Memahami Fungsi Otot Jantung dan Berbagai Kemungkinan Gangguannya


Fungsi otot jantung sangat krusial bagi kehidupan manusia, yakni memompa darah ke seluruh tubuh untuk menjaga proses sirkulasi darah yang baik. Salah satu ciri-ciri otot jantung adalah otot ini dapat bekerja dengan baik tanpa diperintah (otot tidak sadar).

0,0
13 Apr 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi otot jantung adalah memompa darah ke seluruh organ dalam tubuhOtot jantung memiliki fungsi krusial dalam kehidupan manusia
Otot jantung adalah salah satu dari tiga jenis jaringan otot yang ada dalam tubuh manusia.Salah satu bagian dari anatomi tubuh manusia, fungsinya sangat krusial bagi kehidupan. Yaitu, memompa darah ke seluruh tubuh untuk menjaga sistem peredaran darah.Untuk mengetahui lebih lanjut seputar jaringan otot ini, mari simak berbagai fungsi, struktur, ciri-ciri beserta kemungkinan gangguannya.

Fungsi otot jantung

Mengutip dari Healthline, fungsi jaringan otot jantung adalah menjaga agar jantung bisa terus memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung bekerja secara involunter, artinya bekerja di luar kesadaran dan juga ototmatis.Berbeda dengan otot rangka atau biasa disebut sebagai otot lurik yang bekerja secara sadar.Cara kerja otot jantung adalah melalui sel khusus yang disebut sebagai sel alat pacu jantung (pacemaker). Ini berfungsi untuk mengontrol kontraksi jantung.Lalu, sistem saraf akan mengirimkan sinyal ke pacemaker untuk mengontrol dan menentukan seberapa cepat jantung memompa darah. Sel pacu jantung kemudian meneruskan sinyal pada sel otot lainnya. Ini menghasilkan gelombang kontraksi untuk mempercepat atau memperlambat detak jantung.

Ciri-ciri dan struktur otot jantung

Gambar anatomi atau struktur jantung
Gambar anatomi atau struktur jantung
Ciri-ciri jaringan otot jantung cukup berbeda dengan jenis lainnya karena merupakan kombinasi dari otot lurik dan otot polos. Sebagai contoh, struktur jaringannya garis-garis.Garis-garis ini terjadi karena filamen yang terdiri dari protein miosin dan aktin. Pada otot pun terdapat filamen tebal dan tipis.Selain itu, berikut adalan tanda lainnya dari strukrur sel otot jantung, seperti:
  • Letaknya berada di dinding jantung.
  • Bentuknya seperti silinder bercabang.
  • Umumnya hanya mempunyai satu inti.
Jadi, walaupun tampilannya mirip dengan otot lurik, ciri khas otot jantung yang juga sebagai pembeda dengan otot rangka (lurik) adalah sel bercabang dengan inti di bagian tepi.Kekuatan dan kelenturan jaringan otot berasal dari sel yang saling berhubungan, yaitu serat. Berikut adalah struktur atau anatominya yang perlu Anda ketahui, seperti:
  • Sarkomer, jaringan otot yang terbentuk dari filamen miosin tunggal dan kedua sisi filamen aktin.
  • Disk interkalasi, ini adalah sambungan kecil yang menghubungkan setiap sel otot jantung
  • Gap junction, bagian dari disk interkalasi yang menyampaikan impuls listrik pada setiap sel sehingga otot bisa berkontraksi dengan teratur.
  • Desmosom, bagian ini juga bareda di dalam disk interkalasi. Fungsinya adalah untuk menyatukan serat otot jantung selama kontraksi.
  • Inti nukleus, menjadi pusat kendali sel yang berisi materi genetik.
Dalam penjelasan sebelumnya, sempat dibahas bahwa sebagian besar sel otot dari anatomi jantung mempunyai satu nukleus. Akan tetapi, ada pula kondisi seseorang mempunyai dua inti nukleus.

Gangguan yang bisa terjadi pada otot jantung

Sama halnya seperti organ tubuh lainnya, jenis otot ini juga bisa mengalami gangguan tertentu.Sebagai contoh, adalah kardiomiopati yang menjadi masalah utama karena bisa memengaruhi jaringan otot jantung.Perlu Anda ketahui bahwa ini adalah kondisi medis yang bisa membuat jantung sulit untuk memompa darah secara normal. Beberapa gejalanya, seperti:Perhatikan pula bahwa ada faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kardiomiopati, yaitu:Kardiomiopati juga terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

1. Kardiomiopati hipertrofik (HCM)

Menjadi kondisi genetik, penyebabnya adalah saat sambungan kecil sel otot jantung (kardiomiosit) tidak terkoordinasi dengan baik serta tidak beraturan. Akibatnya, otot membesar dan juga menebal tanpa alasan yang jelas.Ini dapat mengganggu aliran darah keluar dari bilik jantung, sehingga mengakibatkan detak jantung tidak beraturan (aritmia) hingga gagal jantung kongestif.

2. Kardiomiopati dilatasi

Ventrikel kiri atau bilik jantung menjadi lebih besar dan lemah, sehingga membuat otot jantung sulit memompa. Maka dari itu, jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah.

3. Kardiomiopati restriktif (RCM)

Pada kondisi ini, dinding ventrikel menjadi kaku sehingga jumlah darah yang masuk pun tidak cukup seperti yang seharusnya. Dapat dikatakan, volume darah tidak terisi penuh.

4. Displasia ventrikel kanan aritmogenik

Tergolong jarang terjadi, penyebab dari kondisi ini adalah saat ventrikel kanan diganti dengan jaringan lemak serta kaya serat. Akibatnya, bisa terjadi aritmia.

5. Kardiomiopati amiloid transthyretin

Apabila ptotein amiloid mengendap pada area dinding bentrikel kiri, ini bisa mengakibatkan dinding ventrikel menjadi kaku. Ini mencegah ventrikel terisi darah dan mengurangi kemampuan memompa darah keluar dari jantung.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara kerja dan gangguan otot jantung, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit jantungdarahperedaran darahanatomi manusia
Healthline. https://www.healthline.com/health/cardiac-muscle-tissue#
Diakses 26 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325530#function
Diakses 26 Maret 2021
Inner Body. https://www.innerbody.com/image/musc01.html#
Diakses 26 Maret 2021
Inner Body. https://www.healthline.com/health/cardiac-muscle-tissue#function
Diakses 26 Maret 2021
Rumah Sakit Annisa. http://www.rsannisa.co.id/artikel/kesehatan/memahami-peran-oto-jantung
Diakses 26 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait