Meluruskan Mitos Lidah Tertelan dan Hubungannya dengan Kejang Epilepsi

Lidah tertelan sering dihubungkan dengan kejang
Lidah tertelan terjadi saat lidah terdorong ke belakang dan menghalangi pernapasan

Ada banyak sekali mitos seputar kesehatan yang beredar di masyarakat. Salah satunya adalah tentang lidah tertelan. 

Tak sedikit orang yang percaya bahwa keluhan kejang pada epilepsi dapat menyebabkan lidah tertelan. Dan untuk mencegah hal ini, Anda disarankan memasukkan benda ke dalam mulut orang yang sedang mengalami kejang. 

Apa benar kejang dapat membuat lidah seseorang tertelan? Lalu apakah lidah benar-benar bisa tertelan dan masuk ke tenggorokan? 

Mitos tentang kejang dan lidah tertelan

Sebenarnya, kita tidak mungkin bisa menelan lidah sendiri. Lidah tidak dapat masuk ke dalam tenggorokan.

Dalam mulut manusia, terdapat jaringan di bawah lidah yang akan menjaga agar lidah tetap pada tempatnya, bahkan saat Anda kejang

Namun ketika seseorang mengalami kejang, ia bisa saja tak sengaja menggigit lidahnya. Jika ada sesuatu dalam mulut mereka ketika kejang (misalnya makanan yang keras), ini berisiko menimbulkan cedera. 

Untuk itu, hindarilah memasukkan benda apapun ke dalam mulut orang yang sedang kejang.

Mungkin banyak orang yang percaya bahwa mengganjal mulut orang kejang dengan jari, sendok, pensil, dan objek lain dapat mencegah penderita menggigit atau menelan lidahnya. Padahal, cara ini justru membahayakan karena berpotensi menyebabkan cedera pada gigi dan rahang penderita. 

Apa yang harus dilakukan saat seseorang kejang?

Supaya tidak keliru dan malah memicu cedera, Anda sebaiknya mengetahui pertolongan pertama untuk orang kejang. Berikut langkah-langkahnya:

  • Tetaplah tenang. 
  • Posisikan penderita agar nyaman dan tidak jatuh. Misalnya memiringkan orang yang mengalami kejang selagi duduk atau berdiri
  • Letakkan sesuatu yang lembut dan datar di bawah kepalanya, contohnya lipatan kain, selimut, jaket, handuk, atau bantal.
  • Miringkan tubuh penderita ke salah satu sisi. Langkah ini bertujuan mencegah masuknya benda-benda asing ke saluran pernapasan, seperti air liur. 
  • Singkirkan benda-benda tajam dan berbahaya di sekitar penderita guna menghindari cedera.
  • Lepaskan benda-benda yang ada di tubuh penderita, seperti kacamata, dasi, syal, dan perhiasan di leher. Langkah ini akan membuat pengidap lebih nyaman dan mudah untuk bernapas. 
  • Hitung durasi terjadinya kejang. Umumnya, kejang berlangsung singkat, antara 30 detik hingga dua menit. Jika kejang melebihi lima menit, kondisi ini tergolong serius dan Anda perlu segera memanggil ambulans. Nomor darurat ambulans di Indonesia adalah 119.  
  • Tetaplah berada di samping penderita kejang hingga kejangnya berhenti. 

Setelah kejang berhenti, bantu penderita untuk duduk dengan nyaman. Jika ia sudah dapat berbicara, jelaskan mengenai kondisi dan kejadian kejang yang baru saja ia mengalami. 

Kondisi yang sering dikaitkan dengan lidah tertelan

Dalam dunia kedokteran, istilah lidah tertelan digunakan ketika lidah seseorang terdorong ke belakang sehingga menghambat saluran pernapasan. Kasus ini sering dijumpai dalam cedera olahraga, khususnya pada jenis olahrgaa dengan gerakan yang dinamis. Misalnya, olahraga sepak bola, tinju, dan rugby.

Saat atlet mengalami cedera dan kehilangan kesadaran, otot-otot tubuh serta lidahnya akan menjadi lemas. Kondisi ini bisa membuat lidah bergeser ke belakang, yang kemudian menghalangi saluran pernapasan bagian atas.

Orang yang mengalami lidah tertelan perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Pasalnya, kondisi ini dapat mengancam nyawa dan harus mendapatkan pertolongan medis secepatnya. 

Bagaimana cara mengatasi lidah tertelan?

Lidah tertelan adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Pengidap biasanya akan tampak kesulitan bernapas. 

Jika Anda melihat seseorang mengalami lidah tertelan hingga menghambat saluran pernapasannya, berikut ini pertolongan pertama yang bisa Anda berikan:

  • Dorong rahang bawah ke depan agar lidah kembali ke posisi semula.
  • Gunakan jari untuk menarik lidah ke posisi normal.
  • Apabila pengidap tidak sadarkan diri, segeralah cari bantuan medis atau hubungi ambulans. 

Lidah tertelan tidak berkaitan dengan kejang akibat epilepsi. Risiko yang mungkin terjadi saat seseorang mengalami kejang adalah lidah tergigit. 

Istilah lidah yang tertelan digunakan untuk mendeskripsikan kondisi lidah yang bergeser ke belakang, sehingga menghalangi saluran napas. Bukan kejang, kasus ini sering terjadi sebagai cedera olahraga yang menuntut kontak tubuh yang sering dan keras. 

Jika Anda melihat seseorang mengalami lidah tertelan dan sesak napas, segeralah lakukan pertolongan pertama serta hubungi ambulans secepatnya.

Healthline. https://www.healthline.com/health/swallowing-tongue
Diakses pada 18 Februari 2020

Everyday Sport Injuries. 1st Edition (2010). New York, United States: DK Publishing
Diakses pada 18 Februari 2020

 Medline Plus. https://medlineplus.gov/seizures.html
Diakses pada 18 Februari 2020

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/epilepsy/dos-and-donts-of-seizure-first-aid.aspx
Diakses pada 18 Februari 2020

CDC. https://www.cdc.gov/epilepsy/about/first-aid.htm
Diakses pada 18 Februari 2020

Artikel Terkait