Memahami Delayed Gratification dan Manfaatnya bagi Anak

(0)
16 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Orangtua harus melatih delayed gratification pada anakMelatih delayed gratification pada anak dapat dilakukan dengan mudah
Apakah anak Anda selalu merengek jika keinginannya tidak dipenuhi atau tidak punya kesabaran untuk mendapatkan apa yang diinginkan? Masalah ini dapat diatasi dengan melatih delayed gratification pada anak. Istilah delayed gratification (delay gratification) mungkin terdengar asing di telinga Anda. Namun, kemampuan ini dapat membuat anak menjadi lebih bersabar jika menginginkan sesuatu. Meski terlihat menjanjikan, tidak mudah untuk mengajarkan delayed gratification pada anak.

Apa itu delayed gratification?

Delayed gratification adalah kemampuan untuk menunggu atau menunda sesuatu yang bisa didapatkan saat ini (instan) dengan tujuan meraih sesuatu yang lebih diinginkan di masa mendatang. Memiliki kemampuan ini dipercaya dapat berpengaruh terhadap masa depan anak yang lebih baik. Jika anak terbiasa mendapat kepuasan secara instan (instant gratification), ia akan menjadi pribadi yang manja dan tidak tahan banting. Dalam eksperimen psikologi klasik di tahun 1970-an yang dipimpin psikolog bernama Walter Mischel, anak-anak yang jadi pesertanya disuguhkan satu marshmallow. Mereka bisa menikmatinya sekarang atau menunggu 15 menit untuk mendapatkan dua marshmallow. Sebagian besar anak pun langsung mencomot marshmallow tersebut, sedangkan beberapa anak mampu menahan diri. Anak-anak yang mampu menunda (delayed gratification) memiliki sejumlah keunggulan di kemudian hari dibanding anak yang tidak bersabar. Mereka pun lebih baik secara akademis, dan menunjukkan lebih sedikit masalah perilaku. Secara spesifik, anak yang dapat menunda kepuasannya dinilai memiliki kemampuan sosial dan akademis yang lebih baik, lebih fasih secara verbal, lebih rasional, memiliki perhatian yang baik, lebih terencana, dan mampu menghadapi stres. Oleh sebab itu, penting bagi anak untuk memiliki kemampuan delay gratification.

Melatih delayed gratification pada anak

Anda sebaiknya tidak selalu langsung menuruti apa yang anak inginkan. Cobalah untuk melatih delayed gratification pada anak. Berikut adalah strategi yang dapat Anda terapkan untuk mengembangkan delayed gratification pada anak.
  • Alihkan perhatian anak

alihkan perhatian anak
Alihkan perhatian anak saat anak merengek menginginkan sesuatu
Dalam eksperimen lanjutan yang dilakukan Walter Mischel, ditemukan bahwa sejumlah teknik pengalihan dapat membantu anak-anak menunda kepuasannya dengan lebih efektif. Ketika ia merengek menginginkan sesuatu, cobalah alihkan perhatiannya pada hal lain. Bernyanyi, bermain, membereskan mainan, atau melakukan kegiatan lainnya bisa membantu anak menunda keinginannya pada saat itu.
  • Berikan batasan waktu yang jelas

Alih-alih memberikan langsung ketika anak menginginkan sesuatu, buatlah ia menunggu. Namun, berikan waktu yang jelas kapan ia akan mendapatkan hal tersebut, misalnya seminggu atau sebulan kemudian. Hal ini akan membantu melatih kesabaran dalam diri anak. Selain itu, ia juga tidak akan terus merengek karena merasa permintaannya ditolak. Akan tetapi, tentu saja Anda juga harus memerhatikan kemampuan Anda dalam memenuhi permintaan tersebut.
  • Beri tantangan pada anak

anak belajar
Beri tantangan pada anak untuk mendapatkan apa yang ia inginkan
Dalam melatih delayed gratification, ajarkan anak berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Misalnya, jika anak ingin membeli mainan mobil-mobilan, Anda jangan memberinya langsung. Berikan tantangan pada anak untuk membereskan mainannya setelah bermain selama seminggu atau mendapatkan nilai 10 di ulangan matematika. Jika berhasil, ia akan mendapatkan mainan tersebut sebagai hadiahnya.
  • Mendukung anak sepenuhnya

Untuk mengajarkan delay gratification, Anda tentu harus mendukung anak sepenuhnya. Bantu anak dalam merencanakan apa yang harus dilakukan supaya tujuannya tercapai. Berikan pengertian bahwa ia harus bersabar dalam melewati proses untuk mendapakant apa yang diinginkan.Pastikan juga Anda memenuhi apa yang telah dijanjikan pada anak. Misalnya, Anda berjanji mengajak anak ke bioskop jika berhasil menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Setelah anak berhasil mencapai tujuan tersebut, tepati janji yang telah Anda buat.Jika anak dilatih memiliki kemampuan delay gratification, ini akan membantunya tumbuh menjadi pribadi yang mau berusaha, tenang, lebih memahami keadaan, dan mengetahui potensi dalam dirinya.Sementara itu, bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips mendidik anakmembesarkan anakcara mendidik anak
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/delayed-gratification-why-wait-for-what-you-want-2795429
Diakses pada 05 April 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/delay-of-gratification-meaning-for-tweens-3287998
Diakses pada 05 April 2021
Pustaka Unpad. http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2015/06/artikel-penelitian.pdf
Diakses pada 05 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait