Memahami Bagian Otak dan Fungsinya Sebagai Pusat Kontrol Tubuh

Bagian-bagian otak manusia beserta fungsinya, merupakan salah satu sistem organ paling kompleks
Bagian-bagian otak dan fungsinya penting untuk dikenali

Otak manusia bisa dianggap sebagai organ paling canggih yang terdapat di tubuh. Sebagai pusat kontrol, organ yang satu ini menjalankan ribuan fungsi secara tepat, baik yang otomatis maupun yang disengaja. Bagian otak dan fungsinya memang luar biasa.

Pernah menonton film berbahasa Inggris dengan teks terjemahan di bawahnya? Proses melihat gambar, mendengarkan percakapan pemain, membaca teks terjemahan, dan menginterpretasikan maknanya, bisa terjadi hanya dalam waktu sepersekian detik. Itu hanya salah satu contoh dari sekian banyak “keajaiban” yang bisa dilakukan otak.

Tentu, kecanggihan tersebut tidak bisa terjadi begitu saja. Bagian-bagian otak seperti otak kecil, otak besar, hingga susunan saraf yang ada di dalamnya saling bekerja sama dalam suatu mekanisme yang rumit tapi efektif.

Bagian otak dan fungsinya yang utama

Gambar bagian-bagian otak manusia atau anatomi otak manusia
Gambar bagian-bagian otak manusia

Hingga saat ini, penelitian mengenai kemampuan otak manusia masih terus dilakukan. Ratusan tahun sejak dimulainya penelitian seputar otak rupanya belum cukup untuk menyibak misteri dari organ paling kompleks di tubuh ini. Meski begitu, secara garis besar, bagian otak dan fungsinya telah diketahui dan dibagi menjadi beberapa kelompok di bawah ini.

1. Otak besar

Sesuai namanya, otak besar merupakan bagian paling besar yang ada di otak. Bagian ini bisa juga disebut sebagai cerebrum. Permukaan luar otak besar disebut korteks serebri dan bagian inilah yang terlihat saat kita membayangkan gambar otak manusia. Korteks serebri adalah bagian otak yang melekuk-lekuk.

Otak besar dibagi menjadi dua bagian, kiri dan kanan yang disebut dengan hemisfer. Hemisfer kiri dan kanan juga sering disebut sebagai otak kiri dan otak kanan. Keduanya dipisahkan oleh struktur seperti parit yang disebut fisura interhemisfer atau fisura longitudinal.

Lalu, masing-masing hemisfer tersebut dibagi lagi menjadi bagian-bagian yang disebut dengan lobus. Masing-masing lobus memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

• Lobus frontalis

Lobus frontalis adalah yang terbesar dibandingkan dengan lobus lainnya. Lobus ini terletak di otak bagian depan atau diposisi yang kira-kira sejajar dengan tulang dahi.

Bagian otak ini berfungsi untuk mengoordinasikan perilaku yang memerlukan kemampuan tingkat tinggi, seperti kemampuan motorik, menyelesaikan masalah, perencanaan, fokus, dan menimbang baik dan buruk. Lobus frontalis juga berperan untuk mengatur emosi serta mengatur impuls atau informasi rangsang.

• Lobus parietal

Lobus parietal terletak di belakang lobus frontal. Bagian ini berperan dalam kemampuan mengatur sensasi tubuh, tulisan tangan, posisi tubuh, dan menerjemahkan informasi yang dikirimkan oleh bagian otak lain.

• Lobus temporal

Lobus temporal terletak di bagian samping otak, di sebelah kiri dan kanan, dekat telinga. Bagian otak ini berfungsi untuk mengendalikan kemampuan daya ingat visual (misalnya mengingat wajah seseorang), daya ingat verbal (mengerti bahasa tertentu), pendengaran, dan menginterpretasikan emosi dan reaksi orang lain.

• Lobus oksipital

Lobus oksipital terletak di bagian belakang otak. Bagian ini berperan besar dalam kemampuan seseorang untuk bisa membaca dan mengenali literasi serta aspek penglihatan lainnya.

2. Otak kecil

Otak kecil atau cerebellum, terletak di bagian belakang, tepat di bawah lobus oksipital. Bagian otak ini berperan penting dalam kemampuan motorik halus, seperti koordinasi tangan dan kaki. Otak kecil juga berperan dalam keseimbangan tubuh, postur, dan pemerataan fungsi otak kiri dan kanan (equilibrium).

3. Batang otak

Batang otak adalah bagian otak yang terletak di depan otak kecil dan menyambung ke susunan saraf di tulang belakang. Batang otak kemudian dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:

• Otak tengah

Otak tengah berfungsi untuk mengatur pergerakan mata memproses informasi visual dan suara yang diterima oleh otak.

• Pons

Pons merupakan bagian terbesar dari batang otak. Terletak di bawah otak tengah, pons merupakan kumpulan dari saraf-saraf yang menghubungkan berbagai bagian otak.

Pada bagian ini juga terdapat ujung awal saraf kranial. Saraf kranial adalah saraf yang berperan dalam pergerakan wajah dan mengantarkan informasi sensori ke otak.

• Medulla oblongata

Medulla oblongata adalah bagian otak yang letaknya paling bawah. Bagian ini berfungsi sebagai pusat pengaturan fungsi jantung dan paru-paru.

Seperti yang kita tahu, jantung dan paru-paru kita bergerak secara otomatis, tanpa perlu ada keinginan atau perintah terlebih dahulu. Bagian inilah yang menjadi pusat kontrolnya. Medulla oblongata berperan dalam berbagai fungsi penting di tubuh, mulai dari bernapas, bersin, hingga menelan.

4. Thalamus

Thalamus adalah bagian otak yang terletak di atas batang otak. Bagian ini berfungsi memproses dan memindahkan informasi mengenai pergerakan sensori di otak. Bisa dibilang, thalamus adalah terminal transit sebelum informasi tersebut berpindah ke korteks serebri.

5. Hipothalamus

Hipothalamus adalah sekelompok sel saraf yang terletak di dasar otak, dekat dengan kelenjar pituitari. Bagian ini berhubungan dengan banyak bagian otak lain dan bertanggung jawab untuk mengontrol rasa lapar, haus, emosi, suhu tubuh dan siklus tidur.

6. Sistem limbik

Sebenarnya, hingga saat ini belum ada pengelompokan resmi seputar bagian-bagian dari sistem limbik di otak. Namun secara garis besar, sistem limbik terdiri dari empat bagian utama, yaitu:

  • Amygdala
  • Hippocampus
  • Bagian korteks limbik
  • Bagian septal

Struktur-struktur di atas, berperan sebagai jembatan yang menghubungkan sistem limbik, hipothalamus, serta korteks cerebral. Bagian otak yang satu ini secara umum berperan sebagai pusat kontrol respon emosional.  Secara khusus, hippocampus juga berperan penting dalam proses belajar dan daya ingat seseorang.

7. Ganglia basalis

Ganglia basalis adalah sekelompok sel saraf yang berukuran besar dan terletak di sekeliling thalamus. Bagian ini sangat penting dalam mengatur pergerakan. Ganglia basal dihubungkan ke otak bagian tengah oleh dua komponen yang dinamakan red nuclei atau sel saraf berwarna merah, serta substantia nigra.

Fakta menarik seputar otak manusia

Ada banyak fakta unik seputar otak manusia
Ada banyak fakta seputar otak manusia

Sebagai organ tubuh yang begitu luar biasa, otak juga memiliki serangkaian fakta menarik yang sayang jika Anda lewatkan. Tahukah Anda jika manusia memiliki rasio ukuran otak banding besar tubuh yang paling tinggi di antara hewan bertulang belakang lainnya?

Fakta tersebut hanyalah salah satu dari beberapa keunikan yang dimiliki organ pusat kontrol manusia yang satu ini. Berikut ini lebih lengkapnya.

  • Otak manusia memiliki bobot sekitar 1,5 kg
  • Volume rata-rata otak laki-laki adalah 1.274 cm³
  • Volume rata-rata otak perempuan adalah 1.131 cm³
  • Otak menyumbangkan sekitar 2% dari total berat badan
  • Sekitar 85% dari otak merupakan bagian dari cerebrum atau otak besar
  • Otak manusia memiliki sekitar 86 miliar sel saraf (neuron)
  • Otak manusia juga mengandung miliaran serabut saraf (akson dan dendrit)
  • Neuron yang ada di otak terkait satu sama lain, membentuk sinapsis, yang jumlahnya hingga triliunan

Menguak misteri otak manusia memang seakan tak ada habisnya. Dari organ yang hanya memiliki bobot 1,5 kg, bagian-bagian otak bisa menjalankan fungsi yang begitu kompleks dengan baik tanpa celah.
Karena itu, Anda harus menjaga betul kesehatan otak. Jangan sampai, salah satu organ terpenting di tubuh ini menjadi rusak dan membuat berbagai fungsi tubuh tidak bisa dilakukan.

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/brain#brain-diagram
Diakses pada 11 Februari 2020

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/the-anatomy-of-the-brain-2794895
Diakses pada 11 Februari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/29365-human-brain.html
Diakses pada 11 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/brain/picture-of-the-brain#1
Diakses pada 11 Februari 2020

Artikel Terkait