Melahirkan Normal, Bagaimana Prosesnya?

09 Mei 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Melahirkan normal memiliki tiga tahapan
Proses melahirkan normal memiliki beberapa tahapan yang perlu dilalui.

Melahirkan adalah hal yang sangat ditunggu bagi para ibu setelah mengandung selama kurang lebih 9 bulan. Jika Anda disarankan untuk menjalani proses melahirkan normal, ada baiknya Anda mempelajari hal-hal penting seputar melahirkan normal sebagai bekal untuk mempersiapkan persalinan.

Tanda-tanda Melahirkan

Tidak ada yang bisa memprediksi kapan persalinan akan berlangsung pada ibu hamil. Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang diberikan oleh dokter hanya merupakan acuan. Sangat normal jika ibu melahirkan tiga minggu sebelum HPL atau paling lambat dua minggu setelah HPL. Berikut adalah tanda-tanda melahirkan yang sudah semakin dekat.

1. Lightening

Lightening adalah sebuah keadaan di mana kepala bayi turun ke panggul sehingga perut akan terlihat lebih turun sebagai persiapan menjelang melahirkan. Pada fase ini, ibu akan lebih mudah bernapas karena bayi tidak lagi memenuhi paru-paru. Ibu juga akan merasa lebih sering ingin buang air kecil karena bayi menekan kandung kemih. Fase ini biasanya berlangsung beberapa jam awal sebelum persalinan.

2. Ada Bercak Darah 

Bercak darah atau cairan berwarna kekuningan atau cokelat yang keluar dari serviks adalah pelepasan sumbatan lendir yang telah menutup rahim dari infeksi. Ini dapat terjadi beberapa hari sebelum atau menjelang melahirkan.

3. Sering Buang Air Besar

Semakin dekat persalinan dalam proses melahirkan normal ibu akan merasa lebih sering ingin BAB.

4. Selaput yang Pecah

Cairan yang keluar dari vagina menandakan bahwa selaput ketuban yang mengelilingi dan melindungi bayi telah pecah. Hal ini terjadi beberapa jam sebelum persalinan dimulai atau selama persalinan. Sebagian besar wanita mengalami persalinan dalam waktu 24 jam. Jika persalinan tidak terjadi secara alami dalam jangka waktu tersebut, dokter akan menginduksi persalinan untuk mencegah infeksi dan komplikasi persalinan.

5. Kontraksi 

Meskipun belum mengalami kontraksi secara terus-menerus, namun jika kontraksi terjadi kurang dari 10 menit sekali, biasanya ini menandakan bahwa persalinan akan dimulai.

Tahapan Melahirkan Normal

Persalinan biasanya dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu:

1. Tahapan Melahirkan Normal Pertama

Tahap pertama persalinan dibagi menjadi tiga fase, yaitu laten, aktif, dan transisi.

Fase laten merupakan fase terpanjang dan paling tidak intens. Selama fase ini, kontraksi akan lebih sering terjadi karena leher rahim akan melebar sehingga bayi dapat melewati jalan lahir.

Ketidaknyamanan pada tahap ini masih minim, namun serviks ibu akan mulai melebar dan menghilang/menipis. Jika kontraksi mulai terjadi secara teratur, ibu akan dirawat di rumah sakit untuk memeriksa sudah berapa besar bukaan serviks.

Selama fase aktif, serviks akan mulai membesar secara lebih cepat. Pada fase ini, ibu akan merasakan nyeri atau tekanan hebat pada bagian punggung atau perut setiap kali kontraksi terjadi.

Selain itu, ibu akan merasakan seperti ada sesuatu yang mendorong bahkan sampai ingin mengejan, namun dokter akan meminta ibu untuk tidak mengejan terlebih dahulu sampai leher rahim benar-benar terbuka atau bukaan 10.

Fase transisi adalah fase di mana serviks telah sepenuhnya melebar hingga 10 cm. Kontraksi terjadi sangat kuat, menyakitkan, dan datang setiap 3-4 menit dan berlangsung dari 60-90 detik.

2. Tahapan Melahirkan Normal Kedua

Tahapan melahirkan normal kedua dimulai ketika serviks benar-benar terbuka. Pada tahap ini, dokter akan memberikan aba-aba pada ibu untuk mendorong bersamaan dengan datang kontraksi. Ibu akan mendorong bayi untuk keluar melalui jalan lahir sehingga fontanel (bintik halus) di kepala bayi dapat masuk melalui jalur yang sempit.

Kepala bayi akan terus menuju lubang vagina hingga dapat keluar, saat kepala sudah berada di luar dokter akan menyedot cairan ketuban, darah, dan lendir dari hidung dan mulutnya.

Perjuangan ibu masih belum selesai disini, ibu masih harus terus mendorong agar bahu dan tubuh bayi ikut keluar menyusul kepala yang sudah keluar. Setelah bayi keluar, dokter akan menjepit dan memotong tali pusar bayi.

3. Tahapan Melahirkan Normal Ketiga

Setelah bayi lahir, ibu memasuki tahap akhir persalinan. Pada tahap ini, dokter akan mengeluarkan plasenta dan organ yang memberi makan bayi di dalam rahim.

Setiap wanita memiliki pengalaman proses persalinan yang berbeda dalam melahirkan normal dan setiap tahapnya ada yang memakan waktu lebih lama atau lebih sedikit.

Untuk ibu yang menjalani persalinan pertama biasanya berlangsung sekitar 12-14 jam. Untuk proses persalinan berikutnya akan lebih singkat dan lebih cepat.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/baby/guide/normal-labor-and-delivery-process#1
Diakses pada Oktober 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/260036-overview
Diakses pada Oktober 2018

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top