Memahami Anak Tunagrahita agar Bisa Dikenali Sejak DIni


Banyak orang yang mungkin memandang rendah anak tunagrahita tanpa berusaha memahami mereka. Pasalnya, tidak semua anak ini pasti tidak mampu hidup mandiri. Namun orang tua perlu persiapan ekstra dalam merawat mereka.

(0)
23 Nov 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak tunagrahita dapat dideteksi melalui tes IQPerkembangan yang lamban bisa menjadi slaah satu ciri anak tunagrahita
Anak tunagrahita adalah anak-anak yang berkebutuhan khusus karena kemampuan intelektualnya di bawah normal. Kondisi ini bisa karena perkembangan otak yang tidak berjalan semestinya atau cedera yang mendera organ berpikirnya.Karena faktor-faktor tersebut, otak tidak bisa berfungsi optimal layaknya orang normal pada umumnya. Selain itu, kemampuan mereka dalam beradaptasi juga di bawah rata-rata. Di masa lalu, para ahli medis menyebut mereka sebagai anak dengan keterbelakangan mental.Anak tunagrahita bukan tidak bisa memperlajari hal atau keterampilan baru dalam menjalankan kehidupan. Hanya saja, perjalanan mereka untuk mencapai hal ini jauh lebih lambat dari anak seusianya, tergantung pada seberapa parah tingkat disabilitas intelektual yang terjadi.

Ciri-ciri anak tunagrahita

Anak berkebutuhan khusus ini memiliki beberapa ciri, baik yang ditunjukkan secara intelektual maupun kemampuannya dalam beradaptasi.Secara intelektual, gejala anak tunagrahita meliputi:
  • Kemampuan duduk, merangkak, atau berjalan yang lambat
  • Kesulitan untuk memahami peraturan di mayarakat
  • Susah memahami akibat dari sebuah tindakan
  • Sulit untuk berpikir logis
Guna memastikan gejala tersebut, dokter perlu melakukan pengukuran tingkat intelektual melalui tes IQ.Tak hanya itu, dokter juga akan menganjurkan evaluasi untuk mengukur kemampuan anak dalam beraktivitas. Beberapa hal yang akan diuji meliputi:
  • Keterampilan merawat diri, seperti berpakaian, mandi, dan makan
  • Keterampilan berkomunikasi dan sosial, seperti berbicara dengan orang lain
  • Kemampuan dalam menyerap pelajaran sekolah atau metode kerja
  • Kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Kemampuan untuk meminta bantuan pada orang lain
  • Keterampilan dalam menggunakan uang

Klasifikasi anak tunagrahita

Setelah dokter melakukan evaluasi secara menyeluruh, anak dengan gangguan ini akan dikategorikan berdasarkan hasil tes. Menurut hasil tes IQ, beberapa kategori di bawah ini bisa menjadi patokan:
  • IQ 55-77 (tingkat ringan)

Jika termasuk kategori ini, anak akan memiliki perkembangan fisik lebih lambat daripada anak lain seusianya.Dengan tingkat intelektual tersebut, anak akan memiliki kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolah. Namun anak bisa hidup mandiri di masa mendatang bila diajari kemampuan melakukan aktivitas rumah tangga dan keterampilan praktis lainnya.
  • IQ 40-55 (tingkat sedang)

Dalam kategori anak tunagrahita ini, anak akan memiliki kemampuan komunikasi yang sederhana. Anak bisa menyampaikan kebutuhan dasarnya seperti mandi, makan, dan minum.Namun anak-anak dalam kategori ini membutuhkan waktu pelatihan yang lama supaya bisa menguasai keterampilan dasar untuk mengurus diri sendiri tersebut.
  • IQ 25-40 (tingkat parah)

Anak dengan IQ 25-40 tidak mampu melakukan tugas-tugas sederhana, termasuk mengurus diri sendiri. Kategori ini juga ditandai dengan gangguan bicara dan kelainan fisik pada lidah dan serta ukuran kepala yang lebih besar. Kondisi fisiknya juga lemah karena menderita gangguan motorik berat.
  • IQ < 25 (tingkat sangat parah)

IQ di bawah 25 merupakan kategori terberat dalam pengelompokan anak tunagrahita. Anak umumnya memiliki ukuran kepala yang lebih besar layaknya penderita hidrosepalus.Anak dalam kategori ini membutuhkan perawatan medis intensif dan tak bisa melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain.

Penyebab di balik anak tunagrahita

Penyebab anak mengalami gangguan intelektual bermacam-macam. Mulai dari kondisi genetik hingga cedera. Secara umum, berikut penyebab dan faktor risikonya:
  • Faktor genetik

Beberapa kondisi genetik mungkin menjadi penyebab anak memiliki kebutuhan khusus. Misalnya, sindrom Down dan sindrom fragile X.
  • Masalah saat hamil

Beberapa masalah maupun kebiasaan buruk selama kehamilan bisa membuat perkembangan otak janin mengalami hambatan dan memicu gangguan intelektual pada anak. Contohnya, konsumsi alkohol berlebih dan obat-obatan terlarang, malnutrisi, infeksi tertentu, serta preeklamsia.
  • Persalinan yang bermasalah

Ketika bayi lahir dan mengalami kekurangan oksigen, intelektual Si Kecil mungkin akan mengalami kecacatan. Kelahiran prematur juga berpotensi menyebabkan anak tunagrahita.
  • Penyakit atau cedera

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi juga dapat menyebabkan bayi mengalami kecacatan intelektual atau retardasi mental. Misalnya, meningitis, batuk rejan, atau campak.Sementara sederet kondisi lain yang juga berpotensi memicu gangguan intelektual meliputi cedera parah di kepala, tenggelam dalam waktu lama hingga otak kekurangan oksigen, kurang gizi yang ekstrem, infeksi di otak, terpapar zat beracun (seperti timbal), serta penganiayaan atau penelantaran parah.
  • Tak diketahui

Dari banyaknya anak yang menderita kecacatan intelektual, sekitar dua per tiga dari di antaranya memiliki penyebab yang tidak diketahui dengan pasti.

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan anak tunagrahita?

Saat memiliki anak dengan kebutuhan khusus ini, orang tua harus siap mental. Jika sang anak termasuk dalam kategori parah, orang tua mesti merelakan bahwa harapan hidup buah hati mungkin di bawah rata-rata.Untuk anak berkebutuhan khusus dengan kategori ringan atau sedang, orang tua sebaiknya memberikan dukungan penuh untuk mereka. Di saat dewasa nanti, anak mungkin bisa hidup mandiri, termasuk mencari nafkah.Mempunyai anak tunagrahita bukanlah aib, jadi orang tua sebaiknya tidak melakukan tindakan negatif, baik pada sang anak maupun diri sendiri.Jika perlu, mintalah dukungan dari keluarga atau praktisi kesehatan. Dengan ini, orang tua dapat memberikan tindakan yang tepat dan bermanfaat bagi buah hati.Bagi Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang anak tunagrahita, Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
klinik tumbuh kembang anakmasalah kehamilanpreeklampsiasindrom downbayi prematur
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-retardation
Diakses pada 23 November 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/developmental-disabilities/Pages/Intellectual-Disability.aspx
Diakses pada 23 November 2020
Universitas Sananta Darma. https://www.usd.ac.id/pusat/psibk/category/artikel/tunagrahita/
Diakses pada 23 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait