Fertilisasi Adalah Proses Menghasilkan Keturunan yang Perlu Dipahami Pasangan, Seperti Apa?


Fertilisasi adalah proses kompleks dalam empat tahapan. Jika fertilisasi berhasil, wanita akan hamil. Jika gagal, wanita akan mengalami menstruasi.

(0)
14 Apr 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
fertilisasi adalah proses pertama kali yang terjadi untuk mencapai kehamilanFertilisasi adalah proses yang terjadi jika sel sperma dan sel telur bergabung untuk membentuk organisme baru
Dalam proses kehamilan, memahami konsep fertilisasi adalah salah satu hal yang krusial. Pasalnya, kondisi ini dapat menentukan seberapa besar peluang Anda untuk mendapatkan keturunan serta membantu merumuskan solusi jika Anda memiliki masalah pada fertilisasi ini.Fertilisasi adalah bersatunya dua gamet (sel sperma dan sel ovum) untuk membentuk organisme baru yang sejenis. Dalam diri manusia, proses ini dikenal juga sebagai fertilisasi internal atau konsepsi yang merupakan bagian dari proses reproduksi untuk menghasilkan keturunan.

Bagaimana proses fertilisasi pada manusia terjadi?

Fertilisasi adalah proses yang sangat kompleks. Namun secara garis besar, Dikutip dari penelitian Dr. Gregg Gundersen, para peneliti membagi proses ini ke dalam empat tahapan utama, yaitu:

1. Masuknya sperma

Sel sperma yang masuk melalui vagina tidak otomatis akan membuahi sel telur yang dilepaskan oleh organ reproduksi wanita. Sebaliknya, mereka akan melalui banyak proses adaptasi yang dinamakan kapasitasi.Pertama-tama, sperma akan mengalami peningkatan ion kalsium sehingga ekor sperma dapat bergerak lebih aktif. Kian dekat dengan sel telur, antigen yang ada pada permukaan sel sperma akan menghilang sehingga sperma dapan mengikat sel telur tersebut.

2. Bertemunya sel sperma dan sel telur

Tahapan berikutnya dari proses fertilisasi ini cukup rumit. Jika sel telur wanita memiliki zona pellucida yang terlalu tebal, ada kemungkinan sel sperma tidak bisa mengingat sel telur sehingga pembuahan tidak dapat terjadi. Zona pellucida adalah lapisan pembungkus sel telur yang mengandung tiga jenis glikoprotein.Berapa lama sperma berjalan menuju rahim? Untuk mencapai pembuahan, sperma akan berjalan sepanjang kurang lebih 18 cm dari leher rahim menuju tuba falopi. Umumnya, sperma akan berenang dengan kecepatan 2.5 cm setiap 15 menit dan waktu paling cepat sperma untuk mencapai sel telur adalah dalam waktu 45 menit.

3. Bersatunya sel telur dan sel sperma

Untuk membuahi sel telur, sperma membutuhkan PH30 yang disebut fertilin. Fertilin ini berfungsi meleburkan kedua membran pada sel telur dan sel sperma sehingga menyebabkan masuknya sel sperma ke dalam sel telur. Tempat terjadinya fertilisasi ini adalah di tuba falopi.Pada tahap ini, sel sperma juga melepas ekornya. Sementara selama proses pembuahan terjadi, sebagian sperma lainnya seperti mitokondria berfungsi melakukan membelahan sel telur sehingga sperma tersebut bisa masuk lebih dalam ke sel telur yang ukurannya lebih besar dari sel sperma hingga terjadinya proses pembuahan.Pembuahan adalah proses bertemunya sel telur dengan sel sperma pada tuba falopi atau juga merupakan proses berfungsinya pronukleus jantan pada sperma dengan pronukleus betina pada ovum. Berapa lama proses pembuahan pada rahim? Waktu yang digunakan untuk pembuahan sel telur ini adalah 24 jam. Setelah pembuahan, sel telur membutuhkan waktu 3-4 hari untuk sampai ke rahim. 

4. Aktivasi

Tahap akhir dari fertilisasi adalah aktivasi alias melihat respons sel telur terhadap aktivitas pembuahan yang dilakukan sel sperma. Respons pertama yang dilakukan sel telur biasanya mencegah terjadinya pembuahan oleh banyak sel sperma atau disebut polispermi.Dalam waktu 24 jam setelah pembuahan terjadi, sel telur yang telah dibuahi, disebut zigot, akan berkembang menjadi embrio. Embrio ini kemudian menempel di dinding rahim dalam waktu 5-10 hari setelah pembuahan.Dalam perkembangannya, zigot akan berkembang menjadi embrio, lalu berkembang lagi menjadi fetus atau janin ketika kehamilan seorang wanita mulai menginjak usia 9 minggu hingga janin tersebut dilahirkan ke dunia.

Fertilisasi buatan

Tahapan awal alamiah fertilisasi adalah masuknya sel sperma melalui vagina lewat hubungan seksual. Namun, perkembangan teknologi memungkinkan terjadinya pembuahan di luar tubuh atau disebut dengan fertilisasi in vitro atau bayi tabung.Dalam proses fertilisasi ini, sel telur diambil dari rahim wanita (pasangan Anda atau donor) kemudian disuntikkan dengan sperma (pasangan Anda atau donor). Setelah maksimal 6 hari, sel telur itu sudah berstatus aktif, kemudian dimasukkan kembali ke rahim wanita yang ingin mengandung.Baik fertilisasi secara alami maupun in vitro memiliki kemungkinan untuk gagal.

Bagaimana jika proses fertilisasi tidak berhasil?

Jika proses fertilisasi berhasil, maka sel telur yang telah aktif itu akan ‘berenang’ melewati tuba falopi menuju rahim. Selanjutnya, sel telur akan menempel di dinding rahim, membentuk plasenta yang akan mentransfer oksigen serta nutrisi dari ibu hamil ke janin sekaligus memastikan janin tumbuh dengan baik hingga dilahirkan.Sebaliknya, bila fertilisasi tidak berhasil, maka sel telur tidak aktif. Hal ini ditandai dengan peluruhan dinding rahim atau dikenal dengan peristiwa menstruasi, yakni keluarnya darah dan lendir dari vagina.Menstruasi yang normal biasanya hanya berlangsung 7 hari hari dan tidak disertai nyeri tak tertahankan, apalagi sampai mengakibatkan terganggunya aktivitas. Jika Anda merasa mengalami menstruasi yang tidak normal, periksakan ke dokter.Fertilisasi adalah proses kompleks yang sebaiknya dipahami para pasangan. Jika Anda ingin bertanya langsung pada dokter, maka Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
merencanakan kehamilanbayi tabung
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/terms/fertilisation.htm
Diakses pada 31 Maret 2020
Columbia University. http://www.columbia.edu/itc/hs/medical/humandev/2004/Chapt1-Fertilization.pdf
Diakses pada 31 Maret 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/296751
Diakses pada 31 Maret 2020
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/menstrual-cycle-an-overview
Diakses pada 31 Maret 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14633-abnormal-menstruation-periods
Diakses pada 31 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait