Ingin Melahirkan Bayi Sungsang Lewat Persalinan Normal? Ini syaratnya!

Bayi posisi sungsang dapat dilahirkan secara normal dengan berbagai syarat dan dan risiko yang harus diketahui
Bayi posisi sungsang dapat dilahirkan secara normal dengan kondisi tertentu

Sebagian besar bayi akan berada dalam posisi siap lahir (kepala di bawah) selambat-lambatnya di pekan ke-36 kehamilan. Namun tidak sedikit juga bayi yang masih berada dalam posisi bokong di bawah atau biasa disebut juga dengan bayi sungsang.

Frekuensi terjadinya bayi sungsang

Posisi bayi sungsang cukup awam terjadi pada ibu hamil, yakni 1 berbanding 25. Penyebab terjadinya posisi ini belum diketahui secara pasti.

Tapi yang jelas, potensi bayi yang sungsang lebih tinggi jika sang ibu mengandung bayi kembar, kekurangan atau kelebihan air ketuban, pernah melahirkan bayi prematur, bentuk plasenta yang tak normal, adanya pertumbuhan abnormal dalam rahim (seperti fibroid), dan plasenta previa.

Posisi janin yang sungsang juga tidak semuanya sama. Seperti apakah posisinya?

[[artikel-terkait]]

3 Tipe Bayi Sungsang

Pada umumnya, bayi sungsang mendeskripsikan bayi dengan posisi kepala di atas dan bokong yang menutupi jalan lahir menjelang saat-saat persalinan. Lebih spesifiknya, posisi sungsang terbagi dalam tiga kategori berikut:

  • Persentase bokong-kaki (complete breech), yaitu bokong bayi berada di bawah dengan posisi lutut tertekuk, sehingga kaki bayi berada di dekat bokong.
  • Presentasi bokong (frank breech), yaitu posisi tubuh bayi yang tertekuk di pinggang dan membentuk huruf V. Posisi bokong bayi berada di jalan lahir dan kedua kaki lurus, sehingga kakinya ada di dekat wajah bayi.
  • Presentasi kaki (footling breech), yaitu salah kaki bayi menjulur dan berada paling dekat dengan jalan lahir, sehingga kaki tersebut akan keluar terlebih dahulu jika ibu melahirkan normal lewat vagina.

Bisakah bayi posisi sungsang dilahirkan secara normal?

Biasanya, dokter akan merekomendasikan ibu hamil untuk melahirkan bayi sungsang dengan cara operasi caesar. Anjuran ini diberikan dengan mempertimbangkan alasan keselamatan ibu sekaligus bayi.

Meski begitu, Anda juga tetap bisa menjalani persalinan bayi sungsang dengan proses normal melalui vagina selama memenuhi sejumlah kondisi dan syarat tertentu. Apa sajakah syaratnya?

  1. Kehamilan sudah cukup umur dan bayi berada dalam posisi frank breech.
  2. Bayi tidak memperlihatkan tanda-tanda stres. Indikasi ini bisa dideteksi melalui pemantauan detak jantung janin saat ibu akan melahirkan.
  3. Proses melahirkan berjalan lancar, ditandai dengan leher rahim (serviks) yang mengalami pembukaan dengan lancar dan sesuai durasi waktu yang wajar.
  4. Ukuran janin yang tidak terlalu besar, sehingga bayi dipastikan dapat melewati jalur lahir tanpa kendala.
  5. Didampingi oleh tenaga medis (dokter kandungan dan asisten persalinan) yang memiliki kompetensi untuk melakukan persalinan normal dengan bayi sungsang.
  6. Didampingi oleh tenaga medis yang telah menyiapkan anestesi dan peralatan untuk operasi caesar jika persalinan normal tiba-tiba tidak bisa dilanjutkan.

Risiko bayi sungsang dalam persalinan normal

Dibutuhkan pemantauan secara saksama dari dokter ketika seorang calon ibu memutuskan untuk melahirkan bayi posisi sungsang melalui persalinan normal. Pasalnya, risiko yang dihadapi oleh ibu maupun bayi tidaklah ringan. Berikut beberapa jenis risiko yang dapat terjadi:

Trauma pada bayi

Melahirkan bayi yang sungsang lewat vagina tidaklah mudah. Dokter terkadang harus memakai alat bantu untuk mengeluarkan bayi dari rahim, misalnya dengan proses vakum. Prosedur ini tidak jarang menimbulkan cedera fisik pada bayi, seperti bentuk kepala yang tidak bulat, matinya sebagian saraf di wajah bayi, hingga pergeseran tulang bayi.

Fetal dystocia

Fetal dystocia adalah kesulitan persalinan di mana bayi tidak kunjung keluar akibat kondisi tertentu. Selain posisi sungsang, ukuran janin yang terlalu besar juga bisa memicu komplikasi ini.

Kematian pada bayi

Persalinan normal merupakan proses yang harus berlomba dengan waktu. Pada bayi sungsang, kepala bayi yang merupakan bagian terbesarnya akan keluar dari rahim ibu di urutan terakhir. Bila persalinan memakan waktu sangat lama, komplikasi cord prolapse bisa saja terjadi.

Kondisi ini terjadi ketika tali pusar tertekan oleh badan bayi saat keluar dari jalur lahir, sehingga suplai oksigen dan darah menuju bayi akan semakin menipis. Jika kepala bayi tidak segera dikeluarkan dari rahim, bukan mustahil nyawanya akan terancam.

Ketika memilih metode melahirkan untuk bayi sungsang, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dan mengikuti rekomendasi dokter demi keselamatan ibu dan bayi. Lagi pula, apapun proses melahirkan bayi yang Anda pilih, nilai Anda sebagai seorang ibu tidak akan berkurang sedikit pun.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/breech-presentation/
Diakses pada 10 Mei 2019

MSD Manual, Professional Version. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/fetal-dystocia#v1075214
Diakses pada 10 Mei 2019

MSD Manual, Professional Version. https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/perinatal-problems/birth-injuries
Diakses pada 10 Mei 2019

Pregnancy Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/breech-pregnancy
Diakses pada 10 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed