Memahami Fungsi Epididimis dan Penyakit yang Menyertainya


Epididimis memegang peran penting bagi kesuburan pria. Gangguan fungsi epididimis dapat menyebabkan munculnya penyakit epididimitis hingga infertilitas pada pria.

(0)
12 May 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fungsi epididimis adalah sebagai tempat pematangan spermaGambaran spermatozoa (sel sperma) yang berkumpul di dalam epididimis
Epididimis adalah organ reproduksi pria yang berfungsi dalam mematangkan sel sperma. Bentuknya seperti tabung panjang dan melingkar, yang terletak di  dalam skrotum, dan menempel pada bagian belakang   testis pria. Meski namanya tidak  populer, peran organ reproduksi pria ini sangatlah vital. Fungsi epididimis adalah untuk menyimpan sperma dan mengangkutnya dari testis.Anatomi epididimis terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Jika sampai salah satu apalagi ketiga bagian tersebut mengalami kelainan, bukan tidak mungkin pria akan mengalami gangguan kesuburan. 

Anatomi epididimis

Saluran epididimis memiliki tiga bagian dengan fungsinya masing-masing, yaitu: 
  • Kepala (caput): terletak di dekat bagian atas testis dan berfungsi menyimpan sperma sampai siap untuk mengalami pematangan.
  • Tubuh (corpus): berbentuk tabung panjang dan bengkok tempat sperma matang. Pematangan ini memakan waktu sekitar satu minggu.
  • Ekor (cauda) : bagian ini yang menjadi jembatan ke saluran deferen atau dikenal juga dengan sebutan ductus deferens maupun vas deferens. Dari sini, sperma diangkut ke saluran ejakulasi.

Fungsi epididimis pada pria

Dalam sistem reproduksi pria, epididimis berfungsi untuk memindahkan sperma dari testis dan menjadi tempat pematangan sperma itu sendiri. Saat sperma berjalan melalui epididimis, terdapat sinyal-sinyal dari sel organ ini yang akan mendorong proses pematangannya.Terdapat ratusan, bahkan ribuan, gen berbeda yang dikeluarkan oleh sel epididimis ketika sperma masuk ke bagian testis yang satu ini. Gen inilah yang kemudian menjadikan sel sperma matang dan siap membuahi sel telur saat pria berejakulasi.
Letak epididimis pada alat reproduksi pria
Epididimis terletak di atas testis dan menyambung dengan uretra

Gangguan fungsi epididimis yang ada sejak lahir

Fungsi saluran epididimis tempat pematangan sel sperma dapat terganggu karena berbagai hal, baik karena bawaan lahir maupun penyakit tertentu.Setidaknya terdapat empat jenis gangguan fungsi epididimis yang dapat terjadi akibat bawaan lahir (kongenital), yakni:

1. Masalah perlekatan pada testis

Normalnya, seluruh bagian epididimis melekat pada testis. Namun, ada beberapa pria yang lahir dengan epididimis tidak melekat sepenuhnya pada testis atau hanya sebagian saja yang menempel.

2. Agenesis epididimis

Kondisi ini terjadi ketika ada salah satu bagian epididimis yang tidak berkembang sempurna. Namun, agenesis biasanya terjadi pada salah satu epididimis saja, bukan keduanya.

3. Duplikasi epididimis

Duplikasi epididimis adalah adanya percabangan dari epididimis utama yang menempel pada testis. Belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Namun, kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala ataupun keluhan lainnya.
Fungsi epididimis untuk organ reproduksi pria sangat penting
Perbedaan epididimis yang sehat dengan yang meradang

Gangguan fungsi epididimis akibat penyakit

Sementara itu, sejumlah penyakit  turut mengakibatkan gangguan fungsi epididimis, yaitu:

1. Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pria berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.Pada beberapa pria, epididimitis juga bisa muncul karena infeksi saluran kemih. Penis yang pernah dipasang kateter, tidak disunat, maupun pernah mengalami pembengkakan  prostat  juga berisiko tinggi mengalami epididimitis.Ketika Anda mengalami gangguan  epididimis yang satu ini, skrotum alias kantong testis akan terlihat bengkak, berwarna kemerahan, serta membuat testis terasa nyeri  Anda pun mungkin merasakan sakit ketika buang air kecil, melihat ada cairan yang keluar dari penis (termasuk darah), dan dalam beberapa kasus juga timbul demam.Jangan tunda untuk memeriksakan ke dokter bila Anda mengalami gejala epididimitis di atas untuk menghindari komplikasi seperti skrotum bernanah hingga kemandulan.

2. Epididimo-orchitis

Dalam perkembangannya, epididimitis turut membuat testis meradang. Radang epididimis yang disertai dengan radang testis ini dikenal sebagai epididimo-orchitis.Dilansir dari American Family of Physician, epididimo-orchitis membuat penderitanya mengalami sejumlah gejala, seperti testis bengkak, dan epididimis membesar serta mengeras.

3. Spermatokel

Spermatokel adalah gangguan fungsi epididimis yang ditandai oleh munculnya kista jinak pada organ tersebut. Kista tersebut berisi cairan berwarna putih, dan mengandung sperma.Spermatokel terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran epididimis. Namun, belum dapat diketahui secara pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi.Selain ketiga masalah di atas, gangguan pada epididimis juga bisa terjadi karena vasektomi, sebagaimana tertulis dalam sebuah tinjauan ilmiah tahun 2016 Vasektomi adalah proses sterilisasi sperma lewat jalan operasi. Prosedur medis ini dilakukandengan cara menyumbat saluran vas deferens sehingga sperma tidak bisa keluar saat ejakulasi.[[artikel-terkait]]

Kapan harus ke dokter?

Gangguan pada saluran epididimis umumnya bersifat serius sehingga Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Terutama jika Anda telah menunjukkan gejala-gejala yang telah disebutkan.Penanganan medis yang cepat dan tepat bertujuan untuk memudahkan proses pengobatan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi penyakit pada epididimis yang bisa memengaruhi fungsi organ tersebut.

Cara mengobati penyakit pada epididimis

Cara mengobati gangguan fungsi saluran epididimis tergantung dari jenis penyakit yang menjadi penyebabnya. Oleh sebab itu, dokter perlu melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui alasannya.Setelah diagnosis dilakukan, barulah dokter dapat menentukan metode pengobatan yang tepat. Pengobatan yang umum dilakukan untuk penyakit pada epididimis meliputi:

1. Obat antiradang

Obat antiradang diberikan pada pasien yang mengalami radang epididimis, termasuk epididimo-orchitis.Jenis obat radang yang diberikan biasanya berupa obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ketorolac dan piroxicam.

2. Obat antibiotik

Epididimitis umum disebabkan oleh infeksi bakteri. Oleh karenanya, dokter juga akan memberikan resep obat antibiotik pada pasien.Obat antibiotik berfungsi untuk melawan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Antibiotik yang diberikan umumnya ofloxacin, levofloxacin, dan ceftriaxone.Pastikan Anda meminum antibiotik hingga habis sesuai yang diresepkan dokter untuk mencegah risiko kebal antibiotik.

3. Obat antinyeri

Guna meredakan gejala nyeri yang umum dirasakan saat mengalami penyakit gangguan fungsi epididimis, pasien akan diberi obat antinyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen.

4. Operasi

Pada kasus seperti spermatokel atau kista epididimis, Anda mungkin harus menjalani operasi pengangkatan kista atau disebut spermatokelektomi. Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwasanya spermatokelektomi berpotensi menimbulkan komplikasi berupa kerusakan epididimis yang kemudian bisa memengaruhi kesuburan pria.

Catatan dari SehatQ

Mengingat fungsi epididimis dalam reproduksi pria sangat penting, maka menjaga agar organ ini tetap sehat sudah selayaknya Anda terapkan.Menerapkan pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi dan olahraga teratur adalah contoh aktivitas yang dapat membantu alat reproduksi pria ini bekerja dengan baik. Selain itu, lakukan pemeriksaan medis secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan organ reproduksi Anda. Gunakan fitur chat dokter di aplikasi SehatQ untuk berkonsultasi seputar reproduksi pria langsung dari smartphone.Download aplikasi kesehatan keluarga SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.
epididimitisinfeksi saluran reproduksikesehatan priareproduksi pria
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/epididymis
Diakses pada 27 April 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/epididymis-anatomy-4774615
Diakses pada 27 April 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epididymitis/symptoms-causes/syc-20363853
Diakses pada 27 April 2020
Online Wiley Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/%28SICI%291098-2353%281996%299%3A5%3C337%3A%3AAID-CA7%3E3.0.CO%3B2-9
Diakses pada 27 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait