Memahami Bahaya Pemanis Buatan, Mulai dari Obesitas Hingga Risiko Kanker

Orang memilih pemanis buatan sebagai pengganti gula puith tetapi justru ada risiko yang mengancam kesehatan
Pemanis buatan biasanya dipilih oleh orang yang ingin mengurangi asupan gula

Bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula, pemanis buatan dapat menjadi alternatif dari gula putih yang biasa dikonsumsi. Selain kalorinya rendah atau nyaris tidak ada, pemanis buatan memberikan rasa manis yang hampir serupa dengan gula putih biasanya.

Namun, Anda mungkin ragu untuk membeli pemanis buatan sebagai pengganti gula alami karena terdapat rumor mengenai bahaya pemanis buatan. Akan tetapi, apakah rumor mengenai bahaya pemanis buatan memang benar adanya?

Mengupas bahaya pemanis buatan

Bahaya pemanis buatan menyebar dan membuat masyarakat khawatir untuk memakai pemanis buatan. Faktanya, penelitian mengenai bahaya pemanis buatan masih simpang siur dan belum menemukan titik tengahnya.

Berikut adalah beberapa bahaya pemanis buatan yang beredar di masyarakat:

  • Meningkatkan berat badan

Sebuah studi  menemukan bahwa pemanis buatan justru berpotensi menaikkan berat badan. Padahal tujuan mengonsumsi pemanis buatan adalah agar kalori yang masuk lebih kecil dari pada gula biasa, tapi kenyataannya justru sebaliknya.

Orang yang mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan secara rutin mengalami peningkatan nilai indeks massa tubuh dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

Oleh karenanya, bahaya pemanis buatan dalam menaikkan berat badan masih belum pasti. Selain itu, masih terdapat faktor lain yang dapat menaikkan berat badan, seperti konsumsi makanan lain yang tinggi kalori, dan sebagainya.

Penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dapat menimbulkan migrain
  • Menimbulkan efek samping

Salah satu bahaya pemanis buatan yang sering disebut-sebut adalah menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, migrain, kejang, dan sebagainya. Namun, penelitian lain menyatakan bahwa tidak ada efek samping terhadap konsumsi pemanis buatan.

Meskipun demikian, hal ini terjadi karena ada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap senyawa yang terkandung dalam pemanis buatan.

  • Belum tentu cocok untuk penderita diabetes

Pemanis buatan seringkali dijadikan alternatif bagi penderita diabetes, tetapi sebuah studi menunjukkan bahwa pemanis buatan justru menaikkan risiko mengalami diabetes tipe 2.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir, karena sebagian besar penelitian menemukan bahwa pemanis buatan tidak meningkatkan kadar gula darah.

Pemanis buatan dalam kue dapat meningkatkan nafsu makan
  • Memengaruhi nafsu makan

Serupa dengan bahaya pemanis buatan dalam meningkatkan berat badan, pemanis buatan dikatakan mampu meningkatkan nafsu makan dan membuat seseorang ketagihan terhadap makanan dan minuman yang manis.

Untungnya, bahaya pemanis buatan ini tidak didukung dengan penelitian lainnya yang memperlihatkan bahwa pemanis buatan justru mengurangi rasa lapar dan membuat seseorang mengonsumsi kalori yang lebih sedikit.

  • Memicu sindrom metabolik

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi medis seperti, kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah yang tinggi, serta penumpukan lemak berlebih di perut. Pemanis buatan digembar-gemborkan memicu sindrom metabolik yang berbahaya bagi manusia.

Namun, bahaya pemanis buatan ini tidak benar. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bahaya pemanis buatan sebagai pemicu sindrom metabolik.

Berlebihan konsumsi pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terkena kanker
  • Meningkatkan risiko terkena kanker

Sebelumnya pernah ada perdebatan yang mengklaim bahwa pemanis buatan dapat meningkatkan peluang terkena kanker. Akan tetapi, konsumsi pemanis buatan yang masih dalam tahap wajar ditemukan tidak akan meningkatkan risiko kanker.

Namun, salah satu pemanis buatan yang bernama cyclamate ditemukan memicu kanker kandung kemih pada tikus dan karenanya dilarang untuk digunakan di Amerika.

Catatan dari SehatQ

Meskipun bahaya pemanis buatan masih kontroversial dan membutuhkan riset lebih lanjut, tetapi pemanis buatan relatif aman untuk dikonsumsi asal masih dalam batasannya.

Namun, beberapa orang yang sensitif terhadap senyawa dalam pemanis buatan atau mengalami penyakit metabolik phenylketonuria sebaiknya tidak mengonsumsi pemanis buatan.

Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi pemanis buatan, apabila Anda mengalami kondisi medis tertentu atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Dr Axe. https://draxe.com/nutrition/artificial-sweeteners/
Diakses pada 29 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/artificial-sweeteners-good-or-bad#what-they-are
Diakses pada 29 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22301929
Diakses pada 29 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23850261
Diakses pada 29 Oktober 2019

NEJM. https://www.jwatch.org/fw113100/2017/07/17/artificial-sweeteners-not-tied-lower-bmi-and-may-even?query=pfwRSTOC&jwd=000020054348&jspc=
Diakses pada 29 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed