Melahirkan dengan Bantuan Bidan dan Dokter Kandungan, Apa Bedanya?

Melahirkan di bidan dan di dokter kandungan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing
Melahirkan di bidan dapat dilakukan jika kandungan tidak berisiko mengalami komplikasi

Saat merencanakan kehamilan, Anda juga akan mulai mencari ahli kandungan yang bisa memantau masa kehamilan, serta membantu dalam proses persalinan. Selain dokter kandungan, bidan juga bisa menjadi pilihan Anda.

Pemilihan tersebut tentu akan bergantung dari berbagai macam faktor. Hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memilih untuk melahirkan di bidan atau dokter kandungan antara lain risiko kehamilan yang Anda jalani dan lokasi melahirkan.

[[artikel-terkait]]

Peran bidan untuk ibu hamil

Keduanya sama-sama bisa membantu Anda memantau kehamilan,serta mendampingi dalam proses persalinan. Lalu, apa yang membedakannya?

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 369 tahun 2007 tentang standar profesi bidan, ruang lingkup pelayanan kebidanan meliputi:

  • Upaya pencegahan komplikasi
  • Sosialisasi seputar kesehatan kehamilan
  • Pendampingan dalam persalinan normal
  • Deteksi komplikasi pada ibu dan anak
  • Tindakan kegawatdaruratan
  • Bantuan lain yang diperlukan, sesuai kewenangan bidan

Lalu, menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang izin penyelenggaraan praktik bidan, ada tiga ruang lingkup pelayanan kebidanan. Ketiganya adalah pelayanan kesehatan untuk ibu, anak, serta kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana.

Pelayanan kesehatan tersebut dapat diberikan sebelum hamil, selama persalinan, masa nifas, masa menyusui dan periode di antara duamada  kehamilan. Sehingga, bidan juga bisa menjadi pilihan Anda selain dokter kandungan.

Perbedaan peran bidan dan dokter kandungan

Bidan hanya bisa membantu persalinan spontan. Jika Anda memilih menjalani persalinan dengan operasi Caesar, maka dokter kandunganlah yang memiliki kompetensi untuk melaksanakannya.

Selain itu, jika kehamilan yang Anda jalani termasuk dalam kategori risiko tinggi, seperti jika Anda menderita diabetes, hipertensi, atau mengandung bayi kembar, maka persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit, dengan bantuan dokter kandungan.

Pilih siapa ya, bidan atau dokter kandungan?

Sebelum memilih ahli kandungan yang paling baik sesuai kondisi, penting bagi Anda untuk melengkapi pengetahuan mengenai berbagai opsi yang ada. Anda bisa meminta pendapat keluarga, teman, atau berkonsultasi dengan dokter kandungan dan bidan.

Siapkan beberapa pertanyaan untuk diajukan saat konsultasi. Selain itu, yang paling penting dipikirkan adalah pilihan yang paling sesuai dengan keinginan Anda. Beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan di antaranya:

  • Anda lebih nyaman untuk didampingi oleh bidan atau dokter kandungan, selama masa kehamilan, persalinan, maupun setelah persalinan?
  • Apakah kehamilan Anda termasuk normal, atau berada dalam kehamilan risiko tinggi?
  • Pengalaman seperti apa, serta tempat persalinan seperti apa, yang ingin Anda dapatkan dari proses tersebut?

Pilihlah ahli kandungan yang paling membuat nyaman, dan dapat memenuhi kebutuhan khusus Anda. Pilih juga yang dapat menghormati tidak hanya diri Anda, tapi juga keluarga.

Peran bidan dan dokter kandungan memang berbeda. Tidak ada yang lebih baik, maupun lebih buruk. Semuanya, harus disesuaikan dengan kondisi Anda.

Jika Anda masih ragu untuk memutuskannya, cobalah untuk berkonsultasi pada lebih dari satu bidan atau dokter, sebagai perbandingan. 

Artikel Terkait

Banner Telemed