Makanan Olahan, Kenali Jenis dan Bahayanya bagi Kesehatan


Makanan olahan adalah segala jenis makanan yang telah melalui berbagai macam proses supaya rasanya lebih enak, tahan lama, atau beraroma. Produk olahan meliputi makanan olahan minimal, makanan yang diawetkan, hingga makanan ultra proses.

0,0
26 Jun 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Sosis termasuk salah satu makanan olahan yang tidak sehatBerbagai contoh makanan olahan yang dijual bebas
Makanan olahan merupakan salah satu jenis makanan yang digemari banyak orang. Selain sifatnya instan dan praktis, jenis makanan ini sering kali diberi tambahan zat aditif atau penyedap rasa sehingga rasanya enak.Tidak hanya itu, produk olahan umumnya memiliki daya simpan yang lama berkat kandungan pengawetnya sehingga Anda dapat menikmatinya kapan saja dan tentunya bisa dihidangkan dengan cepat.

Apa itu makanan olahan?

Makanan olahan adalah segala jenis makanan yang telah melalui berbagai macam proses supaya rasanya lebih enak, tahan lama, atau beraroma. Berbagai proses yang dilalui olahan makanan ini meliputi:
  • Dimasak
  • Dikalengkan
  • Dibekukan
  • Dikemas
  • Diubah komposisi nutrisinya, misalnya dengan proses fortifikasi atau pengawetan
  • Proses lainnya yang berbeda.
Pada dasarnya, setiap kali Anda memasak, memanggang, atau menggunakan metode menyiapkan makanan lainnya, ini merupakan bagian dari memproses makanan.Sementara itu, makanan yang diolah adalah jenis makanan yang telah melalui salah satu atau beberapa proses pengolahan tersebut sebelum dijual kepada konsumen.

Jenis-jenis makanan olahan

Klasifikasi makanan yang diolah dapat dibagi berdasarkan jumlah pemrosesannya, mulai dari olahan makanan yang diproses secara minimal hingga berat.

1. Makanan olahan minimal

Makanan olahan minimal adalah makanan yang hanya melalui sedikit pemrosesan, misalnya bayam yang dikemas dalam kantong plastik atau kacang panggang.

2. Makanan yang diawetkan

Makanan yang diawetkan adalah jenis makanan yang diproses pada kondisi terbaiknya untuk mengunci kualitas nutrisi dan kesegarannya.Beberapa contoh makanan olahan ini, di antaranya buah dan sayuran kaleng, buah dan sayuran beku, hingga ikan tuna kalengan.

3. Makanan yang diberikan zat tambahan

Makanan jenis ini biasanya ditambahkan satu atau beberapa zat sebagai penambah rasa dan tekstur, misalnya pemanis, rempah-rempah, minyak, pewarna, dan pengawet.Beberapa contoh olahan makanan ini adalah saus pasta, yogurt, buah-buahan kering, campuran kue, daging olahan.Macam-macam hasil olahan daging di antaranya adalah sosis masak, ham, kornet, dan daging asap. Teri pun termasuk produk olahan dengan zat tambahan.

4. Makanan siap saji

Makanan siap saji adalah makanan yang telah melalui banyak pemrosesan dan bisa langsung dimakan. Beberapa contohnya adalah keripik kentang, granola, hingga sosis siap makan.

5. Makanan olahan berat (ultraproses)

Makanan yang diolah berat (ultraproses) adalah jenis makanan yang paling banyak diproses dan umumnya merupakan makanan yang sudah jadi sehingga hanya perlu dihangatkan sebelum dikonsumsi.Contohnya adalah pizza beku dan menu makan malam instan yang cukup dipanaskan dengan microwave.

Bahaya makanan olahan

Berikut adalah sejumlah potensi bahaya yang perlu Anda waspadai, khususnya pada olahan berat.

1. Peningkatan risiko kanker

Sebuah studi yang dirilis British Medical Journal di tahun 2018 mengungkapkan bahwa setiap peningkatan 10 persen konsumsi olahan berat (ultra proses) dikaitkan dengan risiko penyakit kanker 12 persen lebih tinggi.Selain itu, makanan kalengan juga rentan menyebabkan kanker payudara karena ada kandungan bisphenol-A (BPA) pada sisi dalam kaleng.

2. Kandungan gula, garam, dan lemak tinggi

Makanan olahan yang berat sering kali mengandung tambahan gula, garam, dan lemak trans yang tidak sehat.Bahan-bahan ini memang bisa membuat olahan makanan terasa lebih enak, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan yang serius, misalnya diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

3. Kurangnya nilai gizi

Makanan yang diproses secara berlebihan dapat kehilangan banyak kandungan nutrisinya. Karena tidak mengandung zat gizi yang baik, produk olahan tidak akan membawa manfaat bagi kesehatan Anda.

4. Tinggi kalori dan adiktif

Umumna, makanan yang diolah memiliki nilai kalori yang tinggi dan dirancang untuk merangsang hormon dopamin atau hormon kebahagiaan di otak sehingga Anda akan kembali menginginkannya di masa yang akan datang.

5. Lebih cepat dicerna

Makanan yang diolah cenderung lebih cepat dicerna sehingga tubuh membakar lebih sedikit energi (kalori). Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dan menyebabkan berat badan Anda cepat meningkat.

6. Lebih banyak bahan tambahan

Ada sekitar 5.000 zat yang dapat ditambahkan ke dalam makanan dengan proses pengolahan. Sebagian besar zat tersebut belum pernah diuji selain oleh perusahaan yang menggunakannya sehingga potensi bahayanya sulit diketahui.

Makanan olahan yang sehat

Susu fortifikasi
Susu yang difortifikasi vitamin D termasuk makanan olahan sehat
Meski demikian, tidak semuanya perlu Anda dihindari. Menurut ahli gizi, ada segelintir olahan makanan sehat yang layak dikonsumsi dan bernutrisi tinggi.Jenis makanan sehat ini umumnya hanya melalui sedikit proses dan menambahkan zat tambahan yang bermanfaat, seperti:
  • Makanan yang diberikan tambahan nutrisi, seperti susu dengan fortifikasi vitamin D atau sereal sarapan yang diberi tambahan serat.
  • Buah kalengan dengan nutrisi yang tetap terjaga dan tanpa garam atau gula tambahan, juga dapat menjadi asupan olahan yang sehat.
  • Olahan makanan yang diproses secara minimal, misalnya sayuran potong, bisa jadi makanan berkualitas untuk orang-orang sibuk.
  • Popcorn, cemilan dari produk olahan jagung ini kaya akan vitamin, mineral, dan protein. Selain itu, pengolahannya hanya menggunakan minyak sehat. Jadi, produk olahan ini baik untuk cemilan sehat Anda.
  • Penambahan probiotik, seperti yoghurt tawar. Yoghurt adalah produk olahan yang sehat karena mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan tubuh.

Cara mengonsumsi produk olahan agar tetap sehat

Sebaiknya Anda selalu memeriksa label nutrisi sebelum mengonsumsinya. Batasi konsumsi makanan ultraproses seminimal mungkin.Pastikan olahan makanan yang berlemak, manis, atau asin, tidak lebih dari 20 persen dari asupan makanan harian Anda.Jangan lupa untuk cermati tanggal kedaluwarsa dan tidak melewatkan asupan sayur dan buah harian.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar makanan tidak sehat lainnya, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
makanan tidak sehat
Laborers Health and Safety Fund of North America. https://www.lhsfna.org/index.cfm/lifelines/may-2019/the-many-health-risks-of-processed-foods/
Diakses 14 Juni 2021
Eat Right. https://www.eatright.org/food/nutrition/nutrition-facts-and-food-labels/processed-foods-whats-ok-and-what-to-avoid
Diakses 14 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/processed-foods-to-avoid
Diakses 14 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait