Daging medium rare steak tidak matang sepenuhnya sehingga dapat menyebabkan keracunan
Meski nikmat ada bahaya dibalik mengonsumsi medium rare steak

Bagai dua sisi mata uang, ada orang yang menganggap bahaya makan daging mentah seperti medium rare steak tidak terbukti. Namun di sisi lain, daging yang tidak matang sempurna juga berarti bakterinya masih bisa menyebabkan kontaminasi hingga berbagai penyakit lainnya.

Memang pelanggan restoran yang memesan steak diberi kebebasan memilih tingkat kematangan, apakah medium rare atau well done. Namun, tidak ada jaminan bahwa medium rare steak aman dari bakteri yang belum mati ketika diproses.

Bahaya makan daging mentah

Bakteri seperti Salmonella, E. coli, Shigella, hingga Staphylococcus aureus hanya bisa musnah jika diproses lewat pemanasan di suhu tertentu saat dimasak. Jika proses masak tidak sempurna bahkan daging masih mentah, maka bakteri-bakteri tersebut bisa saja tertelan.

Beberapa bahaya makan daging mentah seperti:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Perut kram
  • Demam
  • Keracunan

Dampak dari makan daging mentah itu bisa muncul 30 menit hingga 1 pekan setelah mengonsumsi daging sapi yang terkontaminasi. Terlebih bagi ibu hamil, bahaya makan daging mentah tak hanya berimbas pada diri sendiri tapi juga janin dalam kandungan.

Selain ibu hamil, mereka dengan faktor risiko yang sebaiknya menghindari bahaya makan daging mentah adalah lansia dan penderita masalah kekebalan tubuh.

Cara aman mengolah daging mentah

Idealnya jika ingin mengolah daging mentah menjadi steak, harus sudah melalui proses masak dengan suhu sekitar 63 derajat Celsius. Kemudian, diamkan selama kurang lebih 3 menit sebelum memotong atau memakannya.

Medium rare steak umumnya diolah dalam suhu sekitar 57 derajat Celsius, bahkan steak mentah (rare) di suhu 52 derajat Celsius. Tingkat suhu ini masih memiliki risiko kontaminasi akibat bakteri.

Sementara jika daging mentah berasal dari daging giling (bukan steak), maka tidak boleh disajikan dalam bentuk medium rare. Hal ini terjadi karena dalam proses penggilingan daging, sangat mungkin bakteri berbahaya ikut menempel pada daging. Itulah mengapa suhu minimal mengolah daging giling adalah 71 derajat Celsius.

Belum lagi, menentukan apakah daging telah matang atau tidak bukan sesederhana melihat warnanya atau menusuknya dengan garpu. Satu-satunya cara untuk memastikan daging sudah matang adalah menggunakan termometer masakan.

Selain itu, beberapa hal yang perlu dilakukan saat mengolah sendiri daging mentah adalah:

  • Cuci tangan dan permukaan benda yang akan menjadi tempat mengolah daging mentah
  • Jaga agar daging mentah tidak menyentuh makanan lain
  • Jangan memilih daging dalam kemasan rusak
  • Segera masukkan daging mentah dalam lemari pendingin jika tidak langsung diolah
  • Buang daging mentah yang tidak diolah di suhu ruangan dalam waktu lebih dari 2 jam

Apakah medium rare steak sebaiknya tidak dikonsumsi?

Berdasarkan paparan di atas, bukan berarti menu medium rare steak menjadi “haram” dipesan saat ingin menikmati steak. Selama proses memasaknya sudah memenuhi syarat – dan diukur lewat termometer masakan – maka tak ada salahnya mengonsumsi medium rare steak yang bisa jadi lebih empuk ketimbang yang matang.

Ingat pula bahwa tekstur dan warna bukan jaminan steak disajikan benar-benar matang. Artinya, warna kecokelatan atau cenderung merah juga tidak serta merta berarti matangnya daging.

Setiap kali mengonsumsi steak atau daging hewan yang tidak diolah sendiri, pastikan Anda tahu betul dari mana asalnya serta berapa suhu pengolahannya saat masak. Tidak masalah sedikit lebih repot sebelum makan, ketimbang menghadapi risiko kontaminasi bakteri dari makanan favorit Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/can-you-eat-raw-beef#bottom-line

Diakses 17 April 2020

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/488484-the-effects-of-eating-a-steak-rare/

Diakses 17 April 2020

Eat Right. https://www.eatright.org/homefoodsafety/four-steps/cook/can-rare-meat-be-safe

Artikel Terkait