Memahami Efektivitas Blue Light Therapy dalam Menghilangkan Jerawat


Blue light therapy adalah pengobatan jerawat dengan menggunakan cahaya. Meski bermanfaat, prosedur medis ini dapat menyebabkan efek samping seperti kulit kering, kemerahan, dan pembengkakan.

0,0
17 Aug 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Blue light therapy untuk jerawatBlue light therapy adalah pengobatan jerawat menggunakan cahaya biru.
Pernahkah Anda mendengar prosedur blue right therapy atau terapi cahaya biru sebagai cara menghilangkan jerawat? Blue light therapy adalah metode pengobatan jerawat yang menggunakan cahaya untuk membunuh bakteri Propionibacterium acnes atau P. acnes pada kulit. Untuk memahami prosedur ini, mari kita simak cara kerja, efek samping, dan berbagai manfaat blue light therapy.

Cara kerja blue light therapy

Blue light therapy adalah prosedur rawat jalan yang dapat dilakukan dengan durasi yang singkat. Anda dapat melakukannya di klinik kecantikan atau rumah sakit yang menawarkan layanan blue light therapy.Sebelum menjalani prosedur ini, dokter dan perawat akan mengantarkan Anda ke dalam ruangan gelap. Dokter umumnya juga meminta Anda untuk membersihkan segala macam produk kosmetik yang ada di wajah sebelum blue light therapy dilakukan.Selanjutnya, Anda akan diminta untuk menggunakan kacamata khusus untuk melindungi mata dari cahaya biru yang terpancar ke kulit. Setelah itu, dokter akan mengarahkan cahaya biru ke bagian jerawat yang ingin diobati.Sesi blue light therapy biasanya dapat berlangsung selama 15-90 menit, tergantung bagian kulit mana yang sedang diobati, sebesar apa area kulitnya, dan apakah ada obat oles lain yang perlu digunakan.Hasil maksimal dapat terlihat sekitar 2-4 minggu setelah menjalani prosedur blue light therapy. Selain itu, Anda juga disarankan untuk melakukan terapi cahaya biru ini selama beberapa kali untuk melihat hasil yang memuaskan.

Manfaat blue light therapy untuk jerawat

American Academy of Dermatology (AAD) menyatakan bahwa blue light therapy mampu memberikan hasil yang menjanjikan untuk mengatasi jerawat. Banyak orang bahkan merasakan kesehatan kulitnya mengalami peningkatan setelah menjalani beberapa kali perawatan ini.Meski begitu, AAD juga menegaskan bahwa blue light therapy saja belum cukup untuk membuahkan hasil yang maksimal. Masih dibutuhkan pengobatan jerawat lain agar hasilnya memuaskan.Dilansir dari sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Dermatological Science, partisipan yang mengidap jerawat ringan hingga sedang berhasil mengurangi lesi jerawatnya sebanyak 64 persen setelah menjalani blue light therapy sebanyak dua kali dalam seminggu selama 5 minggu.Sementara itu, studi lain yang dirilis dalam Journal of Cosmetic and Laser Therapy membuktikan, 28 partisipan yang memiliki jerawat di wajah mampu mengurangi sekitar 65 persen lesi jerawatnya setelah menjalani blue light therapy sebanyak 8 kali dalam kurun waktu 4 minggu.Perlu diingat bahwa berbagai studi di atas belum bisa dijadikan acuan untuk membuktikan manfaat blue light therapy. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya. 

Manfaat blue light therapy lainnya

Selain mengatasi masalah jerawat, blue light therapy juga sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi medis lainnya, seperti:
  • Kerusakan kulit akibat sinar matahari dan pencegahan kanker kulit

Blue light therapy juga sering digunakan untuk mengobati kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari dan untuk mencegah pertumbuhan kanker kulit.Blue light therapy dipercaya bisa menghilangkan lesi kulit bersifat kanker atau prakanker yang belum menyebar ke bagian tubuh lain.Namun, blue light therapy membutuhkan obat-obatan fotosintesis dan cahaya berintesitas tinggi jika digunakan untuk mencegah kanker kulit.Nantinya, obat fotosintesis yang sudah dioleskan ke kulit akan bereaksi dengan oksigen dan membunuh sel kanker.
  • Perawatan kulit

Manfaat blue light therapy selanjutnya adalah perawatan kulit. Terapi ini diyakini bisa memperbaiki tekstur kulit dan mengatasi kelenjar minyak yang membesar.Tidak hanya itu, dilansir dari Healthline, blue light therapy pun dipercaya ampuh untuk menghilangkan bintik-bintik akibat matahari hingga bekas jerawat.
  • Depresi

Selain mengatasi masalah kulit dan mencegah kanker, blue light therapy ternyata bisa digunakan untuk mengatasi depresi, terutama depresi dengan pola musiman. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan gangguan afektif musiman atau seasonal affective disorder (SAD).Jenis depresi ini biasanya muncul akibat terlalu lama berdiam diri di dalam rumah atau faktor cuaca.

Efek samping blue light therapy

Jika dilakukan dengan benar dan mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, umumnya blue light therapy tidak menimbulkan efek samping jangka panjang.Walau demikian, terdapat beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul, di antaranya:Jika Anda mengidap kondisi langka bernama porfiria (kelainan darah yang meningkatkan sensitivitas cahaya), sebaiknya hindari blue light therapy. Penderita lupus dan mereka yang alergi porfirin juga disarankan untuk tidak mencoba terapi cahaya biru.Jika Anda ingin bertanya mengenai kesehatan kulit, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
jerawatkulit dan kecantikankulit kering
Healthline. https://www.healthline.com/health/blue-light-therapy#purpose-and-uses
Diakses pada 2 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319254#self-administered-blue-light-therapy
Diakses pada 2 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait