Memahami Bagaimana Alur Proses Kehamilan Berlangsung

Mengetahui periode ovulasi merupakan awalan yang tepat dalam proses kehamilan
Mengetahui periode ovulasi merupakan langkah awal dalam proses kehamilan

Banyak orang hanya mengetahui bahwa kehamilan terjadi jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma. Hal inilah yang umumnya diajarkan di sekolah saat mempelajari pelajaran reproduksi.

Padahal proses kehamilan yang terjadi sebenarnya tidak sesederhana itu, dan bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk memahaminya, berikut alur proses kehamilan yang bisa Anda pelajari.

Alur proses kehamilan

Kehamilan menjadi hal paling dinanti oleh setiap pasangan yang menginginkan keturunan. Dengan mengetahui proses kehamilan, Anda dapat memahami bagaimana suatu kehamilan bisa terjadi. Ada beberapa fase yang terjadi dalam proses kehamilan, di antaranya:

  • Ovulasi

Ovulasi terjadi setiap bulan di mana ovarium melepaskan sel telur yang matang untuk dibuahi. Awalnya, di dalam ovarium terdapat sekelompok sel telur yang tumbuh dalam kantong kecil berisi cairan (folikel). Kemudian, salah satu sel telur yang matang akan keluar dari folikel. Proses ini terjadi sekitar 2 minggu setelah periode menstruasi yang terakhir.

  • Penebalan lapisan rahim

Setelah ditinggalkan sel telur, folikel akan berkembang menjadi korpus luteum (suatu massa jaringan di dalam ovarium). Lalu, korpus luteum akan melepaskan hormon yang membantu menebalkan lapisan rahim untuk menyambut sel telur yang dibuahi.

  • Perjalanan sel telur di tuba falopi

Setelah sel telur lepas dari ovarium, sel tersebut akan pindah ke tuba falopi (saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim). Sel telur akan tetap berada di sana selama 24 jam menunggu sel sperma membuahinya.

Sementara itu, ketika ejakulasi, seorang pria mungkin mengeluarkan 40-150 juta sperma yang mulai berenang menuju saluran tuba untuk membuahi sel telur. Sperma pun kira-kira dapat hidup selama 2-3 hari.

Dari sekian juta sperma, hanya beberapa ratus yang berhasil mendekati sel telur karena banyaknya penghalang alami dalam tubuh wanita. Bahkan yang berhasil membuahi sel telur hanya ada satu sperma.

Sperma yang berenang dengan cepat mampu mencapai sel telur hanya dalam waktu setengah jam, sementara yang lain mungkin memerlukan waktu berhari-hari.

Namun, jika tak ada sperma yang membuahi, maka sel telur akan berjalan menuju uterus, menebal, kemudian luruh melalui vagina, atau dikenal sebagai menstruasi. Tak hanya itu, kadar hormon pun akan kembali normal.

  • Pembuahan sel telur oleh sel sperma

Diperlukan waktu sekitar 24 jam bagi sel sperma untuk membuahi sel telur. Ketika sperma berhasil menembus sel telur, maka permukaan sel telur pun akan berubah sehingga tak ada sperma lain yang bisa masuk.

Ketika pembuahan, susunan genetik calon janin juga sudah lengkap karena terjadi penggabungan materi genetik antara sel sperma dan sel telur.

Pada proses kehamilan ini, jenis kelamin calon bayi juga ditentukan. Jika sperma membawa kromosom Y, maka bayi akan berjenis kelamin laki-laki. Sementara, jika membawa kromosom X, maka akan berjenis kelamin perempuan.

  • Implantasi

Selanjutnya, sel telur yang dibuahi akan tumbuh dengan cepat dan membelah menjadi banyak sel. Lalu, membentuk buntalan (blastokista) yang meninggalkan tuba falopi dan mulai memasuki rahim sekitar 3-4 hari setelah pembuahan.

Setelah sampai di rahim, blastokista akan menempel pada lapisan rahim (endometrium), yang disebut dengan implantasi. Kemudian, implantasi ini akan berkembang menjadi embrio dan plasenta. Dalam 3 minggu, sel saraf pertama janin akan terbentuk.

Lapisan rahim pun menjadi lebih tebal, dan serviks tertutup oleh sumbatan lendir yang akan tetap seperti itu hingga bayi siap dilahirkan. Selama 1 atau 2 hari sekitar waktu implantasi, sebagian wanita mungkin mengeluarkan flek atau bercak darah.

Sementara, jika sel telur yang telah dibuahi malah menempel pada tuba falopi, kondisi ini disebut dengan kehamilan ektopik yang dapat membahayakan ibu.

  • Mengetahui kehamilan

Implantasi menjadi langkah pertama bagi tubuh untuk mulai memproduksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Untuk mengetahui dan memastikan kehamilan, tes kehamilan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya kadar hCG.

Anda dapat memastikan kehamilan dengan melakukan test pack, setidaknya setelah terlambat haid 1 minggu. Jika hasilnya masih samar, Anda dapat mengulangnya kembali dalam 1-2 minggu.

  • Perkembangan janin

Dalam minggu 5-6 kehamilan, jantung janin mulai berdetak. Otak, sumsum tulang belakang, dan organ lain pun mulai terbentuk.

Sementara, pada minggu ke-8 janin terus berkembang, bahkan panjangnya kurang lebih mencapai 1 cm lebih. Janin pun terus tumbuh hingga umumnya dilahirkan pada minggu ke-40.

Jika Anda dinyatakan telah hamil, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan janin. Namun, apabila Anda belum mendapat kehamilan, jangan putus asa karena masih ada kesempatan lainnya.

Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk merencanakan kehamilan dengan lebih detail. Anda juga bisa membaca berbagai referensi di internet untuk membantu meraih kehamilan yang diidam-idamkan.

WebMD. https://www.webmd.com/baby/ss/slideshow-conception
Diakses pada 21 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/understanding-conception
Diakses pada 21 November 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/implantation-906754
Diakses pada 21 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed