Gejala otot tegang biasa meliputi nyeri, memar, dan berkurangnya kekuatan otot
Otot tegang terjadi karena otot mengalami peregangan berlebihan

Otot tegang merupakan kondisi cedera otot yang terjadi karena otot mengalami peregangan yang berlebihan akibat aktivitas fisik. Selain peregangan yang berlebihan, otot tegang juga dapat disebabkan adanya kerusakan pada tendon.

Secara umum, hal ini terjadi akibat tekanan dan aktivitas berat yang lebih dari biasanya. Kerusakan ini dapat berupa robekan sebagian atau robekan secara keseluruhan pada serabut otot dan tendon yang menempel pada otot.

Robekan otot juga dapat merusak pembuluh darah kecil, menyebabkan pendarahan lokal hingga memunculkan memar dan rasa sakit akibat iritasi ujung saraf di daerah tersebut.

Gejala Otot Tegang

Cedera otot tegang dapat diamati dengan munculnya gejala-gejala berikut ini:

  • Pembengkakan, memar, atau kemerahan karena cedera
  • Nyeri saat istirahat
  • Nyeri saat bagian tubuh yang cedera digunakan
  • Berkurangnya kekuatan otot dan tendon
  • Ketidakmampuan untuk menggunakan otot

Cara Mengobati Otot Tegang

Jika Anda mengalami cedera otot yang cukup parah, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan intensif. Selain itu, apabila Anda mendengar suara "pop" saat kecelakaan berlangsung, kesulitan dalam berjalan, muncul pembengkakan, rasa sakit, demam, dan adanya luka terbuka yang signifikan, Anda harus segera mengunjungi bagian gawat darurat rumah sakit.

Biasanya, dokter akan mengambil melakukan pemeriksaan fisik untuk menentukan apakah otot robek sebagian atau seluruhnya. Dengan begitu, akan ditentukan cara pengobatan yang tepat dan sesuai, apakah dengan operasi atau metode pemulihan lain.

Namun, jika dokter mengatakan bahwa tidak ada hal yang serius dan Anda dapat pulih dalam waktu dekat, Anda dapat melakukan perawatan cedera di rumah dengan melakukan langkah P.R.I.C.E, yang terdiri dari:

1. Protection

Pastikan untuk melakukan gerakan yang aman pada bagian tubuh yang cedera untuk menghindari otot yang tegang mengalami cedera lebih lanjut.

2. Rest

Istirahatkan otot yang tegang. Hindari kegiatan yang menyebabkan ketegangan dan aktivitas lain yang membebani bagian tubuh yang cedera.

3. Ice

Kompres bagian tubuh yang cedera dengan es. Cara ini penting sebagai tindakan antiinflamasi dan pereda nyeri yang sangat efektif. Lakukan hingga nyeri dan bengkak hilang.

4. Compression

Gunakan perban untuk menghindari pembengkakan berlebihan pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Ingat, jangan terlalu ketat membungkus agar aliran darah dapat tetap lancar.

5. Elevate

Posisikan bagian tubuh yang cedera di area yang tinggi. Cara ini penting untuk mengurangi ketegangan otot.

Setelah itu, pastikan Anda tetap beristirahat dari berbagai aktivitas yang meningkatkan nyeri otot atau membutuhkan kerja keras pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Setidaknya hingga rasa sakit sudah benar-benar tidak lagi dirasakan.

Cara Mencegah Otot Tegang

Meskipun dapat disembuhkan, cedera otot tegang juga dapat berisiko jika terjadi terus menerus. Akibatnya, dampak kumulatif bisa terjadi dan menimbulkan efek jangka panjang yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, pastikan Anda selalu melakukan langkah pencegahan agar tidak mengalami otot tegang, seperti:

  • Mulai program olahraga dengan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui kondisi fisik secara optimal.
  • Lakukan pemanasan peregangan setiap hari, khususnya saat akan berolahraga.
  • Lakukan pendinginan dan peregangan setelah berolahraga.
  • Untuk aktivitas fisik berat, lakukan pemanasan khusus seperti lari di tempat selama beberapa menit.

WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/guide/muscle-strain

Healthline. https://www.healthline.com/health/strains

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed