6 Cara Tes Alergi pada Bayi yang Dapat Direkomendasikan Dokter

(0)
29 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara tes alergi pada bayi sangat beragam, salah satunya skin prick test.Ada banyak cara tes alergi pada bayi yang bisa dicoba, salah satunya skin prick test.
Munculnya reaksi alergi pada tubuh bayi harus segera ditangani. Sebab, semakin cepat pemicu alerginya diketahui, semakin cepat masalah ini dapat diobati. Untuk mengetahui pemicu reaksi alergi pada tubuh si kecil, orangtua perlu membawanya ke dokter untuk melakukan tes alergi pada bayi.Ada berbagai cara tes alergi untuk bayi yang dapat direkomendasikan dokter, mulai dari skin prick test, tes intradermal, hingga tes darah. Diskusikan dengan dokter untuk memilih tes alergi pada bayi yang tepat bagi anak Anda.

6 cara tes alergi pada bayi

Sebelum berkonsultasi ke dokter mengenai tes alergi untuk bayi, Anda sebaiknya mencatat gejala-gejala alergi yang muncul pada tubuhnya.Selain itu, cobalah mengingat kegiatan bayi sebelum reaksi alergi itu muncul. Kedua hal ini dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi pemicu alergi pada tubuh anak Anda secara akurat.Setelah itu, dokter dapat menentukan salah satu dari tes alergi untuk bayi berikut ini:

1. Skin prick test

Skin prick test (tes uji tusuk) adalah tes alergi pada bayi yang dilakukan dengan cara menaruh satu tetes alergen ke kulit bayi. Selanjutnya, alergen itu akan ditusuk dengan jarum agar bisa masuk ke dalam kulit.Jika bayi memiliki alergi terhadap senyawa tersebut, benjolan berwarna merah yang bengkak di kulit anak akan bermunculan. Tes alergi untuk bayi ini dapat dilakukan saat di usia 6 bulan ke atas.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), skin prick test tidak dapat dilakukan dalam beberapa kondisi berikut:
  • Anak memiliki kelainan kulit yang luas karena skin prick test harus dilakukan pada kulit yang sehat
  • Anak tidak bisa lepas dari obat antihistamin atau obat antialergi
  • Anak mengidap dermatografisme (kondisi kulit bentol dan merah apabila ditekan atau tergores sesuatu).

2. Tes intradermal

Tes alergi pada bayi selanjutnya adalah tes intradermal. Tes alergi untuk bayi ini dilakukan dengan cara menyuntikkan sedikit alergen ke bagian kulit lengan. Tes intradermal umumnya dilakukan untuk mengidentifikasi alergi terhadap penisilin atau racun serangga.Setelah 15 menit, dokter akan melihat area kulit yang sudah disuntik. Jika ada reaksi alergi yang muncul, bisa jadi anak Anda memiliki alergi terhadap senyawa yang disuntikkan kepadanya.

3. Tes darah

Terdapat sejumlah tes darah yang dapat dilakukan untuk mengetahui pemicu alergi pada bayi. Tes darah ini bertujuan untuk mengukur jumlah antibodi di dalam darah pada alergen yang berbeda-beda sehingga pemicu alergi bayi bisa diketahui. Semakin tinggi jumlah antibodi yang dideteksi, semakin tinggi kemungkinan alergi pada bayi.Sama seperti tes darah lainnya, dokter akan mengambil darah dari tubuh bayi. Kemudian, darah tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Tes alergi pada bayi ini dapat mengidentifikasi lebih dari satu alergi.Keunggulan dari tes darah adalah anak Anda tidak perlu mengalami reaksi alergi, seperti pada skin prick test atau tes intradermal. Sayangnya, diperlukan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasil tesnya.

4. Patch test

Patch test atau uji tempel adalah cara tes alergi pada bayi yang biasanya dilakukan jika mereka menunjukkan reaksi alergi berupa ruam atau gatal-gatal.Patch test dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah ada alergen yang menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Tes ini mirip seperti skin prick test, tapi tidak menggunakan jarum suntik.Akan ada sekitar 20-30 alergen yang ditempelkan pada sebuah tambalan, kemudian tambalan tersebut ditempelkan ke bagian punggung bayi selama 48 jam. Setelah itu, si kecil harus kembali diperiksa dokter untuk melepas tambalannya dan mengetahui hasilnya.

5. Food challenge test

Food challenge test adalah cara tes alergi pada anak yang dilakukan untuk mengidentifikasi alergi makanan. Sebelum merekomendasikan food challenge test, dokter akan meminta anak Anda untuk mencoba tes kulit dan tes darah terlebih dahulu.Jika hasil kedua tes tersebut tidak meyakinkan, barulah dokter akan merekomendasikan tes ini.Dalam sehari, anak Anda akan diminta untuk mengonsumsi satu makanan tertentu dan dokter akan mengontrol reaksinya secara seksama.Sebelum melakukan tes alergi untuk anak, ada baiknya Anda memberi tahu dokter mengenai obat-obatan yang baru saja diminum oleh anak. Dokter juga akan meminta anak untuk tidak makan setelah tengah malam sebelum melakukan tes. Anak Anda hanya boleh mengonsumsi minuman saja.Saat melakukan food challenge test, anak akan diminta untuk mengonsumsi sebuah makanan tertentu dalam porsi kecil saja. Di dalam tes tersebut, akan ada 5-8 porsi makanan yang diberikan.Setelah porsi makanan terakhir diberikan, dokter akan memantau reaksi pada tubuh anak selama beberapa jam. Jika memang ada reaksi alergi yang muncul, maka dokter akan melakukan penanganan yang dibutuhkan.

6. Elimination diet

Elimination diet merupakan tes alergi untuk bayi yang dilakukan dengan menghilangkan beberapa makanan yang dicurigai menjadi penyebab alergi pada tubuh si kecil, misalnya produk olahan susu, kacang, atau telur.Pertama-tama, Anda harus menyingkirkan beberapa makanan yang dicurigai menjadi penyebab reaksi alergi pada pola makan bayi selama 2-3 minggu. Dalam jangka waktu ini, Anda juga harus memantau jika ada gejala yang muncul.Setelah 2-3 minggu, cobalah berikan kembali makanan-makanan tersebut secara perlahan sambil memerhatikan reaksi alergi pada bayi, seperti perubahan pernapasan, ruam, hingga sulit tidur.

Catatan dari SehatQ

Anda tidak perlu bingung atau khawatir dalam memilih berbagai macam tes alergi pada bayi. Sebab, dokter bisa membantu Anda dalam menentukan metode yang paling cocok untuk anak Anda.Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
bayi & menyusuialergialergi susu
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/allergy-testing-for-children
Diakses pada 14 Februari 2021
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/perlukah-tes-alergi
Diakses pada 14 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait