Memahami Gangguan Kepribadian Dependen dan Tindakan Penanganannya


Penderita gangguan kepribadian dependen memiliki sejumlah gejala yang bisa diidentifikasi, seperti ketergantungan berlebihan pada orang lain hingga merasa cemas dan takut saat ditinggal sendiri.

(0)
28 Nov 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gangguan kepribadian dependen memiliki karakteristik tertentuPenderita gangguan kepribadian dependen tidak bisa lepas dari orang lain
Orang yang menderita gangguan kepribadian dependen memiliki ketergantungan yang berlebihan kepada orang lain. Penderitanya kerap merasa cemas dan takut ditinggal sendirian. Oleh karena itu, penderita gangguan kepribadian ini dapat melakukan apa saja untuk menyenangkan orang lain supaya tetap bersamanya.Penderita gangguan kepribadian dependen biasanya tidak bisa mandiri dan bersikap sangat manja terhadap orang-orang di sekitarnya. Mereka tidak dapat melakukan apa pun sendirian karena pemenuhan kebutuhan fisik dan emosionalnya sangat bergantung kepada orang lain.

Gejala gangguan kepribadian dependen

Berikut adalah sejumlah gejala gangguan kepribadian dependen yang dapat diidentifikasi pada penderitanya.
  • Ketidakmampuan membuat keputusan, bahkan untuk hal kecil sekalipun, tanpa dibantu atau diyakinkan oleh orang lain.
  • Menghindari tanggung jawab pribadi, termasuk tugas yang mengharuskan mereka untuk berfungsi secara mandiri.
  • Sangat takut diabaikan dan merasa tidak berdaya saat hubungan dengan seseorang berakhir. Penderita gangguan ini cenderung untuk segera mencari dan memulai hubungan baru agar dapat bergantung kembali pada pasangan baru.
  • Merasa kesulitan saat sedang sendirian.
  • Menghindari perselisihan dengan orang lain karena takut kehilangan dukungan atau persetujuan.
  • Menoleransi penindasan dan pelecehan dari orang lain.
  • Mendahulukan kebutuhan orang yang menjadi tempatnya bergantung ketimbang kebutuhan sendiri.
  • Memiliki kepekaan yang berlebihan terhadap kritik (mudah tersinggung atau tertekan karena kritikan).
  • Merasa pesimis dan kurang percaya pada diri sendiri, termasuk tidak memiliki keyakinan akan kemampuan merawat diri sendiri.
  • Kesulitan untuk memulai atau mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri.
  • Cenderung bersikap naif dan penuh khayalan.

Penyebab gangguan kepribadian dependen

Penyebab pasti dari gangguan keprbadian dependen belum dapat diketahui. Kondisi ini biasanya berkembang pada masa awal hingga pertengahan usia dewasa, khususnya setelah menjalin hubungan asmara. Baik pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk mengembangkan kondisi ini.Gangguan kepribadian dependen dapat disebabkan oleh kombinasi dari faktor biologis dan perkembangan kejiwaan seseorang. Seseorang dapat lebih berisiko mengalami gangguan kepribadian dependen jika:
  • Merasakan pola asuh otoriter saat kecil
  • Merasakan pola asuh yang terlalu protektif (overprotective) saat kecil
  • Memiliki penyakit kronis
  • Memiliki kecemasan akan perpisahan (separation anxiety) selama masa kanak-kanak.

Penanganan gangguan kepribadian dependen

Gangguan kepribadian dependen dapat diatasi sejumlah jenis perawatan, seperti terapi psikologis dan pemberian obat-obatan.

1. Terapi

Terapi perilaku kognitif merupakan perawatan utama bagi pasien dengan gangguan kepribadian dependen. Sebagian pasien mungkin merasa cukup dengan jenis perawatan ini jika mereka tidak mengalami gejala gangguan lainnya, seperti kecemasan atau depresi.Terapi perilaku kognitif untuk menangani gangguan kepribadian dependen berfokus pada:
  • Mengungkap pola berpikir maladaptif merusak yang dimiliki pasien
  • Memahami keyakinan yang mendasari pemikiran maladaptif tersebut
  • Mengatasi gejala atau sifat yang merupakan karakteristik dari gangguan tersebut.
Contoh masalah gangguan kepribadian dependen yang bisa diatasi dengan terapi perilaku kognitif, yaitu ketidakmampuan untuk membuat keputusan hidup penting tanpa campur tangan orang lain. Selain itu, tujuan terapi perilaku kognitif untuk penderita gangguan kepribadian dependen, di antaranya:
  • Meningkatkan kepercayaan diri
  • Membantu pasien merasa memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri.
  • Membuat pasien dapat memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain.
Ketika sudah mampu memiliki hubungan sehat dengan orang lain, penderita gangguan ini akan dapat menjaga hubungan yang bermakna tanpa merasa ketergantungan secara berlebihan. Perlu diingat bahwa gangguan ini sering kali membutuhkan terapi atau pengobatan jangka panjang.

2. Obat-obatan

Obat-obatan dapat diberikan pada pasien gangguan kepribadian dependen yang berkaitan atau disertai dengan gangguan lain. Obat antidepresan dan obat penenang merupakan dua jenis obat yang sering diresepkan untuk pasien yang mengalami serangan panik maupun gejala gangguan kecemasan dan depresi.Orang dengan gangguan kepribadian dependen harus berusaha meningkatkan kepercayaan dirinya supaya dapat hidup mandiri, aktif, dan menjalin hubungan sehat dengan orang lain.Jika gangguan kepribadian dependen tidak ditangani, kondisi ini bisa mengembangkan gejala gangguan kepribadian lainnya. Gangguan kepribadian dependen juga sering kali menjadi alasan mengapa banyak orang tetap bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan.Jika Anda punya pertanyaan lebih lanjut seputar gangguan kepribadian, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
gangguan mentalgangguan kepribadian
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/dependent-personality-disorder
Diakses 14 November 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9783-dependent-personality-disorder
Diakses 14 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/dependent-personality-disorder#1
Diakses 14 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait