Kenali Dampak Buruk yang Terjadi pada Mata Kurang TIdur

(0)
13 Jun 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mata kurang tidur dapat mengganggu kesehatanKurang tidur berdampak buruk pada mata
Tidur merupakan kebutuhan penting yang harus dipenuhi pada setiap harinya. Meski banyak orang telah menyadari kurang tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, namun belum banyak yang tahu bahwa kondisi ini juga bisa menimbulkan gangguan pada mata.Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam untuk tidur. Apabila kebutuhan tidur tidak terpenuhi akan menyebabkan mata kurang tidur atau adanya lingkaran hitam pada mata, spasme otot mata, dan mata kering. Berikut adalah penjelasan mengenai masalah-masalah ini.

Masalah yang dapat muncul akibat mata kurang tidur 

1. Lingkaran Hitam pada Mata

Lingkar hitam pada mata atau mata panda merupakan kondisi yang umumnya timbul ketika seseorang mengalami kurang tidur. Kondisi kurang tidur menyebabkan kulit tampak lebih pucat. Hal ini membuat lingkar hitam di sekitar mata terlihat semakin menonjol. Kondisi ini tentunya memengaruhi penampilan wajah dan mengganggu kesehatan mata secara keseluruhan.

2. Spasme Otot Mata

Spasme otot mata diartikan sebagai gerakan berkedut tidak disengaja yang terjadi ketika kelopak mata, baik kelopak atas maupun bawah, mengalami spasme. Gerak spasme tidak disengaja ini juga disebut dengan miokimia. Kedutan yang terjadi umumnya hanya terasa, tetapi tidak dapat dilihat semua orang. Ini disebabkan karena gerakan yang dihasilkan cukup kecil sehingga tidak tampak hanya dengan melihat wajah seseorang.Spasme otot pada mata kurang tidur umumnya tidak menimbulkan nyeri ataupun gangguan penglihatan. Pada sebagian kasus, spasme pada mata bisa mengindikasikan adanya gangguan saraf. Kedutan dapat berlangsung selama satu menit, beberapa jam, bahkan beberapa hari atau lebih. Kedutan yang berlangsung terus menerus dalam waktu lama tentunya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.Cara termudah untuk menghindari terjadinya spasme otot mata adalah dengan cukup tidur setiap malam. Selain itu, mengurangi konsumsi kopi, teh, dan soda juga dapat mengurangi kedutan. Ini disebabkan karena kandungan kafein atau zat lain yang bekerja sebagai stimulan menyebabkan terjadinya spasme.Bila kedutan berlangsung tidak kunjung sembuh, Anda dapat meminta dokter melakukan injeksi toksin botulinum. Selain itu, obat pelemas otot bisa membantu menghilangkan kedutan yang dialami.

3. Mata Kering

Mata kering juga dapat disebabkan oleh mata kurang tidur. Ketika mengalami mata kering, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Selain itu, Anda dapat mengalami nyeri mata, pandangan kabur, gatal, dan kemerahan.Mata kering disebabkan adanya penurunan produksi air mata. Menopause, obat-obatan seperti antihistamin, dan penyakit yang memengaruhi produksi air mata, seperti sindrom Sjogren, rheumatoid artritis, dan penyakit kolagen vaskuler bisa memperparah kondisi mata kering. Kondisi kelopak mata tidak mau menutup juga dapat memperburuk kondisi mata akibat kurang tidur.

4. Sleep apnea and eye

Sleep apnea atau apnea tidur adalah gangguan tidur serius di mana pernapasan sering terhenti selama tidur. Akibatnya, organ tubuh, khususnya otak mungkin tidak mendapat oksigen yang cukup, serta kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat pasien merasa lelah keesokan harinya.Menurut ahli, mereka yang mengalami apnea tidur dapat mengalami peradangan pada pembuluh darah mata atau Ischemic Optic Neuropathy (AION) yang pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya kebutaan.

5. Mata merah

Kurang tidur dapat mengurangi oksigen yang tersedia untuk mata. Hal ini dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan membuatnya terlihat kemerahan. 

Cara menghilangkan masalah mata karena kurang tidur

Untuk mengatasi masalah mata kurang tidur, Anda dapat mengompres mata dengan air dingin atau mentimun. Jika mata terasa kering, teteskanlah air mata buatan untuk mengurangi gejala yang dialami. Cara terbaik yang dapat dilakukan adalah mencukupi kebutuhan tidur setiap harinya. Selain durasi, kualitas tidur juga penting untuk diperhatikan.Kualitas tidur yang baik bisa diraih jika Anda dapat tertidur kurang dari 30 menit, tidak lebih dari satu kali terbangun di malam hari, dan minimal 85% waktu tidur Anda dilakukan di tempat tidur. Dengan kualitas dan kuantitas tidur yang baik, Anda tidak hanya menjaga kesehatan mata, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.Apabila Anda kerap menggunakan lensa kontak untuk sehari-hari, pastikan Anda melepasnya sebelum tidur untuk mengurangi risiko infeksi mata dari bakteri pada lensa kontak. Apa pun yang terjadi, jangan pernah memakai kontak lebih lama dari instruksi yang direkomendasikan.
mata keringlingkaran hitam di mata
Your Sight Matters. https://yoursightmatters.com/losing-an-hour-how-lack-of-sleep-affects-your-eyescid20130313ysmtz1/
Diakses pada Mei 2019
American Academy of Ophthalmology. https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/how-to-stop-eye-twitching
Diakses pada Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/dry-eye-relief-tips#1
Diakses pada Mei 2019
National Sleep Foundation.  https://www.sleepfoundation.org/press-release/what-good-quality-sleep
Diakses pada Mei 2019
Florida Eye Specialist. https://floridaeye.org/eye-health/eye-health-problems-caused-by-lack-of-sleep/
Diakses 16 Juni 2020
Vision Source. https://visionsource.com/blog/sleep-and-eye-health/
Diakses 16 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait