Memahami Gejala Preeklampsia dan Eklampsia Semasa Hamil

Gejala preeklampsia dapat diawasi dengan memerhatikan kenaikan berat badan
Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat terjadi

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang terjadi karena tekanan darah terlalu tinggi semasa mengandung bayi. Sedangkan eklampsia adalah komplikasi lanjut dari preeklampsia berupa gejala kejang, sakit kepala, penurunan produksi air seni, dan beberapa kondisi medis lain.

Tidak peduli sejarah tekanan darah Anda yang normal sebelumnya, preeklampsia bisa berakibat fatal baik terhadap ibu dan bayi. Simak gejala, penyebab, dan cara mencegahnya di bawah ini.

Apa Gejala Preeklampsia dan Eklampsia?

Ibu hamil yang rajin kontrol ke dokter kandungan pasti akan memerhatikan satu hal utama yang dilakukan dokter pada saat kunjungan. Dokter biasanya akan memulai dengan mengukur tekanan darah untuk memastikan tekanan darah Anda normal.

Karena naik turunnya tekanan darah tidak bisa diketahui tanpa alat ukur, maka gejala preeklampsia juga dapat diawasi dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Kenaikan berat badan drastis sehingga 1-2,5 kg dalam seminggu
  • Pembengkakan wajah dan anggota tubuh, terutama tangan

Jika gejala preeklampsia berlanjut, Anda mungkin akan merasakan beberapa gejala eklampsia, antara lain:

  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur atau berganda
  • Sakit bagian perut, terutama bagian atas kanan atau tengah
  • Penurunan produksi air seni
  • Sulit bernapas
  • Mual atau muntah
  • Merasa bingung, sulit berkonsentrasi
  • Kejang
  • Ditemukan kadar protein berlebih pada urine atau gejala masalah ginjal lainnya

Penyebab Preeklampsia pada Ibu Hamil

Para ahli meyakini penyebab preeklampsia disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi penyebab utama berawal dari bagian plasenta atau organ yang dibentuk dari jaringan pembuluh darah dan merupakan jalur nutrisi untuk bayi.

Pada kasus preeklampsia, jaringan-jaringan pembuluh darah ini mungkin tidak terbentuk atau berfungsi dengan sempurna. Selain ukurannya yang lebih kecil daripada jaringan pembuluh darah normal, jaringan ini juga tidak bereaksi normal terhadap sinyal hormon. Akibatnya, aliran darah tidak bisa mengalir sempurna pada bagian ini.

Jika sampai terjadi kondisi ini, ada beberapa masalah medis yang mungkin timbul:

  • Darah yang tidak mengalir penuh ke rahim
  • Kerusakan pada jaringan pembuluh darah
  • Masalah imunitas tubuh
  • Kerusakan gen

Apakah Saya Berpotensi Mengidap Preeklampsia?

Preeklampsia adalah salah satu gangguan kehamilan yang serius. Jika Anda mengalami kondisi-kondisi berikut, disarankan untuk rutin kontrol dan mengawasi tekanan darah tinggi selama kehamilan.

  • Sejarah preeklampsia pada diri atau keluarga.
  • Hipertensi kronis, sebelum kehamilan.
  • Kehamilan pertama (lebih berisiko dibanding kehamilan lanjutan)
  • Paternal baru atau ayah bayi yang berbeda dari kehamilan sebelumnya
  • Usia, karena preeklampsia rentan menyerang ibu usia muda atau mereka yang berusia di atas 40 tahun
  • Obesitas
  • Kehamilan kembar atau lebih
  • Jeda antar kehamilan (misalnya di bawah 2 tahun atau lebih dari 10 tahun)
  • Sejarah kesehatan, seperti masalah ginjal, lupus, penggumpalan darah, migrain, dan lain-lain

Mencegah Preeklampsia

Belum ada cara yang terbukti secara medis dalam mencegah preeklampsia. Kontrol secara rutin, resep obat yang tepat, dan mengonsumsi suplemen kalsium sesuai anjuran dokter adalah langkah-langkah yang efektif untuk setidaknya mengurangi potensi serangan preeklampsia selama hamil.

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/preeclampsia-eclampsia
Diakses pada Oktober 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/preeclampsia/symptoms-causes/syc-20355745
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed