Mengenal Mati Batang Otak, Benarkah Sudah Meninggal secara Medis?


Mati batang otak berbeda dengan koma. Orang yang mengalami kematian batang otak tidak dapat disembuhkan. Pasien yang mengalami mati batang otak akan hidup dengan alat bantu.

0,0
mati batang otak berbeda dengan komaMati otak adalah berhentinya fungsi otak sehingga seseorang membutuhkan alat bantu untuk bertahan hidup
Batang otak adalah bagian bawah otak yang terhubung dengan sumsum tulang belakang. Batang otak berperan penting dalam sistem pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, menelan, kesadaran, dan gerakan. Lantas, apa yang terjadi jika seseorang mengalami mati batang otak? 

Apa yang dimaksud dengan mati batang otak?

Mati batang otak adalah kondisi ketika fungsi otak berhenti dan membutuhkan bantuan alat medis untuk bertahan hidup. Artinya, seseorang dengan mati otak tidak bisa sadar atau bernapas kembali tanpa bantuan alat. Alat yang dipasang dapat membuat jantung penderitanya tetap berdetak dan dada naik-turun dengan bantuan napas dari ventilator. Namun, hal ini tidak dapat mengembalikan fungsi otak dan kesadarannya. 

Penyebab mati batang otak 

Kematian otak dapat terjadi akibat suplai darah dan/atau oksigen ke otak terhenti. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan mati batang otak, yaitu:

Gejala mati batang otak

Beberapa gejala atau tanda kematian otak antara lain:
  • Pupil tidak merespons cahaya
  • Tidak menunjukkan reaksi terhadap rasa sakit
  • Tidak memiliki refleks kornea, yakni tidak berkedip ketika mata disentuh
  • Mata tidak bergerak ketika kepala digerakkan 
  • Mata tidak bergerak ketika air dingin diteteskan ke telinga
  • Tidak ada respons tersedak saat bagian belakang tenggorokan disentuh
  • Tidak bisa bernapas ketika ventilator dimatikan
  • Tidak ada respons batuk
  • Tidak ada respons muntah
  • Tidak menunjukkan aktivitas otak saat dilakukan tes elektroensefalogram.

Cara dokter mendiagnosis kematian otak  

Diagnosis mati batang otak harus dilakukan oleh dua dokter senior. Sebelum melakukan serangkaian tes untuk memastikan kematian batang otak, dokter harus memastikan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh faktor lain, seperti:
  • Overdosis obat (terutama barbiturate) atau keracunan bahan kimia lain
  • Hipotermia (suhu tubuh di bawah 32 derajat Celcius)
  • Kurang aktifnya kelenjar tiroid
Setelah memastikan beberapa faktor tersebut, berikut serangkaian cara yang dilakukan dokter untuk mengonfirmasi kematian otak antara lain:
  • Menyorotkan senter atau cahaya ke kedua mata untuk melihat respons pupil terhadap cahaya
  • Mengusapkan tisu atau kapas tipis ke mata untuk melihat reaksi terhadap sentuhan tersebut karena mata tergolong sangat sensitif
  • Melakukan tekanan pada dahi dan mencubit hidung untuk melihat gerakan sebagai respons
  • Memasukkan air dingin ke setiap telinga yang biasanya menyebabkan mata bergerak
  • Menempatkan pipa plastik tipis ke tenggorokan untuk melihat respons tersedak atau batuk
  • Melakukan tes elektroensefalogram (EEG) untuk mengukur kelistrikan otak. Orang yang sudah meninggal tidak memiliki aktivitas listrik lagi di otaknya
  • EKG untuk melihat aktivitas listrik jantung
  • CT scan, MRI, USG Doppler untuk melihat kondisi otak
Serangkaian tes ini biasanya dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan dan meminimalkan kemungkinan kesalahan. Jika tidak ada respons dari semua rangkain tes di atas maka dapat dipastikan orang tersebut mengalami mati otak. 

Apakah kematian batang otak bisa disembuhkan?

Secara ilmu medis, seseorang yang telah mengalami mati batang otak tidak dapat pulih kembali seperti sedia kala. Detak jantung yang ada terjadi karena bantuan alat.Saat alat bantu dilepas, orang yang mengalami kematian batang otak tidak dapat bernapas sendiri, jantungnya pun tidak dapat memompa darah.Jika otak seseorang mati maka kerusakannya tidak dapat disembuhkan. Secara hukum, mereka dipastikan sudah meninggal.

Perbedaan kematian batang otak dan koma 

Berdasarkan John Hopkins Medicine, mati otak berbeda dengan koma. Mati batang otak adalah kondisi terhentinya semua fungsi otak, termasuk batang otak, dan tidak dapat berfungsi kembali. Seseorang yang telah mengalami mata batang otak umumnya dinyatakan telah meninggal dan tidak bisa sadar kembali. Berbeda dengan mati otak, koma adalah keadaan tidak sadarkan diri akibat penyakit parah atau cedera otak, tetapi sebenarnya masih hidup. Orang yang mengalami koma bisa sadar kembali atau ada pula yang meninggal dunia. Orang yang mengalami koma mungkin juga masih bisa bernapas sendiri, memiliki respons atau refleks pada pupil mata meskipun lemah.Itulah beberapa informasi tentang kematian otak yang perlu Anda ketahui. Jika ada hal yang masih mengganjal, Anda juga bisa berkonsultasi secara online menggunakan fitur chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
kesehatan otakpenyakit otakkomalumpuh otak
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/brain-death/
Diakses tanggal 8 Agustus 2021
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/brain-death/diagnosis/
Diakses tanggal 8 Agustus 2021
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/news/articles/the-challenges-of-defining-and-diagnosing-brain-death
Diakses tanggal 8 Agustus 2021
Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/brain-death
Diakses tanggal 8 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait