Memahami Kandungan Lemah, Pemicu Keguguran Hingga Kelahiran Prematur

Kandungan lemah dapat menyebabkan ibu hamil mengalami keguguran pada trimester kedua dan ketiga
Ibu hamil yang terdeteksi memiliki kandungan lemah disarankan untuk melakukan USG secara rutin

Ada perubahan besar pada tubuh seorang wanita ketika sedang hamil. Terkadang, kehamilan juga perlu perhatian lebih ketika ada indikasi kandungan lemah. Tapi tenang, kandungan lemah bukan berarti kehamilan tidak bisa bertahan.

Kandungan lemah erat kaitannya dengan serviks, bagian bawah uterus ke arah vagina. Sebelum seorang wanita hamil, serviks ini umumnya dalam kondisi tertutup dan kokoh.

Sementara saat hamil dan janin terus berkembang, serviks perlahan menjadi lebih lunak dan terbuka. Pada kasus kandungan lemah, serviks bisa membuka terlalu cepat. Risikonya? Kelahiran prematur.

Gejala kandungan lemah

Kandungan lemah tidak mudah terdeteksi. Biasanya, apabila dokter kandungan memang mendeteksi ada kemungkinan kandungan lemah, maka akan direkomendasikan obat pencegahan yang dikonsumsi sebelum kehamilan.

Tak hanya itu, ibu hamil dengan kandungan lemah juga disarankan untuk lebih sering memeriksakan kehamilan mereka lewat USG. Beberapa gejala kandungan lemah biasanya juga baru terasa pada trimester kedua, saat kehamilan menginjak minggu ke-14 hingga ke-20.

Beberapa gejala kandungan lemah adalah:

  • Terasa sensasi panggul tertekan
  • Rasa sakit di punggung yang tidak terasa sebelumnya
  • Kram perut
  • Perubahan cairan yang keluar dari vagina
  • Sedikit pendarahan

Meskipun kandungan lemah mengkhawatirkan, faktanya hal ini hanya terjadi 1 kasus pada setiap 100 kehamilan. Artinya, kondisi kandungan lemah tidak umum melanda ibu hamil.

Penyebab kandungan lemah

Ketika ada seorang ibu hamil yang mengalami kandungan lemah, tentu pertanyaan besar berikutnya adalah apa yang menjadi penyebabnya?

Beberapa penyebab kandungan lemah di antaranya:

  • Pernah menjalani operasi di bagian serviks
  • Serviks atau uterus dengan bentuk tidak semestinya karena bawaan lahir
  • Trauma pada serviks akibat kuret atau keguguran
  • Pemberian hormon estrogen buatan (Diethylstilbestrol)

Perlu diingat bahwa kandungan lemah kerap tidak terdeteksi pada trimester pertama. Bahkan, bisa saja kandungan lemah baru diketahui setelah terjadi keguguran pada trimester kedua dan ketiga. Setidaknya 25% keguguran di fase kehamilan ini terjadi akibat kandungan lemah.

Itu sebabnya bagi wanita yang memiliki beberapa faktor risiko seperti di atas, ada baiknya langkah pencegahan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan sebelum kehamilan. Dokter kandungan bisa menentukan diagnosis lewat USG atau cek panggul.

Pencegahan kandungan lemah

Jika sudah terkait dengan kondisi sejak lahir, kandungan lemah tidak bisa dicegah. Tapi ada cara untuk setidaknya mengantisipasi hal terburuk terjadi. Tujuannya tentu saja agar kehamilan dapat berlangsung aman dan sehat hingga persalinan.

Beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

  • Konsultasi kandungan berkala

Lebih rutin ketimbang ibu hamil yang kandungannya normal, mereka dengan kandungan lemah perlu berkonsultasi tentang kandungan secara berkala. Jangan ragu untuk menyampaikan gejala sekecil apapun kepada dokter kandungan, meski Anda mungkin merasa hal itu tidak penting.

  • Konsumsi makanan bernutrisi

Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi seorang ibu menjadi dua kali lipat. Terlebih bagi mereka dengan kandungan lemah, maka kebutuhan kalsium, zat besi, asam folat, dan nutrisi penting lainnya juga harus diprioritaskan.

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen tersebut bahkan saat masih dalam tahap merencanakan kehamilan. Tujuannya untuk memastikan tubuh benar-benar siap menghadapi kehamilan.

  • Kendalikan kenaikan berat badan

Saat hamil dan menyusui adalah fase-fase terberat untuk mengendalikan kenaikan berat badan. Padahal, menjaga kenaikan berat badan agar tidak berlebihan juga berkontribusi pada kesehatan bayi Anda. Rekomendasi kenaikan berat badan adalah sekitar 11-16 kilogram jika sebelum hamil berat badannya cukup ideal.

  • Hindari substansi berbahaya

Anda juga harus menghindari substansi berbahaya seperti dari rokok dan alkohol. Tak hanya itu, konsultasikan pula pada dokter kandungan Anda apa saja suplemen yang dikonsumsi selama ini untuk ditakar keamanannya.

Cara mengatasi lemah kandungan

Salah satu prosedur untuk mengatasi kandungan lemah adalah dengan mengikat leher rahim sehingga serviks lebih tertutup dan kokoh. Prosedur ini disebut cerclage dan dilakukan pada kehamilan minggu ke-14 hingga ke-16.

Ketika memasuki kehamilan minggu ke-36 hingga ke-38, ikatan ini akan dibuka sehingga persalinan bisa berlangsung dengan aman. Tidak perlu khawatir karena membuka ikatan leher rahim ini tidak menyebabkan persalinan berlangsung saat itu juga.

Meski demikian, ibu hamil yang mengalami iritasi pada serviks, pelebaran lebih dari 4 cm, atau ketuban pecah dini tidak bisa menjalani prosedur ikat leher rahim.

Seorang ibu hamil yang berhasil melahirkan dengan sukses meski memiliki kondisi kandungan lemah juga perlu lebih waspada sebelum memutuskan untuk kembali hamil. Bukan berarti dilarang, namun konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter demi memahami seluruh risikonya.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/incompetent-cervix/
Diakses 8 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/incompetent-cervix/symptoms-causes/syc-20373836
Diakses 8 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/common-pregnancy-problems/
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed