Bahaya Pemanis Buatan, Mulai dari Obesitas Hingga Risiko Kanker

Bahaya pemanis buatan untuk kesehatan
Pemanis buatan biasanya dipilih oleh orang yang ingin mengurangi asupan gula

Bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula, pemanis buatan dapat menjadi alternatif dari gula putih yang biasa dikonsumsi. Selain kalorinya rendah atau nyaris tidak ada, pemanis buatan memberikan rasa manis yang hampir serupa dengan gula putih biasanya.

Namun, Anda mungkin ragu untuk menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti gula alami karena ada rumor mengenai bahaya pemanis buatan. Akan tetapi, apakah rumor mengenai bahaya pemanis buatan bagi kesehatan memang benar adanya?

Mengupas bahaya pemanis buatan

Bahaya pemanis buatan menyebar dan membuat masyarakat khawatir untuk menggunakan pemanis buatan. Faktanya, penelitian mengenai bahaya pemanis buatan masih simpang siur dan belum menemukan titik tengahnya.

Berikut adalah beberapa bahaya pemanis buatan bagi kesehatan yang beredar di masyarakat:

1. Meningkatkan berat badan

Penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dapat menimbulkan migrain

Sebuah studi menemukan bahwa pemanis buatan justru berpotensi meningkatkan berat badan. Padahal tujuan mengonsumsi pemanis buatan adalah agar kalori yang masuk lebih kecil dari pada gula biasa. Namun, kenyataannya justru sebaliknya.

Orang yang mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan secara rutin mengalami peningkatan nilai indeks massa tubuh dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

Kendati demikian, bahaya pemanis buatan dalam meningkatkan berat badan masih belum pasti. Selain itu, masih terdapat faktor lain yang dapat meningkatkan berat badan, seperti konsumsi makanan lain yang tinggi kalori, dan sebagainya.

2. Menimbulkan efek samping

Salah satu bahaya pemanis buatan yang sering disebut-sebut adalah menimbulkan efek samping berupa sakit kepala, migrain, kejang, dan sebagainya. Namun, penelitian lain menyatakan bahwa tidak ada efek samping terhadap konsumsi pemanis buatan.

Meskipun demikian, hal ini terjadi karena ada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap senyawa yang terkandung dalam pemanis buatan.

3. Belum tentu cocok untuk penderita diabetes

Pemanis buatan dalam kue dapat meningkatkan nafsu makan

Pemanis buatan seringkali dijadikan alternatif bagi penderita diabetes, tetapi sebuah studi menunjukkan bahwa pemanis buatan justru meningkatkan risiko mengalami diabetes tipe 2. Lantas, manakah pernyataan yang benar?

Anda tidak perlu khawatir, karena sebagian besar penelitian menemukan bahwa pemanis buatan tidak dapat meningkatkan kadar gula darah.

4. Memengaruhi nafsu makan

Bahaya pemanis buatan bagi kesehatan lainnya adalah mampu meningkatkan nafsu makan dan membuat seseorang ketagihan terhadap makanan dan minuman yang manis.

Untungnya, bahaya pemanis buatan ini tidak didukung dengan penelitian lainnya. Faktanya, bahwa mengonsumsi pemanis buatan justru mengurangi rasa lapar dan membuat seseorang mengonsumsi kalori yang lebih sedikit.

5. Memicu sindrom metabolik

Berlebihan konsumsi pemanis buatan dapat meningkatkan risiko terkena kanker

Sindrom metabolik adalah kumpulan kondisi medis seperti, kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah yang tinggi, serta penumpukan lemak berlebih di perut. Pemanis buatan digembar-gemborkan dapat memicu sindrom metabolik yang berbahaya bagi manusia.

Namun, bahaya pemanis buatan ini tidak benar. Sebab, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai bahaya pemanis buatan sebagai pemicu sindrom metabolik.

6. Meningkatkan risiko terkena kanker

Sebelumnya pernah ada perdebatan yang mengklaim bahwa pemanis buatan dapat menyebabkan kanker. Faktanya, konsumsi pemanis buatan yang masih dalam tahap wajar ditemukan tidak dapat menyebabkan kanker.

Namun, salah satu jenis pemanis buatan yang bernama cyclamate ditemukan dapat memicu kanker kandung kemih pada tikus dan karenanya dilarang untuk digunakan di Amerika.

7. Meningkatkan risiko penyakit kronis

Suatu penelitian yang dilakukan di Inggris selama 11 tahun mengemukakan bahwa orang yang mengonsumsi 2 kaleng makanan atau minuman dengan pemanis buatan dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit kronis. Sebut saja, penyakit jantung koroner dan penyakit ginjal kronis. Inilah bahaya pemanis buatan lainnya.

Catatan dari SehatQ

Meskipun bahaya pemanis buatan masih kontroversial dan membutuhkan riset lebih lanjut, tetapi pemanis buatan relatif aman untuk dikonsumsi asal masih dalam batasan yang normal.

Namun, beberapa orang yang sensitif terhadap senyawa dalam jenis pemanis buatan tertentu atau mengalami penyakit metabolik phenylketonuria sebaiknya tidak mengonsumsi pemanis buatan.

Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi pemanis buatan, apabila Anda mengalami kondisi medis tertentu atau mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Dr Axe. https://draxe.com/nutrition/artificial-sweeteners/
Diakses pada 29 Oktober 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/artificial-sweeteners-good-or-bad#what-they-are
Diakses pada 29 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22301929
Diakses pada 29 Oktober 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23850261
Diakses pada 29 Oktober 2019

NEJM. https://www.jwatch.org/fw113100/2017/07/17/artificial-sweeteners-not-tied-lower-bmi-and-may-even?query=pfwRSTOC&jwd=000020054348&jspc=
Diakses pada 29 Oktober 2019

Artikel Terkait