Asam Arkobat Adalah Kandungan dalam Vitamin C, Ini Faktanya

(0)
03 May 2020|Salis Annisa
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Asam askorbat adalah kandungan yang terdapat di dalam vitamin CAsam askorbat atau vitamin C umumnya ditemukan dalam jeruk
Asam askorbat adalah kandungan yang terdapat di dalam vitamin C. Asam ini umumnya digunakan untuk mengatasi atau mencegah rendahnya kadar vitamin C pada orang yang tidak mendapatkan cukup vitamin dari makanan yang ia konsumsi sehari-hari.

Kenapa kita butuh asam askorbat?

Tubuh Anda tidak mampu menghasilkan vitamin C yang dibutuhkan sehari-hari. Oleh karena itu, Anda perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan atau minuman yang mengandung asam askorbat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.Vitamin C atau asam askorbat umumnya ditemukan pada buah-buahan sitrus (jeruk dan semacamnya), tomat, kentang, dan sayuran berdaun. Selain itu, asam ini juga bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen.Asam askorbat dibutuhkan oleh tubuh karena nutrisi ini berperan penting untuk otot, pembuluh darah, jaringan ikat, tulang, gigi, kesehatan kulit, dan pembuluh darah. Selain itu, vitamin C juga membantu tubuh untuk menyerap zat besi yang dibutuhkan untuk produksi sel darah merah.Asam askorbat umumnya digunakan untuk mengobati dan mencegah kekurangan vitamin C atau skorbut (penyakit kekurangan vitamin C pada tubuh).Selain itu, orang yang mengidap kanker tertentu dan memiliki masalah pencernaan, umumnya rentan terhadap kekurangan vitamin C. Jika sudah parah, defisiensi ini bisa ditandai dengan dengan gusi berdarah, memar, hingga anemia.

Makanan yang mengandung asam askorbat

Berikut adalah beberapa makanan yang mengandung asam askorbat yang bisa Anda konsumsi.

1. Buah-buahan citrus

Buah citrus, seperti jeruk dan lemon, mengandung vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah jeruk bahkan bisa memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan harian vitamin C Anda.

2. Brokoli

Mungkin tidak terpikirkan sebelumnya bahwa sayuran brokoli juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C Anda. Sayuran hijau ini setidaknya mengandung 70 persen vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh.

3. Paprika merah

Tahukah Anda ternyata vitamin C yang terkandung dalam paprika merah bahkan lebih besar dari jeruk? Setidaknya satu ukuran sedang paprika merah dapat memenuhi 169 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Menarik, bukan?Selain beberapa makanan di atas, Anda juga mendapatkan asam askorbat alami dari tomat, kembang kol, kubis, dan bayam.

Perhatikan ini jika ingin mengonsumsi suplemen asam askorbat

Khusus untuk konsumsi asam askorbat dalam bentuk suplemen, ikuti petunjuk dokter atau yang tertera pada kemasan. Jangan mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih kecil atau besar dari yang direkomendasikan oleh dokter Anda. Umumnya takaran konsumsi asam askorbat yang direkomendasikan akan meningkat berdasarkan usia.Jangan berhenti mengonsumsi asam askorbat secara tiba-tiba setelah konsumsi dalam jangka panjang dengan dosis tinggi karena Anda bisa berpotensi mengalami defisiensi vitamin C yang kondisional.Gejala defisiensi ini meliputi gusi berdarah, bintik-bintik merah di sekitar folikel rambut, dan kelelahan. Jika Anda ingin mengurangi takarannya, konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter.Selain beberapa hal di atas, hal lain yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi asam askorbat adalah minum air yang cukup untuk dapat membantu proses penyerapannya di dalam tubuh.

Jumlah kebutuhan asam askorbat (vitamin C) harian yang direkomendasikan Kemenkes

Menurut Kemenkes, rata-rata kebutuhan asam askorbat berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi medis yang menyertainya.Pada bayi dan anak-anak dengan rentang usia 0-9 tahun, rata-rata kebutuhan asam askorbat dalam sehari adalah sekitar 40 hingga 50mg saja. Lain lagi dengan remaja laki-laki dan perempuan usia 10-15 tahun yang membutuhkan 50-75mg asupan asam askorbat dalam sehari.Lalu, bagi laki-laki dewasa usia 16-80+ yang sehat adalah sekitar 90mg perharinya, kandungan tersebut setara dengan dua buah jeruk. Sedangkan perempuan dewasa usia 16-80+ akan membutuhkan sekitar 75mg asam askorbat dalam sehari.Namun, pada perempuan yang sedang hamil, kebutuhan asam askorbat meningkat menjadi sekitar 85mg, dan pada perempuan menyusui kebutuhannya naik menjadi 120mg perhari.

Efek samping asam askorbat

Asam askorbat sebagai antioksidan umumnya aman digunakan apabila Anda mengikuti petunjuk dokter. Meski demikian, tetap ada efek samping yang bisa muncul karena penggunaannya, seperti mual, diare, perut tidak nyaman atau maag, serta perut keram.Hentikan penggunaan asam askorbat dan segera periksakan diri Anda jika mengalami nyeri sendi, sakit perut, nyeri punggung bawah atau samping, berat badan turun, kelelahan, demam, meriang, sulit, sakit atau keluar darah saat buang air kecil, serta meningkatnya rasa ingin buang air kecil.Konsumsi asam askorbat juga bisa memicu alergi pada sebagian orang. Segera periksakan diri Anda ke dokter apabila muncul gejala alergi, seperti kesulitan bernapas, gatal-gatal, serta bengkak pada bagian wajah, lidah, bibir, atau bahkan tenggorokan.Kandungan vitamin seperti asam askorbat dibutuhkan oleh tubuh Anda untuk dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat setiap harinya demi memenuhi kebutuhan ini.Jika Anda mengalami kondisi tertentu hingga membutuhkan suplemen asam askorbat, pastikan Anda mengonsumsinya dengan teratur dan sesuai petunjuk dokter.
vitamin c
Webmd
https://www.webmd.com/drugs/2/drug-322/ascorbic-acid-vitamin-c-oral/details
https://www.webmd.com/food-recipes/qa/what-are-food-sources-of-vitamin-c-ascorbic-acid
Diakses 20 April
Mayoclinic
https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-c/art-20363932
Diakses 20 April
Drugs
https://www.drugs.com/mtm/ascorbic-acid.html
Diakses 20 April
Medlineplus
https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682583.html
Diakses 20 April
Healthline
https://www.healthline.com/nutrition/foods/oranges#nutrition
https://www.healthline.com/nutrition/foods/broccoli#nutrients
https://www.healthline.com/nutrition/foods/bell-peppers
Diakses 20 April
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait