Ketahui Hal Ini Sebelum Menjalani Persalinan Water Birth

Melahirkan di air dapat mempercepat kelahiran, tetapi tidak lepas dari risiko-risiko tertentu
Meski water birth punya manfaat yang menggiurkan, namun tetap berisiko.

Melahirkan di air atau water birth adalah proses bersalin yang akan melibatkan kolam berisi air hangat, baik pada seluruh atau sebagian dari proses melahirkan.

Di Indonesia sendiri, melahirkan di air belum dianjurkan. Namun metode ini sudah tersedia di rumah sakit, klinik bersalin, dan dapat dilakukan di rumah sendiri dengan bantuan dokter, suster, atau bidan. Untuk memahami melahirkan di air secara mendalam, simak terlebih dahulu manfaat, risiko, dan anjurannya sebagai berikut.

Manfaat Melahirkan di Air

Menurut para praktisi bersalin yang menggunakan teknik melahirkan di air, ada beberapa manfaat positif yang diyakini, antara lain:

  • Mengurangi rasa sakit
  • Menghindari penggunaan anestesi
  • Mempercepat kelahiran

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa melahirkan dalam air memang bisa memberikan manfaat tersebut, terutama pada tahap awal bersalin (saat kontraksi dimulai hingga mulut rahim terbuka). Tetapi, ada tata cara yang harus diikuti dan proses keluarnya bayi di dalam air harus dijalani dengan penuh pertimbangan mengingat adanya beberapa risiko tertentu.

Sensasi berendam di air hangat memang memberikan perasaan rileks dan penuh kendali. Selain itu, pergerakan tubuh juga terasa lebih ringan. Namun, banyak studi tidak menunjukkan adanya kelebihan secara medis yang signifikan terhadap kesehatan ibu dan bayi.

Risiko Melahirkan di Air

Data menunjukkan bahwa water birth telah dilakukan oleh 5.000-7.000 ibu di dunia setiap tahunnya. Namun, karena metode ini merupakan cara melahirkan alternatif, melahirkan dalam air tak diajarkan resmi di sekolah kedokteran.

Beberapa risiko langka melahirkan di air, antara lain:

  • Kemungkinan terjadi infeksi baik bagi ibu maupun bayi
  • Tali pusat bisa putus sebelum bayi keluar dari air
  • Suhu bayi bisa menjadi terlalu tinggi atau rendah
  • Bayi menghirup air
  • Bayi bisa kejang dan sulit bernapas

Perhatikan penekanan pada kata ‘langka’ di atas karena sejatinya peminat melahirkan dalam air juga terus bertambah berkat hasil yang dinilai sukses dan aman.

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Mencoba Water Birth

Jika Anda memiliki kondisi berikut, melahirkan dalam air tidak dianjurkan dan harus dihindari:

  • Anda masih muda antara 17-35 tahun
  • Anda mengalami komplikasi kehamilan, seperti preeklampsia atau diabetes gestasional
  • Kelahiran kembar atau lebih
  • Posisi bayi sungsang
  • Bayi prematur
  • Bayi berukuran besar
  • Kelahiran berbahaya yang membutuhkan perangkat medis modern
  • Anda memiliki infeksi
  • Anda tidak didampingi dokter atau ahli bersalin profesional
  • Anda tidak yakin dengan kualitas dan kebersihan kondisi kolam melahirkan
  • Anda tidak yakin tata cara keluar dari kolam dengan selamat
  • Anda tidak yakin suhu air bisa terjaga dengan baik.

Sebagai penutup, konsultasi dengan dokter Anda dan pertimbangkan masak-masak sebelum Anda yakin menjalani melahirkan di air atau water birth.

syarat waterbirth

WebMD. https://www.webmd.com/baby/water-birth#1
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed