Mata Lelah atau Astenopia, Bagaimana Cara Mengatasinya?


Mata lelah atau astenopia, mungkin sering kita alami saat bekerja. Kondisi bisa diatasi dan dicegah dengan mudah, namun membutuhkan komitmen.

(0)
23 Mar 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mata lelah bisa terjadi karena menatap laptop terlalu seringTerlalu intens menatap layar laptop bisa memicu mata lelah
Setelah beberapa jam menggunakan laptop atau membaca buku, kita mungkin sering merasakan mata menjadi panas dan kering. Kondisi ini disebut dengan mata lelah, atau dalam medis dikenal dengan astenopia. Bagaimana mengatasi mata lelah? Perlukah ke dokter untuk menanganinya?

Seperti apa gejala mata lelah atau astenopia?

Sesuai namanya, mata lelah terjadi ketika mata terasa lelah karena penggunaan yang intens. Penyebab umum gangguan mata ini adalah beraktivitas di lampu yang redup serta terlalu sering menatap ke layar komputer atau laptop.Gejala yang mengiringi gangguan mata ini bisa bervariasi bagi tiap-tiap individu. Namun umumnya, gejala mata lelah dapat berupa nyeri di sekeliling mata, sakit kepala, mata kering, hingga penglihatan kabur. Astenopia juga bisa diiringi dengan sensitif terhadap cahaya, sulit membiarkan mata terbuka hingga adanya sensasi pusing berputar.Sebagian besar mata lelah atau astenopia tidak bersifat serius dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, astenopia juga bisa menjadi gejala masalah tertentu, seperti astigmatisma (mata silinder) dan rabun dekat.

Cara untuk mengatasi mata lelah yang bisa dilakukan

Seperti yang disampaikan di atas, astenopia bisa diatasi dengan tips tertentu. Beberapa cara untuk mengatasi mata lelah, yaitu:

1. Cukupkan pencahayaan lampu

Cahaya lampu yang cukup saat kita beraktivitas, seperti membaca, dapat mengurangi risiko astenopia. Kuncinya, pastikan Anda memiliki sumber cahaya atau lampu yang sinarnya langsung diarahkan ke objek di depan Anda (seperti pada buku), tanpa membuat pandangan menjadi silau.
Membaca buku
Pastikan pencahayaan cukup saat membaca buku
Sementara itu, apabila Anda menonton televisi, pencahayaan yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap akan lebih baik untuk mata, agar tak lelah.

2. Alokasikan waktu untuk beristirahat

Mata lelah atau astenopia dapat terjadi jika kita menggunakan mata terlalu lama tanpa beristirahat. Misalnya, saat kita menggunakan komputer dan laptop, membaca buku, atau mengendarai kendaraan. Curilah waktu untuk mengistirahatkan mata sesekali, dan berhentilah sebentar jika sedang berada di dalam kendaraan yang melaju.Untuk penggunaan komputer atau laptop, Anda bisa menerapkan tips 20-20-20. Artinya, istirahatkan mata dari penggunaan laptop setiap 20 menit sekali, dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter), selama 20 detik.

3. Perhatikan penggunaan komputer dan alat digital

Banyak orang yang bekerja dengan terus menatap komputer atau laptop, sehingga risiko mata lelah kerap terjadi. Untuk mengatasinya, selain beristirahat setiap 20 menit, Anda juga disarankan untuk menerapkan tips berikut ini:
  • Duduklah sejauh 25 inci (sekitar setengah meter) dari layar komputer.
  • Posisikan layar sedemikian rupa agar pandangan bisa sedikit ke bawah.
  • Gunakan filter layar untuk mengurangi silau saat menatap layar komputer.
  • Sesuaikan pengaturan layar laptop dan komputer, termasuk kecerahan, kontras, dan ukuran font sehingga lebih mudah dilihat.

4. Perhatikan kualitas udara di ruangan

Mata kering dapat menjadi gejala astenopia. Untuk mencegahnya, tingkatkanlah kualitas udara ruangan Anda, terutama ruangan kerja. Anda bisa menggunakan humidifier di dalam ruangan, serta menghindari paparan langsung sumber angin (seperti AC dan kipas angin).Begitu pula saat berkendara menyetir mobil. Posisikan agar air vent tidak mengenai wajah.

5. Aplikasikan obat tetes air mata buatan, jika perlu

Apabila diperlukan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat tetes air mata buatan. Air mata buatan bisa menjadi pelumas untuk menyegarkan mata. Selain itu,obat tetes air mata buatan dapat mencegah dan meredakan mata lelah yang kering.Agar aman, pilihlah produk obat tetes air mata buatan yang tidak mengandung zat pengawet.

Apakah mata lelah bisa sembuh?

Mata lelah dapat hilang dan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gejala astenopia menjadi parah atau bisa menjadi masalah medis tertentu, Anda bisa menemui dokter spesialis mata untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.Beberapa penanganan medis untuk mata lelah dan gejala yang berkaitan pada mata tersebut, yaitu:
  • Penggunaan kacamata
  • Penggunaan lensa kontak
  • Menjalani tindakan bedah refraksi
  • Pengaplikasian obat tetes mata

Tips mencegah mata lelah atau astenopia

Cara manjur (walau membutuhkan komitmen) untuk mencegah mata lelah adalah dengan membatasi aktivitas pemicunya. Artinya, istirahatkan mata sesekali saat beraktivitas yang membutuhkan mata selalu fokus, seperti menggunakan komputer, membaca, dan berkendara.
Membawa mobil
Menyetir mobil harus diiringi dengan berhenti dan istirahat di rest area
Pastikan Anda juga secara berkala menemui dokter untuk melakukan pengecekan mata, terutama pada orang yang memasuki usia 40. Individu yang memiliki kondisi medis tertentu juga sangat disarankan mengecek kesehatan matanya ke dokter, seperti penderita diabetes dan hipertensi.

Catatan dari SehatQ

Astenopia merupakan kondisi medis yang rentan terjadi. Cara di atas bisa dilakukan untuk mencegah dan menangani mata lelah. Pastikan Anda juga secara berkala melakukan pengecekan mata.
kesehatan matapenyakit matamata keringmata lelah
Healthline. https://www.healthline.com/health/asthenopia
Diakses pada 23 Maret 2020
Verywell Health. https://www.healthline.com/health/asthenopia
Diakses pada 23 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait