Memahami Fertilisasi, Proses Kompleks demi Menghasilkan Keturunan

Sel sperma dan sel telur bergabung dalam proses fertilisasi untuk membentuk organisme baru
Fertilisasi terjadi jika sel sperma dan sel telur bergabung untuk membentuk organisme baru

Dalam proses kehamilan, memahami konsep fertilisasi adalah salah satu hal yang krusial. Pasalnya, kondisi ini dapat menentukan seberapa besar peluang Anda untuk mendapatkan keturunan serta membantu merumuskan solusi jika Anda memiliki masalah pada fertilisasi ini.

Fertilisasi adalah bersatunya dua gamet (sel sperma dan sel ovum) untuk membentuk organisme baru yang sejenis. Dalam diri manusia, proses ini dikenal juga sebagai konsepsi yang merupakan bagian dari proses reproduksi untuk menghasilkan keturunan.

Empat tahapan fertilisasi

Fertilisasi adalah proses yang sangat kompleks. Namun secara garis besar, para peneliti membagi proses ini ke dalam empat tahapan utama, yaitu:

1. Masuknya sperma

Sel sperma yang masuk melalui vagina tidak otomatis akan membuahi sel telur yang dilepaskan oleh organ reproduksi wanita. Sebaliknya, mereka akan melalui banyak proses adaptasi yang dinamakan kapasitasi.

Pertama-tama, sperma akan mengalami peningkatan ion kalsium sehingga ekor sperma dapat bergerak lebih aktif. Kian dekat dengan sel telur, antigen yang ada pada permukaan sel sperma akan menghilang sehingga sperma dapan mengikat sel telur tersebut.

2. Bertemunya sel sperma dan sel telur

Tahapan berikutnya dari proses fertilisasi ini cukup rumit. Jika sel telur memiliki zona pellucida yang terlalu tebal, ada kemungkinan sel sperma tidak bisa mengingat sel telur sehingga pembuahan tidak dapat terjadi. Zona pellucida adalah lapisan pembungkus sel telur yang mengandung tiga jenis glikoprotein.

3. Bersatunya sel telur dan sel sperma

Proses fertilisasi ini membutuhkan PH30 yang disebut fertilin. Fertilin ini berfungsi meleburkan kedua membran pada sel telur dan sel sperma sehingga menyebabkan masuknya sel sperma ke dalam sel telur.

Pada tahap ini, sel sperma juga melepas ekornya. Sementara bagian sperma lainnya seperti mitokondria berfungsi melakukan membelahan sel telur sehingga sperma tersebut bisa masuk lebih dalam ke sel telur yang ukurannya lebih besar dari sel sperma.

4. Aktivasi

Tahap akhir dari fertilisasi adalah aktivasi alias melihat respons sel telur terhadap aktivitas pembuahan yang dilakukan sel sperma. Respons pertama yang dilakukan sel telur biasanya mencegah terjadinya pembuahan oleh banyak sel sperma atau disebut polispermi.

Ketika proses ini berjalan lancar, maka akan tercipta zigot baru pada tubuh manusia. Dalam perkembangannya, zigot akan berkembang menjadi embrio, lalu berkembang lagi menjadi fetus atau janin ketika kehamilan seorang wanita mulai menginjak usia 9 minggu hingga janin tersebut dilahirkan ke dunia.

Fertilisasi buatan

Tahapan awal alamiah fertilisasi adalah masuknya sel sperma melalui vagina lewat hubungan seksual. Namun, perkembangan teknologi memungkinkan terjadinya pembuahan di luar tubuh atau disebut dengan fertilisasi in vitro atau bayi tabung.

Dalam proses fertilisasi ini, sel telur diambil dari rahim wanita (pasangan Anda atau donor) kemudian disuntikkan dengan sperma (pasangan Anda atau donor). Setelah maksimal 6 hari, sel telur itu sudah berstatus aktif, kemudian dimasukkan kembali ke rahim wanita yang ingin mengandung.

Baik fertilisasi secara alami maupun in vitro memiliki kemungkinan untuk gagal.

Bagaimana jika proses fertilisasi tidak berhasil?

Jika proses fertilisasi berhasil, maka sel telur yang telah aktif itu akan ‘berenang’ melewati tuba falopi menuju rahim. Selanjutnya, sel telur akan menempel di dinding rahim, membentuk plasenta yang akan mentransfer oksigen serta nutrisi dari ibu hamil ke janin sekaligus memastikan janin tumbuh dengan baik hingga dilahirkan.

Sebaliknya, bila fertilisasi tidak berhasil, maka sel telur tidak aktif. Hal ini ditandai dengan peluruhan dinding rahim atau dikenal dengan peristiwa menstruasi, yakni keluarnya darah dan lendir dari vagina.

Menstruasi yang normal biasanya hanya berlangsung 7 hari hari dan tidak disertai nyeri tak tertahankan, apalagi sampai mengakibatkan terganggunya aktivitas. Jika Anda merasa mengalami menstruasi yang tidak normal, periksakan ke dokter.

Science Daily. https://www.sciencedaily.com/terms/fertilisation.htm
Diakses pada 31 Maret 2020

Columbia University. http://www.columbia.edu/itc/hs/medical/humandev/2004/Chapt1-Fertilization.pdf
Diakses pada 31 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/296751
Diakses pada 31 Maret 2020

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/menstrual-cycle-an-overview
Diakses pada 31 Maret 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14633-abnormal-menstruation-periods
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait