Mata kurang tidur dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya
Kurang tidur berdampak buruk pada mata

Tidur merupakan kebutuhan penting yang harus dipenuhi pada setiap harinya. Meski banyak orang telah menyadari kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, namun belum banyak yang tahu bahwa kondisi ini juga bisa menimbulkan gangguan pada mata.

Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur. Apabila kebutuhan tidur tidak terpenuhi akan menyebabkan mata kurang tidur atau adanya lingkaran hitam pada mata, spasme otot mata, dan mata kering. Berikut adalah penjelasan mengenai masalah-masalah ini.

Masalah yang Dapat Muncul Akibat Mata Kurang Tidur 

1. Lingkaran Hitam pada Mata

Lingkar hitam pada mata atau mata panda merupakan kondisi yang umumnya timbul ketika seseorang mengalami kurang tidur. Kondisi kurang tidur menyebabkan kulit tampak lebih pucat. Hal ini membuat lingkar hitam di sekitar mata terlihat semakin menonjol. Kondisi ini tentunya memengaruhi penampilan wajah dan mengganggu kesehatan mata secara keseluruhan.

2. Spasme Otot Mata

Spasme otot mata diartikan sebagai gerakan berkedut tidak disengaja yang terjadi ketika kelopak mata, baik kelopak atas maupun bawah, mengalami spasme. Gerak spasme tidak disengaja ini juga disebut dengan miokimia. Kedutan yang terjadi umumnya hanya terasa, tetapi tidak dapat dilihat semua orang. Ini disebabkan karena gerakan yang dihasilkan cukup kecil sehingga tidak tampak hanya dengan melihat wajah seseorang.

Spasme otot pada mata kurang tidur umumnya tidak menimbulkan nyeri ataupun gangguan penglihatan. Pada sebagian kasus, spasme pada mata bisa mengindikasikan adanya gangguan saraf. Kedutan dapat berlangsung selama satu menit, beberapa jam, bahkan beberapa hari atau lebih. Kedutan yang berlangsung terus menerus dalam waktu lama tentunya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara termudah untuk menghindari terjadinya spasme otot mata adalah dengan cukup tidur setiap malam. Selain itu, mengurangi konsumsi kopi, teh, dan soda juga dapat mengurangi kedutan. Ini disebabkan karena kandungan kafein atau zat lain yang bekerja sebagai stimulan menyebabkan terjadinya spasme.

Bila kedutan berlangsung tidak kunjung sembuh, Anda dapat meminta dokter melakukan injeksi toksin botulinum. Selain itu, obat pelemas otot bisa membantu menghilangkan kedutan yang dialami.

3. Mata Kering

Mata kering juga dapat disebabkan oleh mata kurang tidur. Ketika mengalami mata kering, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Selain itu, Anda dapat mengalami nyeri mata, pandangan kabur, gatal, dan kemerahan.

Mata kering disebabkan adanya penurunan produksi air mata. Menopause, obat-obatan seperti antihistamin, dan penyakit yang memengaruhi produksi air mata, seperti sindrom Sjogren, rheumatoid artritis, dan penyakit kolagen vaskuler bisa memperparah kondisi mata kering. Kondisi kelopak mata tidak mau menutup juga dapat memperburuk kondisi mata akibat kurang tidur.

Cara Mengatasi Kondisi Mata Kurang Tidur

Untuk mengatasi masalah mata kurang tidur, Anda dapat mengompres mata dengan air dingin atau mentimun. Jika mata terasa kering, teteskanlah air mata buatan untuk mengurangi gejala yang dialami. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah mencukupi kebutuhan tidur setiap harinya. Selain durasi, kualitas tidur juga penting untuk diperhatikan.

Kualitas tidur yang baik bisa diraih jika Anda dapat tertidur kurang dari 30 menit, tidak lebih dari satu kali terbangun di malam hari, dan minimal 85% waktu tidur Anda dilakukan di tempat tidur. Dengan kualitas dan kuantitas tidur yang baik, Anda tidak hanya menjaga kesehatan mata, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Your Sight Matters. https://yoursightmatters.com/losing-an-hour-how-lack-of-sleep-affects-your-eyescid20130313ysmtz1/
Diakses pada Mei 2019

American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/how-to-stop-eye-twitching
Diakses pada Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/dry-eye-relief-tips#1
Diakses pada Mei 2019

National Sleep Foundation.  https://www.sleepfoundation.org/press-release/what-good-quality-sleep
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed