Mengenal Tes HIV/AIDS yang Paling Umum untuk Deteksi Risiko

(0)
09 Apr 2019|Aby Rachman
Tes HIV untuk memastikan virusTes HIV diperlukan untuk memastikan infeksi virus HIV
Banyak orang-orang yang baru dirinya terjangkit virus HIV setelah bertahun-tahun lamanya. Pasalnya, infeksi HIV/AIDS tidak selalu memunculkan gejala yang pasti nampak terlihat. Oleh karena itu jika merasa pernah terpapar atau berkontak dengan virus HIV, Anda perlu sesegera mungkin menjalani tes. 

Jenis-jenis tes HIV dan AIDS

Secara umum, tes HIV melibatkan darah atau cairan tubuh untuk memastikan apakah Anda terinfeksi HIV. Sayangnya, tes tersebut tidak dapat langsung mendeteksi keberadaan virus HIV.Hal ini disebabkan karena perlunya waktu bagi tubuh Anda untuk membuat antibodi sebagai respons dari infeksi HIV. Bahkan, perlu waktu hingga 6 bulan untuk benar-benar menemukan virus penyebab infeksi ini dalam darah. Dengan kata lain, bisa jadi Anda mendapatkan hasil negatif pada tes HIV pertama tapi tes selanjutnya menunjukkan hasil yang berbeda.Berikut adalah beberapa tes HIV yang dapat dilakukan untuk memastikan penyakit HIV/AIDS:

1. Tes screening antibodi

Tes pertama yang dapat dilakukan adalah screening antibodi. Tes ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan protein yang diproduksi tubuh sebagai respons dari infeksi virus HIV. Protein atau antibodi biasanya paling cepat akan muncul sekitar 2-8 minggu setelah infeksi.Tes HIV ini juga biasa disebut sebagai tes immunoassay atau ELISA. Umumnya, tes ini memberikan hasil yang sangat akurat. Namun, tes ini masih sulit untuk menangkap tanda infeksi awal.Dalam tes ini, sampel darah atau cairan tubuh dari pasien akan diambil dan di uji dalam laboratorium. Namun, sebagian tes immunoassay yang menggunakan sampel air liur kerap memberikan hasil negatif palsu akibat tidak ada banyak antibodi di dalamnya. Jadi, Anda mungkin akan mendapatkan hasil positif meskipun nyatanya Anda tidak terinfeksi.Jika Anda menjalani tes yang satu ini, pertimbangka untuk mengulangnya lagi dalam beberapa waktu ke depan. Gunanya, untuk memastikan hasil tes HIV Anda tidak menunjukkan negatif atau positif palsu.

2. Uji kombinasi antibodi/antigen

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) merekomendasikan tes darah yang satu ini untuk hasil yang lebih akurat. Uji ini dapat mendeteksi HIV dengan lebih cepat, yaitu 20 hari lebih awal dari tes screening antibodi.Bahkan, tes ini juga daat memeriksa antigen HIV, yaitu protein yang disebut p24 (bagian dari virus yang muncul 2-4 minggu setelah infeksi), serta antibodi HIV. Tes antibodi/antigen ini dapat dikatakan cepat karena dapat memberi Anda hasil dalam waktu 20 menit.

3. Tes RNA

Tes lain yang juga dapat dilakukan untuk mendeteksi infeksi HIV dalam tubuh adalah dengan uji RNA.Tes RNA bekerja dengan cara mencari virus itu sendiri hingga diagnosis dapat dilakukan dengan lebih cepat, tepatnya sekitar 10 hari setelah Anda terpapar virus.Akan tetapi, tes ini membutuhkan biaya yang sangat besar. Tidak heran jika tes ini bukan menjadi pilihan uji coba pertama. Akan tetapi, jika Anda berisiko tinggi dan Anda memiliki gejala seperti flu, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan tes ini.

Hasil dan tes lanjutan

Apabila tes HIV yang Anda lakukan menunjukkan hasil positif, itu artinya Anda telah terinfeksi HIV. JIka hasil positif tersebut didapatkan melalui tes cepat (rapid test), segera dapatkan pengujian laboratorium standar untuk memastikannya.Saat Anda menjalani tes laboratorium, Anda akan melalui beberapa tahapan uji lebih rinci pada sampel darah untuk membantu mengonfirmasi diagnosis, seperti:
  • Tes diferensiasi antibodi, antara HIV-1 dan HIV-2
  • Western blot atau tes immunofluorescence tidak langsung
  • Tes asam nukleat HIV-1, yang berfungsi untuk mencari virus itu sendiri
  • Tes RNA
Jika Anda melakukan tes dalam 3 bulan pertama setelah dalam periode berisiko terinfeksi HIV dan hasilnya negatif, segera lakukan tes ulang setelah 6 bulan untuk memastikan hasilnya benar-benar negatif.

Prosedur tes HIV

Tes HIV biasanya akan dilakukan melalui prosedur pengambilan sampel darah. Langkah-langkah pengambilan darah dalam tes HIV akan dilakukan sebagai berikut:
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan tali elastis untuk membendung aliran darah agar pembuluh darah di bawah ikatan membesar dan mempermudah jarum menusuk ke pembuluh darah vena.
  • Area kulit yang akan ditusuk jarum suntik akan dibersihkan dengan alkohol.
  • Dokter akan menusukkan ujung jarum ke dalam vena dan memasang tabung pada ujung lainnya agar darah akan masuk ke dalam tabung.
  • Setelah jumlah darah yang diambil cukup untuk tes HIV, dokter akan melepaskan tali elastis dari lengan pasien.
  • Kapas atau kain kasa beralkohol akan digunakan untuk menekan area suntikan saat jarum dilepas.
  • Dokter akan menutup area yang telah disuntik dengan perban atau plester luka.

Kapan waktu yang tepat untuk tes HIV?

Anda tentu akan bertanya, kapan seharusnya mulai melakukan tes HIV. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang membuat Anda perlu segera melakukan pengujian infeksi HIV:
  1. Memiliki beberapa pasangan seksual atau kerap berganti-ganti pasangan.
  2. Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan seseorang yang positif atau HIV, termasuk dengan seseorang yang riwayat seksualnya tidak Anda ketahui.
  3. Menyuntikkan obat dengan jarum suntik atau peralatan lain telah digunakan orang lain terlebih dahulu.
  4. Pernah atau sedang dites untuk TB atau penyakit menular seksual, termasuk herpes dan hepatitis.
  5. Berhubungan seks dengan pengguna narkoba atau pekerja seks komersial.
  6. Melakukan hubungan seks dengan seseorang yang memiliki risiko tinggi HIV.
  7. Istri dari suami yang berisiko terjangkit HIV.
hiv
WebMD. https://www.webmd.com/hiv-aids/hiv-aids-screening#1
Diakses pada November 2018
Aids Info. https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/47/hiv-testing
Diakses pada November 2018
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003538.htm
Diakses pada 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait