer Society dan National Cancer Institute lebih merekomendasikan pasien memilih CT Scan, untuk bisa mengetahui lebih detail tentang potensi kanker paru-paru yang mungkin terjadi, terutama untuk:

  • Perokok aktif atau mantan perokok yang berusia 55-74 tahun
  • Perokok yang menhisap lebih dari 30 bungkus rokok/tahun
  • Perokok yang baru mencoba berhenti dalam kurun waktu 15 tahun terakhir

Riset menunjukkan, pemeriksaan CT Scan terjadwal bisa menurunkan risiko kematian. Namun harus diperhatikan, seringkali hasil CT Scan ini akan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk benar-benar mengeliminasi kemungkinan lain atas kanker paru-paru.

Penanganan Kanker Paru-paru

Jika memungkinkan, pengobatan kanker paru-paru yang paling dianjurkan adalah dengan pembedahan. Namun, alternatif bedah ini tidak hanya tergantung pada jenis kanker paru-paru yang diderita, tetapi juga pada tingkat penyebaran dan kondisi kesehatan pasien secara total.

Banyak penderita kanker paru-paru, terutama perokok, dengan kondisi paru-paru dan jantung yang menyulitkan untuk dibedah, termasuk juga pada jenis kanker yang menyerang bagian kelenjar getah bening.

Namun, kombinasi antara bedah dan kemoterapi untuk jenis kanker yang bisa dioperasi, umumnya memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi. Beberapa pengobatan kanker paru-paru non-bedah antara lain:

Radiasi Kanker Paru-paru:

Terapi radiasi bisa membunuh sel kanker yang tersisa, tapi biasanya hanya bisa dimulai sekurang-kurangnya sebulan setelah operasi, untuk menunggu sembuhnya luka bekas operasi.

Kemoterapi dan Terapi Kombinasi:

Karena tergolong jenis kanker dengan penyebaran tercepat, sel kanker paru-paru umumnya diatasi dengan kemoterapi kombinasi, yaitu memakai lebih dari satu jenis obat, bersamaan terapi radiasi.

Obat-obatan:

Kontrol obat-obatan juga bisa dilakukan sebagai bagian dari penanganan kanker paru-paru, untuk kanker paru-paru tingkat lanjut atau sudah menyebar.

Stereotactic Radiosurgery (SBRT):

Untuk penderita kanker paru-paru yang tidak bisa dioperasi atau sudah menyebar, maka pengobatan SBRT atau jenis radiasi radioaktif bisa dianjurkan, sebagai alternatif penyembuhan.

Pengobatan Paliatif:

Pengobatan paliatif lebih mengarah pada perawatan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita kanker, seperti mengurangi gejala dan rasa sakit, dan tidak pada penyembuhan kanker paru-paru lagi.

Kementerian Kesehatan RI menyatakan, lebih dari 30 persen kanker dapat dicegah melalui perubahan perilaku dan pola makan. Jika dideteksi sejak dini, pasien kanker memiliki potensi untuk sembuh. Perilaku yang menjadi faktor risiko penyakit kanker adalah pola makan tak sehat, konsumsi alkohol, serta minimnya aktivitas fisik.

pengobatan kanker paru-paru

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/common-cancers-16/lung/default.htm
Diakses pada Januari 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-kanker.pdf
Diakses pada 25 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed