logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengenal Fotopsia: Fenomena Mata seperti Melihat Kilatan Cahaya, Ini Penyebabnya

open-summary

Fenomena mata seperti melihat kilatan cahaya umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri. Kondisi ini disebut dengan fotopsia. Namun, jika terjadi terlalu sering, hal ini mungkin merupakan gejala penyakit mata.


close-summary

13 Sep 2021

| Yanita Nur Indah Sari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

mata seperti melihat kilatan cahaya

Gejala mata seperti melihat kilatan cahaya umumnya bisa hilang dengan sendirinya

Table of Content

  • Apa itu fotopsia?
  • Penyebab mata seperti melihat kilatan cahaya
  • Catatan dari SehatQ

Pernahkah Anda mengalami mata seperti melihat kilatan cahaya? Padahal, tidak ada cahaya apa pun di depan Anda. Jangan panik, fenomena ini disebut dengan fotopsia. Simak ulasan lengkap penyebab fotopsia berikut ini. 

Advertisement

Apa itu fotopsia?

Fotopsia adalah gangguan penglihatan ketika mata seperti melihat kilatan cahaya. Fenomena ini bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi tertentu. 

Kilatan cahaya bisa terjadi pada satu atau kedua mata. Kilatan tersebut memiliki bentuk, warna, frekuensi, dan durasi yang berbeda-beda. Namun, fenomena ini biasanya hilang dengan sendirinya.

Penyebab mata seperti melihat kilatan cahaya

Banyak penyebab yang membuat mata seperti melihat kilatan cahaya atau fotopsia. Salah satu penyebab fotopsia paling umum adalah adanya tekanan pada retina mata. 

Berikut ini beberapa penyebab mata seperti melihat kilatan cahaya.

1. Posterior vitreous detachment (PVD)

Posterior vitreous detachment (PVD) bisa terjadi seiring dengan bertambahnya usia. PVD merupakan penyebab mata seperti melihat kilatan cahaya yang paling sering terjadi. 

PVD terjadi akibat gel yang mengisi mata (vitreous) terpisah dari retina. Kondisi ini juga bisa menyebabkan kilatan cahaya pada mata, khususnya di sudut mata. 

Gad Heilweil, MD, seorang dokter mata di Doheny Eye Center UCLA, menyatakan bahwa hampir 40% orang di atas usia 50 tahun mengalami vitreous detachment. Peningkatan risiko kondisi ini juga mengancam orang dengan rabun jauh

2. Neuritis optik

Peradangan saraf optik mata menyebabkan fotopsia
Peradangan saraf optik mata menyebabkan fotopsia

Neuritis optik adalah peradangan yang terjadi pada saraf optik. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi atau gangguan saraf, seperti multiple sclerosis

3. Ablasi retina

Ablasi retina adalah kondisi ketika retina bergeser, terlepas, atau menjauh dari dinding belakang retina. Terlepasnya retina bisa menyebabkan mata seolah melihat cahaya putih.

Kondisi ini cukup serius karena bisa menyebabkan kebutaan. Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.

Baca Juga

  • Mata Silinder Disebabkan Kebanyakan Menonton Televisi?
  • Sebaiknya Pakai Softlens Berapa Jam dalam Sehari?
  • 6 Buah yang Bagus untuk Mata

4. Tekanan pada retina

Tekanan pada retina merupakan penyebab paling umum mata seperti melihat kilatan cahaya putih. Tekanan pada retina bisa terjadi akibat:

  • Cedera
  • Kepala terbentur 
  • Menggosok mata (phosphenes) 
  • Batuk atau bersin terlalu keras

5. Phosphenes

Salah satu penyebab Anda seolah melihat kilatan (flashes) di mata adalahh phosphenes. 

British Journal of Pharmacology menyebutkan, phosphenes adalah sensasi penglihatan yang terjadi akibat rangsangan, selain perubahan pencahayaan. Phosphenes juga bisa terjadi setelah Anda menggosok mata, yang biasanya seperti kilatan cahaya. 

Cahaya dalam phosphenes ini dihasilkan oleh aktivitas listrik di sel mata. 

Phosphenes umum terjadi pada orang sehat, Namun, pada beberapa kasus, phosphenes juga menjadi gejala awal berbagai penyakit yang menyerang retina dan jalur visual. 

6. Epilepsi oksipital

Epilepsi oksipital adalah jenis kejang langka yang terjadi di lobus oksipital atau otak bagian belakang. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam 2 menit. 

Salah satu ciri yang muncul adalah fotopsia.

7. Migrain

Ketika mengalami migrain, Anda mungkin juga akan melihat flashes pada mata. Hal ini biasanya terjadi pada migrain dengan gangguan sensorik atau disebut dengan migrain visual. 

Gejala migrain yang satu ini biasanya terjadi pada kedua mata dan akan hilang dalam waktu 15-60 menit. 

8. Transient ischemic attack (TIA/stroke ringan)

Transient ischemic attack, disebut juga mini stroke atau stroke ringan, adalah kondisi yang terjadi akibat adanya gumpalan darah sementara yang menghalangi aliran darah ke otak. 

Salah satu gejala TIA adalah gangguan pada mata, termasuk munculnya kilatan cahaya atau bercak hitam pada mata (floaters). 

9. Diabetes

Komplikasi diabetes pada mata bisa menyebabkan Anda seperti melihat kilatan cahaya
Komplikasi diabetes pada mata bisa menyebabkan Anda seperti melihat kilatan cahaya

Mata melihat cahaya putih atau kilatan pada mata bisa jadi merupakan salah satu komplikasi diabetes, yakni retinopati diabetik. 

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah di retina. Hal inilah yang menyebabkan retinopati diabetik. 

10. Tumor

Tumor yang tumbuh pada area mata atau otak juga bisa membuat mata seperti melihat kilatan cahaya. Kondisi ini biasanya terjadi saat Anda menggerakkan kepala atau leher. 

11. Pengobatan tertentu 

Beberapa jenis obat-obatan juga dapat menyebabkan kilatan pada mata. Pada beberapa pasien yang menjalani pengobatan jantung atau malaria mungkin akan mengalami hal ini.

Beberapa obat-obatan yang bisa menyebabkan kilatan pada mata, antara lain:

  • Bevacizumab (Avastin)
  • Sildenafil (Viagra)
  • Klomifen (Clomid)
  • Digoksin (Lanoksin)
  • Paclitaxel (Abraxane)
  • Quetiapine (Seroquel)
  • Quinine
  • Voriconazole (Vfend)

Catatan dari SehatQ

Fotopsia adalah sebuah gejala yang membuat mata Anda seolah melihat kilatan cahaya. Fenomena ini bisa disebabkan oleh berbagai hal. Tidak hanya gangguan pada mata, tetapi juga bisa disebabkan oleh penyakit lain. 

Sebenarnya, fotopsia adalah hal yang normal terjadi dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, Anda perlu waspada jika hal ini terjadi terlalu sering. 

Anda perlu segera ke dokter jika mengalami satu atau lebih gejala berikut ini:

  • Fotopsia terlalu sering dan tiba-tiba 
  • Penglihatan kabur atau buram
  • Penglihatan hilang atau pandangan gelap
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kelemahan salah satu bagian tubuh
  • Kehilangan kemampuan berbicara 

Dokter akan memastikan penyebab fotopsia yang Anda alami dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Untuk menjaga kesehatan mata, pastikan Anda menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengatur jarak dan posisi saat membaca yang tepat. Periksakanlah kondisi mata Anda paling tidak satu tahun sekali. 

Jika masih ada pertanyaan seputar penyebab mata seperti melihat kilatan cahaya dan cara mengatasinya, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!

Advertisement

kesehatan matapenyakit matasaraf matagangguan mata

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved