Melihat awan sebagai suatu bentuk mahluk hidup adalah jenis pareidolia yang paling sering
Fenomena pareidolia sering kali terjadi saat melihat awan yang bentuknya menyerupai sesuati

Belum lama ini saat terjadi erupsi Gunung Merapi di tengah pandemi COVID-19, banyak yang menyebut ada penampakan serupa tokoh wayang Semar. Dalam dunia psikologi, fenomena ini disebut pareidolia. Pareidolia adalah kemampuan mengenali tak hanya wajah, namun bisa gambar atau suara apapun yang signifikan.

Pareidolia adalah jenis apophenia, istilah psikologi saat subjek bisa melihat pola dalam data acak tanpa makna. Pareidolia berasal dari kata bahasa Yunani “para” yang berarti sesuatu yang salah, serta “eid?lon” yang berarti bentuk atau gambar tertentu.

Mengapa pareidolia terjadi

Pareidolia adalah fenomena psikologi yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Bahkan setiap orang bisa melihat bentuk tertentu pada gambar biasa namun persepsi orang lain berbeda.

Beberapa hal yang menyebabkan pareidolia adalah:

  • Delusi psikologi

Para pakar menganggap pareidolia adalah determinasi psikologis atas berbagai delusi lewat indera manusia. Menurut pakar yang meyakini teori ini, pareidolia adalah jawaban atas pengakuan orang melihat benda-benda seperti UFO hingga Loch Ness. Hal yang sama juga berlaku ketika seseorang mendengar suara tertentu ketika memainkan sebuah rekaman.

  • Metode bertahan

Menurut penulis dan ahli kosmologi Amerika Serikat Carl Sagan, pareidolia adalah metode bertahan manusia. Dalam bukunya yang berjudul “The Demon-Haunted World – Science as a Candle in the Dark”, kemampuan untuk melihat wajah dari pola acak atau jarak pandang buram adalah metode bertahan hidup yang unik.

Insting ini yang membuat manusia bisa memutuskan dengan cepat apakah orang yang sedang mendekat adalah teman atau musuh. Dalam hal ini, manusia bisa mengalami misinterpretasi dari gambar acak atau bayangan yang terlihat seperti wajah tertentu.

  • Bagian dari seni

Menurut Leonardo da Vinci, pareidolia adalah bagian dari kesenian. Ketika orang melihat tembok yang dicat acak, maka setiap orang yang melihatnya bisa menemukan persepsi berbeda-beda. Terkadang, seniman yang membuat karya tertentu memang sengaja menyimpan gambar wajah atau pesan tersembunyi dalam pola acak.

  • Berkaitan dengan neurotisme

Dalam studi di Jepang yang dirilis dalam pertemuan Association for the Scientific Study of Consciousness, pareidolia adalah fenomena yang berhubungan dengan sifat dan kondisi emosi seseorang.

Artinya, ketika seseorang bisa melihat wajah dari objek acak di sekitar, ada hubungannya dengan mood positif serta neurotisme. Neurotisme adalah dimensi dari kepribadian seseorang untuk merasa negatif atau cemas yang berhubungan dengan tekanan. Itulah sebabnya ada penelitian yang menyebut pareidolia bisa meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah secara kreatif.

Di penjuru dunia, ada banyak sekali contoh fenomena psikologis pareidolia. Ada yang diakui oleh banyak orang, namun ada juga yang dianggap persepsi seseorang saja.

Menemukan pola atau gambar tertentu dari sesuatu yang acak terkadang menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Bahkan, bukan tidak mungkin menjadi hobi bagi segelintir orang. Namun yang perlu diingat adalah pareidolia merupakan konsep yang ada di pikiran, bukan hal yang benar-benar nyata.

Apakah pareidolia berbahaya?

Sebagai salah satu fenomena persepsi pikiran, pareidolia adalah hal yang normal. Bahkan, para pakar antropologi menyebutnya membantu masyarakat kuno memahami kekacauan yang terjadi di dunia.

Tambahan dari neuroscientist, otak manusia memang didesain dapat mengenali bentuk tertentu dari sebuah objek. Bagian otak yang bekerja dalam hal ini adalah fusiform face area yang memproses wajah seseorang. Ini sama seperti bagian otak yang bekerja ketika lupa nama seseorang namun ingat pernah melihat wajahnya di masa lalu.

Hal yang sama terjadi ketika seseorang merasa mendengar suara tertentu yang aneh. Atau mungkin ketika mendengar suara dering atau getaran ponselnya saat berada di keramaian.

Pada dasarnya, otak manusia memang suka menemukan pola tertentu untuk mengurangi ketidakpastian dan membuat segala yang terjadi di lingkungan menjadi masuk akal.

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/seeing-faces-in-inanimate-objects_n_55ad30a7e4b065dfe89edec9

Diakses 25 April 2020

Earth Sky. https://earthsky.org/human-world/seeing-things-that-arent-there

Diakses 25 April 2020

Live Science. https://www.livescience.com/25448-pareidolia.html

Diakses 25 April 2020

Artikel Terkait