logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

ISPA pada Anak Perlu Waspadai, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

open-summary

ISPA pada anak adalah gangguan saluran pernapasan bagian atas yang terjadi akibat infeksi virus atau bakteri. Kondisi ini bisa menyebabkan sejumlah gejala yang mengganggu.


close-summary

0

13 Apr 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

ISPA pada anak dapat menyebabkan hidung tersumbat dan bersin-bersin

ISPA lebih umum terjadi pada anak-anak

Table of Content

  • Penyebab ISPA pada anak
  • Gejala ISPA pada anak
  •  Jenis-jenis ISPA pada Anak
  • Kapan harus ke dokter?
  • Pengobatan ISPA pada anak

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) lebih rentan terjadi pada anak-anak. ISPA pada anak umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti rongga hidung, sinus, dan faring (tenggorokan).

Advertisement

Flu atau radang tenggorokan merupakan penyakit ISPA pada anak yang sering terjadi. Saat menderita penyakit ini, anak akan merasakan berbagai gejala yang mengganggu. Sebagai orangtua, Anda tentunya harus memahami masalah ini supaya bisa mengambil tindakan yang tepat.

Penyebab ISPA pada anak

Penyebab ISPA pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza, rhinovirus, adenovirus, hingga respiratory syncytial virus (RSV). Namun, pada sebagian kasus ISPA dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, misalnya Streptococcus grup A . 

Anak bisa terserang ISPA ketika terpapar oleh percikan air liur (droplet) dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Hal ini menyebabkan virus atau bakteri penyebab ISPA terhirup oleh anak sehingga membuatnya terkena ISPA. 

Selain itu, menyentuh benda atau permukaan yang telah terkontaminasi droplet tanpa mencuci tangan setelahnya, juga bisa menjadi penyebab ISPA pada anak. Apalagi sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk dengan sempurna. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda jauhkan anak dari orang yang sedang sakit.

Gejala ISPA pada anak

Setelah memahami penyebab ISPA pada anak, Anda juga harus mengenali gejalanya. Berikut adalah gejala ISPA pada anak:

  • Hidung tersumbat atau berair
  • Bersin
  • Batuk berdahak
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Demam
  • Nyeri ketika menelan
  • Mata terasa sakit dan berair.

Tanda-tanda ISPA pada balita ataupun anak-anak tentu tidak boleh diabaikan. Gejala ini biasanya akan berlangsung selama 1-2 minggu. Ciri-ciri ISPA pada bayi atau balita umumnya disertai dengan rewel, menangis terus, dan nafsu makan menurun.

 Jenis-jenis ISPA pada Anak

Seperti telah disebutkan sebelumnya, ISPA adalah infeksi terhadap virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Adapun jenis-jenis ISPA yang umum terjadi pada anak, di antaranya:

  • Pilek

anak pilek
Pilek dapat terjadi akibat infeksi virus

Pilek atau common cold dapat terjadi ketika virus menginfeksi hidung, sinus, atau tenggorokan anak. Saat terkena pilek, anak akan mengalami hidung tersumbat dan meler, lesu, bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga sakit kepala ringan. 

Tak jarang, anak juga bisa mengalami demam ringan dan penurunan nafsu makan. Pilek merupakan jenis ISPA yang sering terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya berlangsung sekitar 10 hari sampai benar-benar sembuh. 

  • Sinusitis

Sinusitis adalah pembengkakan pada rongga sinus yang terletak di sekitar mata dan hidung. Jenis ISPA pada anak ini terjadi ketika virus atau bakteri masuk dari saluran pernapasan atas sehingga menyebabkan pembengkakan yang menyumbat sinus.

Jika anak terkena sinusitis, maka ia akan merasakan gejala berupa nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi; hidung tersumbat; indra penciuman berkurang; keluarnya lendir hijau atau kuning dari hidung; rewel; hingga nafsu makan berkurang.

  • Tonsilitis

radang amandel pada anak
Radang amandel dapat terjadi akibat virus atau bakteri

Radang amandel atau tonsilitis juga sering menimpa anak-anak. Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang berada di belakang tenggorokan. Penyakit ISPA pada anak ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. 

Radang amandel pada anak ditandai dengan amandel yang membengkak, sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, lesu, sakit telinga, dan bau mulut. Kondisi ini juga membuat anak sulit menelan sehingga kerap tidak mau makan.

  • Laringitis

Laringitis adalah pembengkakan atau peradangan pada pita suara. Sama halnya dengan amandel, kondisi ini juga dapat terjadi akibat infeksi virus dan bakteri. Laringitis dapat berlangsung selama 1-2 minggu.

Gejala ISPA pada anak ini meliputi suara serak atau hilang, batuk terus-menerus, sering berdehem, sakit tenggorokan, demam, dan tidak nafsu makan. Terkadang, anak juga mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Gejala Coronavirus dan Flu Biasa
  • Cara Mengobati Bisul yang Sudah Pecah agar Cepat Kering
  • Penyebab Kutu Rambut pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kapan harus ke dokter?

Jika anak menunjukkan tanda-tanda dari salah satu kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, segera periksakan anak ke dokter apabila:

  • Keluhan semakin memburuk
  • Demam tinggi
  • Kesulitan bernapas atau laju pernapasan cepat
  • Batuk sering dan parah
  • Mengi saat menarik napas
  • Garis tulang rusuk terlihat lebih dalam dari biasanya (retraksi)
  • Suara kasar atau serak yang muncul setiap menarik atau menghembuskan napas (stridor)
  • Batuk berdarah atau mengeluarkan lendir berdarah
  • Batuk sudah berlangsung lebih dari tiga minggu
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Menderita gangguan kesehatan kronis.

Jika telah terjadi komplikasi ISPA pada anak, seperti pneumonia atau bronkitis yang mempengaruhi paru-paru, maka kondisi tersebut harus segera ditangani oleh dokter.

Pengobatan ISPA pada anak

anak tidur
Anak yang menderita ISPA harus beristirahat dengan cukup

ISPA pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus. Sementara, penyakit ISPA pada anak akibat bakteri biasanya memerlukan penanganan yang lebih spesifik. 

Dalam membantu proses pemulihan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Berikan cukup cairan

Ketika terkena ISPA, beri anak cairan yang cukup agar terhindar dari bahaya dehidrasi. Anda bisa memberinya air putih yang dapat membantu mengencerkan dahak agar mudah dikeluarkan saat batuk sehingga pernapasannya menjadi lebih lega.

Selain itu, Anda juga dapat memberi sup hangat, kaldu, atau air lemon hangat yang dicampur madu. Namun, jika anak berusia di bawah 1 tahun, hindari memberinya madu karena bisa memicu botulisme (keracunan serius akibat bakteri).

  • Istirahat yang cukup

Pastikan anak beristirahat dengan cukup agar bisa segera pulih. Anda harus menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidurnya. Atur lampu kamar redup dan tidak ada kebisingan sehingga anak bisa tidur dengan nyenyak.

Anda juga dapat memberinya bantal tambahan agar anak bisa bernapas lebih mudah. Selain itu, meletakkan humidifier (pelembap udara) di kamar anak dapat membantu mengatasi hidung tersumbat yang mengganggu.

  • Menggunakan semprotan saline hidung

Untuk meredakan gejala ISPA pada anak, Anda dapat menggunakan semprotan saline hidung. Semprotan ini mengandung garam yang dapat membantu mengencerkan lendir penyebab hidung tersumbat. Namun, pastikan Anda menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.

  • Mengonsumsi obat-obatan

Obat-obatan juga mungkin diperlukan untuk meredakan gejala ISPA pada anak, misalnya paracetamol untuk meredakan demam ataupun obat batuk khusus anak. Akan tetapi, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat.

Sementera itu, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk mengatasi ISPA akibat bakteri. Obat ISPA pada anak ini harus digunakan sesuai resep yang diberikan oleh dokter. Sebab, jika diberikan sembarangan bisa menjadi tidak efektif.

Apabila ISPA tidak kunjung sembuh atau semakin memburuk, segera bawa si kecil ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak Anda. 

Sementara itu, cara mencegah ISPA pada anak dapat dilakukan dengan mengajarkan hal-hal berikut:

  • Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit
  • Hindari menyentuh hidung, mata, dan mulut sebelum mencuci tangan
  • Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan siku bagian dalam atau tisu
  • Mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik
  • Hindari berbagi peralatan makan atau sikat gigi dengan orang lain.

Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar ISPA pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit anakkesehatan anakinfeksi bakteriinfeksi saluran pernapasaninfeksi virus

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved