logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Kenali Mekanisme Kontraksi Otot dalam Tubuh Manusia

open-summary

Mekanisme kontraksi otot dimulai saat sinyal sistem saraf dikirimkan ke dalam sel-sel di otot (sistem muskular). Sinyal ini adalah respons otak ketika kita hendak melakukan sesuatu yang memerlukan gerakan otot. Setelahnya, reaksi kimia dari neurotransmitter yang keluar akan membuat otot dapat berkontraksi.


close-summary

4 Okt 2022

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Tahapan mekanisme kontraksi otot

Kontraksi otot berfungsi agar tubuh bisa bergerak, bagaimana tahapan mekanismenya?

Table of Content

  • Urutan mekanisme kontraksi otot
  • Berbagai jenis otot manusia
  • Bagaimana menjaga kesehatan otot?
  • Cara mencegah cedera otot

Dalam sistem gerak manusia, terdapat mekanisme kontraksi otot. Kontraksi otot ini berfungsi untuk membantu pergerakan dan kinerja organ-organ dalam tubuh. Bagaimana urutan atau proses kontraksi otot yang benar? Simak lengkapnya di sini!

Advertisement

Urutan mekanisme kontraksi otot

Mekanisme kontraksi otot
Tahapan mekanisme kontraksi otot

Tubuh manusia terdiri berbagai macam jaringan otot yang menyusun anatomi tulang dan organ.

Mekanisme kontraksi otot sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme kerja otot. Otot-otot berkontraksi dan melemas untuk dapat menggerakan tubuh.

Kontraksi otot ini dapat berupa pengencangan, pemendekan, atau pemanjangan otot. Contohnya, ketika Anda memegang atau mengambil sesuatu, ada otot yang memendek sehingga Anda bisa melakukan gerakan menggenggam.

Setiap proses kontraksi dan pelemasan yang timbul adalah respon dari sistem saraf.

Mengutip Visible Body, urutan mekanisme kontraksi otot yang benar dapat dijabarkan menjadi beberapa tahapan, yaitu:

1. Sinyal dari sistem saraf

Mekanisme kontraksi otot dimulai ketika adanya sinyal dari sistem saraf yang dikirim ke sel-sel dalam otot (sistem muskular). Sinyal ini adalah respons yang diperintahkan otak ketika hendak melakukan sesuatu yang memerlukan gerakan otot.

Sinyal tersebut berjalan melalui neuron motorik hingga neuromuskular.

2. Reaksi kimia dalam otot

Otot mengandung serat-serat yang disebut dengan myosin..

Saat sinyal dari sistem saraf sampai di sambungan neuromuskular, saraf motorik akan mengeluarkan zat kimia yang disebut dengan asetilkolin. Zat ini akan berikatan dengan reseptor di luar serat otot dan terjadilah reaksi kimia di dalam otot.

Tergantung dari aktivitas yang akan dilakukan, serat-serat myosin akan mengencang, memendek, mengendur, atau meregang.

Reaksi kimia tersebut memicu keluarnya kalsium dalam otot dan merangsang kinerja senyawa aktin (tipis) dan myosin (tebal). Nantinya, akan membagun struktur jembatan silang.

Jadi, peranan kalsium dalam kontraksi otot adalah untuk mengikat troponin (kelompok protein) dan mengubah bentuknya. Selama kontraksi otot berlangsung, akan terjadi pengurangan karbohidrat yang menjadi sumber energi.

3. Melemasnya otot

Saat sinyal dari sistem saraf sudah berhenti, reaksi kimia dalam otot akan kembali seperti semula dan membuat otot memanjang atau melemas. Ini membalikkan mekanisme kontraksi otot.

Baca Juga

  • Mengenal Jenis Komponen Darah dan Fungsinya pada Tubuh
  • Luwes dalam Bergaul Apa Itu Social butterfly?
  • Benarkah Batu Perhiasan Ampuh untuk Kesehatan?

Berbagai jenis otot manusia

Mekanisme kerja kontraksi otot berbeda-beda, tergantung dari jenis ototnya. Berikut adalah berbagai jenis otot dalam anatomi tubuh manusia, di antaranya:

1. Otot lurik

Otot lurik atau otot rangka adalah otot yang bisa dikendalikan secara sadar dan merupakan otot yang berfungsi untuk bergerak. Otot ini menempel pada tulang dan diikat dengan jaringan keras yang dikenal sebagai tendon.

Saat mekanisme otot lurik berkontraksi, tendon ikut bergerak dan menggerakan tulang.

2. Otot polos

Berbeda dengan otot lurik, otot polos adalah otot yang tidak bisa digerakkan secara sadar. Otot polos dapat ditemukan di organ-organ tubuh, seperti organ pencernaan.

Mekanisme kontraksi otot polos bekerja secara otomatis, sehingga tidak dapat diatur dan bekerja secara bertahap dibandingkan dengan otot lurik.

Sebagai contoh, pergerakan otot pencernaan lebih pelan dan teratur saat makanan masuk ke organ sistem pencernaan daripada pergerakan otot tangan yang cepat.

3. Otot jantung

Otot jantung berbeda dengan otot lurik ataupun polos. Meskipun serupa dengan otot polos, Anda tidak dapat mengendalikan otot jantung secara sadar.

Mekanisme kontraksinya membuat otot jantung mampu memompa darah ke seluruh tubuh dan mengubah kecepatan mekanisme kerja otot sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Contohnya, otot jantung akan memompa lebih pelan ketika beristirahat dan memompa lebih cepat ketika Anda sedang beraktivitas.

Bagaimana menjaga kesehatan otot?

Menjaga kesehatan otot penting agar mekanisme gerak dan kontraksi otot tetap berjalan dengan baik.

Apabila mekanisme kontraksi tidak sesuai, Anda akan mengalami kesulitan dalam bergerak ataupun terjasi masalah di organ-organ tertentu.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan otot, seperti:

1. Menerapkan pola makan yang sehat

Selain menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan berat badan, menerapkan pola makan bergizi seimbang dapat memberikan nutrisi yang memadai untuk mekanisme kerja otot.

Konsumsilah sayuran, buah-buahan, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Anda juga perlu mengonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti bayam, ayam, dan lain-lainnya.

Sebaiknya, konsumsi protein dari makanan daripada suplemen, seperti daging ayam, tahu, telur, dan sebagainya.

2. Olahraga secara teratur

Berolahraga berat memang bisa merusak otot. Akan tetapi, tubuh akan memperbaiki kerusakan tersebut dan membuat otot menjadi semakin kuat.

Anda tidak perlu memaksakan diri untuk olahraga angkat beban yang berat. Aktivitas atau olahraga ringan, seperti bulutangkis, jalan cepat, berlari, berenang, dan sebagainya juga dapat melatih otot.

Cara mencegah cedera otot

Cedera otot tidak akan membantu meningkatkan kekuatan otot, tetapi justru dapat merugikan dan mengganggu mekanisme kontraksi otot. Untuk itu, Anda bisa mencoba beberapa cara mencegah cedera otot di bawah ini, seperti:

1. Berhati-hati saat mengangkat benda berat

Saat akan mengangkat benda yang berat, terapkan postur mengangkat yang benar. Caranya, dengan membiarkan punggung tetap lurus dan menekuk lutut.

Postur tersebut mencegah cedera pada otot punggung dengan menyalurkan berat benda ke otot paha yang lebih kuat. Jika Anda tidak mampu mengangkat sendirian, mintalah bantuan orang lain.

2. Gunakan alat pelindung

Saat melakukan olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera, gunakan alat pelindung. Sebagai contoh, helm khusus atau pelindung siku dan lutut, untuk mengurangi risiko cedera otot.

3. Jangan memaksakan diri

Hentikan olahraga ketika Anda merasakan nyeri yang tidak dapat ditahan pada area tubuh tertentu. Sebaiknya, istirahatkan otot dan konsultasikan dengan dokter ketika cedera otot terjadi.

Cukup berolahraga selama kurang lebih 30 menit per harinya. Jangan lupa lakukan peregangan sebelumnya agar mekanisme kontraksi otot berkerja dengan baik.

4. Lakukan pemanasan dan pendinginan

Sebelum berolahraga, selalu lakukan pemanasan berupa peregangan atau jogging ringan. Seusai olahraga, lakukan pendinginan untuk melemaskan otot-otot yang menegang.

Apabila Anda baru akan memulai atau sudah lama tidak berolahraga, lakukan olahraga secara perlahan untuk mencegah cedera pada mekanisme kontraksi otot.

5. Jangan lupa minum air

Saat berolahraga, jangan lupa untuk tetap menjaga asupan cairan mencegah dehidrasi yang dapat menyebabkan pusing. Hal ini meningkatkan peluang terjadinya cedera otot.

Mekanisme kontraksi otot adalah salah satu bagian dari cara kerja otot yang membantu Anda untuk bergerak dan mendukung kinerja organ-organ dalam tubuh.
 
Selalu jaga kesehatan otot dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari cedera otot.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar mekanisme gerak dan kontraksi otot, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

cedera ototmenjaga kesehatanmasalah otothidup sehatfungsi organanatomi manusia

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved