Memahami Fungsi Epididimis dan Penyakit yang Menyertainya

Fungsi epididimis adalah sebagai tempat pematangan sperma
Gambaran spermatozoa (sel sperma) yang berkumpul di dalam epididimis

Istilah epididimis mungkin tidak terlalu populer di tengah masyarakat awam. Meski demikian, fungsi epididimis ini sangat vital, terutama bagi sistem reproduksi pria.

Epididimis adalah tabung panjang dan melingkar yang berada masing-masing pada testis pria. Struktur epididimis terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor, serta memiliki tugas utama yakni menyimpan sperma dan mengangkutnya dari testis.

Anatomi epididimis

Ketiga bagian epididimis memiliki karakternya masing-masing, yaitu:

  • Kepala epididimis: terletak di dekat bagian atas testis dan berfungsi menyimpan sperma sampai siap untuk mengalami pematangan.
  • Tubuh epididmis: berbentuk tabung panjang dan bengkok tempat sperma matang. Pematangan ini memakan waktu sekitar satu minggu.
  • Ekor epididmis: bagian ini yang menjadi jembatan ke saluran deferen atau dikenal juga dengan sebutan ductus deferens maupun vas deferens. Dari sini, sperma diangkut ke saluran ejakulasi.

Apa fungsi epididimis?

Fungsi epididimis yang utama adalah memindahkan sperma dan menjadi tempat pematangan sperma itu sendiri. Saat sperma berjalan melalui epididimis, terdapat sinyal-sinyal dari sel epididimis yang mendorong pematangannya.

Terdapat ratusan, bahkan ribuan, gen berbeda yang dikeluarkan oleh sel epididimis ketika sperma masuk ke bagian testis yang satu ini. Gen inilah yang kemudian menjadikan sel sperma matang dan siap membuahi sel telur saat pria melakukan ejakulasi.

Gangguan fungsi epididimis

Fungsi epididmitis dapat terganggu karena berbagai hal, baik karena kelainan anatomi testis akibat cacat bawaan lahir maupun adanya penyakit tertentu yang menyerang epididimis. Setidaknya terdapat empat jenis anomali kongenital yang dapat terjadi pada epididmis, yakni:

  • Kista epididimis

Kista yang mengganggu fungsi epididimis ini bisa terjadi saat lahir maupun muncul dalam usia tertentu. Pada beberapa orang, kista epididimis tidak menimbulkan gejala dan keluhan berarti. Namun pada pria lain, kista dapat mengganggu aliran sperma sehingga berpotensi mengakibatkan infertilitas.

  • Masalah perlekatan pada testis

Normalnya, seluruh bagian epididimis melekat pada testis. Namun, ada beberapa pria yang lahir dengan abnormalitas berupa epididimis tidak melekat sepenuhnya pada testis atau hanya sebagian saja yang menempel.

  • Agenesis epididimis

Kondisi ini terjadi ketika ada salah satu bagian epididimis yang tidak berkembang sempurna. Namun, agenesis biasanya terjadi pada salah satu epididimis saja, bukan keduanya.

  • Duplikasi epididimis

Duplikasi adalah adanya percabangan dari epididimis utama yang menempel pada testis. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak menyebabkan keluhan.

Sementara itu, penyakit yang mungkin menyerang sehingga mengakibatkan gangguan fungsi epididimis adalah:

1. Epididimitis

Epididimitis adalah meradangnya epididimis karena paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya terjadi setelah pria berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

Pada beberapa pria, epididimitis juga bisa muncul karena infeksi saluran kemih. Penis yang pernah dipasang kateter, tidak disunat, maupun pernah mengalami pembesaran prostat juga berisiko tinggi mengalami epididimitis.

Ketika Anda mengalami gangguan fungsi epididimis, skrotum (kantong testis) akan terlihat bengkak, berwarna kemerahan, serta terasa nyeri. Anda pun mungkin merasakan sakit ketika buang air kecil, melihat ada cairan yang keluar dari penis (termasuk darah), dan dalam beberapa kasus juga timbul demam.

Jangan tunda untuk memeriksakan ke dokter bila Anda mengalami gejala epididimitis di atas untuk menghindari komplikasi. Komplikasi epididmitis yang mungkin terjadi adalah skrotum bernanah, testis meradang (epididimo-orchitis), hingga infertilitas.

2. Infertilitas

Infertilitas, atau sering dikenal dengan istilah mandul, bisa terjadi ketika ada masalah dengan epididimis sebagai bagian yang mematangkan sperma. Adanya luka, infeksi, trauma, maupun abnormalitas epididimis kongengital dapat mengakibatkan sumbatan sehingga mengganggu fungsi epididimis.

Abnormalitas berupa kista, masalah perlekatan, maupun agenesis dapat mengakibatkan infertilitas. Meskipun demikian, ada beberapa kondisi epididimis yang dapat diperbaiki dengan jalan operasi agar sumbatan tersebut terbuka.

Jika tidak, Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan pembuahan in vitro. Dokter akan mengambil sampe sperma yang telah matang dan berada di saluran sebelum penyumbatan untuk dimasukkan ke sel telur pasangan Anda.

Selain kedua masalah di atas, gangguan fungsi epididimis juga bisa terganggu ketika Anda menjalani vasektomi. Vasektomi adalah proses sterlilisasi lewat jalan operasi dengan menyumbat saluran vas deferens sehingga sperma tidak bisa keluar saat ejakulasi.

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/epididymis
Diakses pada 27 April 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/epididymis-anatomy-4774615
Diakses pada 27 April 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epididymitis/symptoms-causes/syc-20363853
Diakses pada 27 April 2020

Online Wiley Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/%28SICI%291098-2353%281996%299%3A5%3C337%3A%3AAID-CA7%3E3.0.CO%3B2-9
Diakses pada 27 April 2020

Artikel Terkait