Memahami Bahasa Ekspresif dan Reseptif dalam Perkembangan Anak


Bahasa reseptif adalah bagaimana anak memahami bahasa, sedangkan bahasa ekspresif adalah bagaimana anak menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan dirinya. Gangguan pada kedua bahasa ini dapat membuat anak kesulitan dalam berkomunikasi dan memahami bahasa.

0,0
22 Sep 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Bahasa reseptif adalah bagaimana anak memahami bahasaAnak perlu memiliki kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif untuk berkomunikasi dengan baik
Pernahkah Anda mendengar istilah bahasa reseptif dan ekspresif sebagai cara komunikasi anak? Secara singkat, bahasa reseptif adalah bagaimana anak memahami bahasa, sedangkan bahasa ekspresif adalah bagaimana anak menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan dirinya.Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai penerapan kedua bahasa ini pada anak, berbagai potensi masalah yang bisa muncul terkait keduanya, beserta solusi yang bisa Anda terapkan pada anak.

Mengenal bahasa reseptif

Pengertian bahasa reseptif adalah input atau masukan dari bahasa, yaitu kemampuan untuk memahami bahasa lisan yang didengar atau dibaca. Misalnya, saat mendengar sebuah petunjuk untuk memakai sepatu, anak dapat mengikuti petunjuk tersebut dengan benar.Keterampilan bahasa reseptif anak usia dini dibutuhkan untuk memahami kalimat yang didengar dan dibaca. Pada umumnya, seorang anak mampu memahami bahasa sebelum mereka mampu mengatakannya.

Fungsi bahasa reseptif

Berikut adalah beberapa fungsi penting dari bahasa reseptif bagi anak.
  • Untuk mengikuti petunjuk dan arahan
  • Untuk memahami apa arti gestur atau bahasa tubuh
  • Untuk menjawab pertanyaan
  • Untuk mengidentifikasi objek dan gambar
  • Untuk memahami apa yang dibaca
  • Untuk memahami sebuah cerita.

Mengenal bahasa ekspresif

Pengertian bahasa ekspresif adalah output atau hasil dari bahasa, yakni kemampuan untuk mengungkapkan keinginan dan kebutuhan anak melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Komunikasi ekspresif adalah kemampuan menyampaikan pikiran dengan menggunakan bahasa secara masuk akal dengan tata bahasa yang benar.Contoh penggunaan bahasa ekspresif adalah saat anak menggunakan kata atau susunan kalimat yang benar untuk menyampaikan maksudnya, misalkan menggunakan kata “ini” untuk menunjuk sesuatu di dekatnya dan menggunakan “itu” untuk menunjuk sesuatu yang jauh darinya.

Fungsi bahasa ekspresif

Fungsi bahasa ekspresif adalah untuk mengomunikasikan atau menyampaikan gagasan, maksud, keinginan, kebutuhan, pertanyaan, serta membuat komentar secara benar dan efektif.Perbedaan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif terletak pada fungsinya, di mana bahasa ekspresif digunakan untuk menyampaikan makna atau pesan kepada orang lain, sedangkan bahasa reseptif berfungsi untuk memahami dan memproses pesan atau informasi yang diterima anak dari orang lain.

Gangguan bahasa ekspresif dan reseptif

Saat anak tidak mampu menggunakan bahasa ekspresif atau represif yang sesuai dengan usianya, ada kemungkinan dirinya mengalami gangguan terkait keterampilan kedua bahasa ini.
  • Gangguan bahasa reseptif terjadi ketika anak Anda mengalami kesulitan memahami bahasa.
  • Gangguan bahasa ekspresif terjadi ketika anak Anda mengalami kesulitan berkomunikasi secara verbal.
Sebagian anak mungkin mengalami gangguan pada salah satu jenis bahasa tersebut ataupun keduanya sekaligus.Penyebab pasti gangguan bahasa ekspresif atau reseptif pada anak belum dapat dipastikan. Masalah ini bisa jadi merupakan gejala dari suatu gangguan atau keterlambatan perkembangan yang menjadi penyebab utamanya.

Gejala gangguan bahasa reseptif dan ekspresif

Anak-anak dengan gangguan berbahasa dapat mengalami kesulitan dalam situasi sosial ataupun akademi. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada perilaku anak. Berikut adalah beberapa gejala gangguan bahasa ekspresif dan bahasa reseptif anak usia dini.Gejala gangguan komunikasi ekspresif adalah:
  • Kesulitan menyatukan kata-kata menjadi kalimat atau merangkai kata dengan benar
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara dan menggunakan kata pengganti seperti “um.”
  • Memiliki tingkat perbendaharaan atau kosakata kata yang rendah dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya.
  • Menggunakan kata-kata di luar konteksnya.
  • Menggunakan tata bahasa yang salah.
Sementara itu, gejala gangguan bahasa reseptif adalah:
  • Kesulitan memahami apa yang dikatakan orang lain.
  • Kesulitan memahami dan mengikuti petunjuk maupun instruksi yang umumnya dapat dilakukan anak seusianya..
  • Kesulitan mengatur pikiran untuk berbicara atau menulis.

Tanda-tanda gangguan bahasa lainnya yang perlu diwaspadai

Tidak semua anak dapat berkembang pada kecepatan yang sama. Meskipun demikian, sebaiknya Anda perlu mewaspadai beberapa kondisi yang dapat menjadi tanda adanya gangguan bahasa pada anak.
  • Tidak menggunakan gerak tubuh atau gestur saat berusia 12 bulan.
  • Tidak menggunakan sepatah kata pun saat menginjak 15 bulan.
  • Lebih suka melakukan gerak tubuh daripada berbicara untuk komunikasi, kesulitan meniru suara, dan memahami permintaan verbal sederhana setelah berusia 18 bulan.
  • Hanya dapat meniru ucapan dan tidak menghasilkan frasa secara spontan, tidak menggunakan bahasa lisan lebih dari kebutuhan mendesaknya, tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana, serta memiliki nada suara yang tidak biasa pada usia 2 tahun.
Jika Anda mendapati tanda-tanda adanya gangguan berbahasa pada anak, sebaiknya kunjungi klinik tumbuh kembang untuk memastikan kondisi anak. Terapis dapat melakukan pemeriksaan terkait gangguan berbahasa dan dapat merekomendasikan terapi wicara apabila dibutuhkan.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
tips parentingperkembangan anak
Children SMN. https://www.childrensmn.org/services/care-specialties-departments/physical-rehabilitation/receptive-and-expressive-language/
Diakses pada 8 September 2021
Napa Center. https://napacenter.org/receptive-vs-expressive-language/
Diakses pada 8 September 2021
Choc. https://www.choc.org/programs-services/rehabilitation/frequently-asked-questions-receptive-expressive-language-delays/
Diakses 8 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait