Memahami Fungsi Kelenjar Sebasea yang Krusial Bagi Kulit

(0)
11 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kelenjar sebasea adalah kelenjar-kelenjar penghasil minyak yang terletak di bawah kulitKelenjar sebasea berperan penting untuk memproduksi sebum sehingga kelembapan kulit pun terpelihara
Bicara soal kesehatan kulit, kita cenderung memusuhi minyak atau sebum yang secara alami sudah ada di kulit. Padahal, kehadiran sebum amatlah vital bagi kulit untuk menjaga kelembapan, mengatur suhu tubuh, serta mencegah infeksi di kulit. Sebum dihasilkan oleh banyak kelenjar minyak di kulit yang disebut kelenjar sebasea. Kenali apa itu kelenjar sebasea. 

Mengenal apa itu kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea adalah kelenjar-kelenjar mikroskopik (sangat kecil) penghasil minyak yang terletak di bawah kulit. Senyawa berminyak yang dihasilkan kelenjar sebasea disebut dengan sebum dan berfungsi penting untuk kulit. Kehadiran sebum vital untuk melumasi kulit dan membantunya agar resisten terhadap air. Kelenjar sebasea tersebar di seluruh tubuh, kecuali di telapak tangan dan tapak kaki. Sementara itu, bagian tubuh yang paling banyak memiliki kelenjar sebasea adalah kulit kepala, wajah, dada, dan leher bagian atas. Tak heran, bagian-bagian tubuh ini amat rentan dengan jerawat.Kelenjar sebasea merupakan bagian dari sistem integumen, sistem yang membantu melindungi tubuh dari kerusakan lingkungan maupun fisik. Anggota lain dalam sistem integumen termasuk kulit, rambut, dan kuku.

Fungsi kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea memainkan peran penting untuk kulit dan tubuh. Fungsi kelenjar sebasea tersebut termasuk:

1. Menghasilkan sebum dan menjaga kelembapan permukaan kulit

Seperti yang disampaikan di atas, kelenjar sebasea berperan untuk mengeluarkan sebum. Sebum terdiri atas trigliserida, wax ester, squalene, dan kolesterol. Sebum akan dikeluarkan ke permukaan kulit melalui saluran yang menghubungkan kelenjar ke folikel rambut.Sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebasea membantu membentuk lapisan yang sedikit berminyak di permukaan kulit. Lapisan tersebut membantu kulit lebih fleksibel dan mencegah hilangnya penyerapan air yang berlebihan pada kulit.

2. Mengatur suhu tubuh

Kelenjar sebasea juga bekerja sama dengan kelenjar ekrin penghasil keringat untuk mengatur suhu tubuh. Misalnya, saat suhu di sekitar tubuh cenderung dingin, sebum akan mengandung lebih banyak lipid untuk melindungi dan melembapkan rambut serta kulit. Hal ini dilakukan untuk mencegah hilangnya panas berlebih dari tubuh. 

3. Mencegah infeksi mikroba

Sebum juga mengandung squalene, senyawa yang penting untuk mencegah infeksi dari bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain.  

Kelenjar sebasea dan jerawat

Kelenjar sebasea yang tersumbat menimbulkan jerawat dan komedo
Kotoran dan minyak yang menumpuk di pori-pori menjadi penyebab jerawat
Jerawat merupakan kondisi kulit yang paling dikaitkan dengan kelenjar sebasea. Seperti yang mungkin Anda tahu, jerawat dapat terjadi apabila kotoran dan minyak menumpuk di pori-pori kulit. Begitu tersumbat, bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes dapat berkembang biak dan menimbulkan benjolan berisi nanah yang kita kenal sebagai jerawat. Kumpulan bakteri tersebut kemudian memicu respons sistem imun – sehingga peradangan pun mulai terjadi. Kelompok remaja memang rentan untuk mengalami breakout jerawat. Pasalnya, dalam fase ini, remaja akan mengalami perubahan hormon yang memicu produksi sebum berlebih. Konsentrasi wax ester pada sebum juga meningkat yang membuat sebum menjadi lebih kental dan lekat.

Tips menjaga fungsi kelenjar sebasea tetap normal

Fungsi kelenjar sebasea di atas dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon dan genetik. Namun, tetap ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga fungsi kelenjar minyak di kulit tersebut, misalnya:

1. Mencukupkan kebutuhan air putih

Dehidrasi sebenarnya tidak langsung menimbulkan jerawat. Namun, kondisi ini dapat membuat sebum menjadi kental karena kelenjar ekrin kekurangan air untuk menghasilkan keringat. Minumlah air putih saat Anda mulai merasa haus dan jangan biarkan tubuh dehidrasi.

2. Hindari produk skincare yang keras

Gunakan skincare yang tepat agar tidak menghambat kelenjar sebasea
Pilih produk perawatan kulit berbahan lembut dan sesuai jenis kulit
Seperti anjuran dalam merawat kulit umumnya, Anda harus berhati-hati dalam memilih produk perawat kulit. Produk pembersih wajah yang keras, misalnya, dapat memicu kulit kering dan mengelupas – yang kemudian memperparah penyumbatan di pori-pori.

3. Hindari paparan sinar matahari berlebih

Paparan sinar matahari berlebih dapat memicu kekeringan dan peradangan di kulit. Jangan lupa untuk selalu mengaplikasikan ulang tabir surya Anda jika bepergian keluar rumah. 

4. Selalu gunakan pelembap

Pelembap adalah produk wajib untuk menjaga kulit. Pilih produk pelembap yang tidak berminyak dan memang dirancang khusus untuk wajah. Menjaga kelembapan dapat memperlambat kerusakan kulit akibat penuaan dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. 

Catatan dari SehatQ

Kelenjar sebasea berperan penting untuk memproduksi sebum – sehingga kelembapan kulit pun terpelihara. Apabila masih memiliki pertanyaan terkait kesehatan kulit, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia di Appstore dan Playstore yang memberikan informasi kesehatan kulit terpercaya.
kulit berminyakkulit sehatperawatan kulitjerawat
Britannica. https://www.britannica.com/science/sebaceous-gland
Diakses pada 25 September 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/sebaceous-glands-1069374
Diakses pada 25 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait